Oh! Ini Toh Alasan W3TC Browser Cache Tidak Bekerja

posted in: Blog | 0

Sudah diotak-atik fitur browser cache di W3TC-nya, kok hasil expires date di pagespeed test tidak berubah. Hmmm…. rupanya kesalahannya ada disini, nih.

Ada berbagai cara untuk mengoptimalkan situs. Salah satunya dengan menyeting agar peramban meng-cache file-file situs kita.

Pada saat pengguna membuka situs kita pertama kali, peramban akan mengunduh berbagai file dari server ke komputer, misalnya file css, javascript, gambar, dll.

Fitur browser cache di W3TC bisa membuat perampan menyimpan/ meng-cache file-file tersebut ke harddisk user untuk jangka waktu tertentu. Caranya dengan menyetel waktu expire dari file-file tersebut.

Dengan demikian saat user berselancar di situs kita, peramban hanya perlu mengunduh sedikit saja, sisanya ambil dari cache. Ini akan jauh lebih cepat.

Apabila kamu menggunakan pagespeed test dari Google, Google menyarankan hal ini. Browser Caching

Di kasus saya waktu expire terpasang maksimal 5 hari. Sementara Google menyarankan lebih dari itu.

Jika kamu mengaktifkan fitur browser cache di plugin W3TC, dia akan membuatkan script .htaccess nya. Namun saya heran kok meski sudah disetting untuk expire 1 tahun, di pagespeed tetap terbaca 5 hari.

Nah rupanya di script .htaccessnya ada: <IfModule mod_expires.c> dan server hosting yang saya gunakan tidak mendukung/mengaktifkan mod_expires, karena alasan tertentu.

Jadi untuk pengoptimalan yang satu ini sayang sekali saya tidak bisa melakukannya.

Tahu mod_expires aktif atau tidak dari mana? Tanya hostingnya.

BACA JUGA: Optimalkan Lebih Lagi Kecepatan Situsmu dengan Content Delivery Network Cloudflare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.