Produsen, Hati-Hati Menggunakan Strategi Reseller

posted in: Bisnis, Marketing/Sales | 4

Strategi reseller terkesan jitu. Ibarat punya pasukan sales yang tak perlu Anda gaji. Akan tetapi mungkin ini strategi akan merugikan Anda.

Masalah yang kerap kali muncul adalah harga jadi jatuh di tangan reseller.

Biasanya langkah pertama yang dilakukan oleh reseller adalah mencari tempat semut berada. Tempat termudah dengan fasilitas memadai dan gratis adalah marketplace. Sekarang apakah yang akan terjadi bila ada beberapa reseller yang menjual barang Anda di tempat yang sama? Sudah pasti perang harga.

Harga produk Anda akan jatuh.

Kalau calon reseller lain melihat harga Anda sudah jatuh-jatuhan, tentu tidak lagi berminat dengan barang Anda.

“Marketplace is a kampretplace,” kata seorang produsen yang tak mau disebutkan namanya.

Kecuali Anda memiliki kebijakan untuk mengatur harga barang Anda di pasaran. Maka berpikirlah ulang sebelum Anda menerapkan strategi ini.

4 Responses

  1. Melraj Rahma
    | Reply

    Tapi kok sekarang banyak yang justru pakai cara ini ya pak Juan…walaupun segitu ngeri sebenarnya melihat dampak negatifnya…btw kok blognya sekarang jarang update lagi pak…saya tunggu artikel bisnisnya

    • Juan
      | Reply

      Sebenarnya boleh saja. Akan tetapi perlu dipertimbangkan efek sampingnya. Misalnya saja saya pernah ingin mencoba menjual satu brand berkaitan dengan produk-produk karet dan air, seperti perahu karet, ban karet, dan lain-lain. Awalnya senang karena melihat produknya kelihatannya bagus tapi ketika melihat di marketplace, wow ini pada jualnya bisa 1/2 harga dari harga yang ditawarkan kepada saya. Jadinya saya mundur 1000 langkah deh.

      Saya pernah juga iseng-iseng mau beli pakan lele. Ini sistemnya bagus. Pembeli akhir tidak boleh beli langsung ke pabrik. Yang boleh beli itu agen. Yang kalau pesan berton-ton. Agen jualnya ke toko-toko, dalam kuantitas yang lebih sedikit. Nah, kalau pembeli akhir yang mau beli hanya 1 karung, diarahkan ke toko. Jadi toko bisa untung donk. Kalau gak kasihan toko. Dimakan sama pabriknya sendiri.

  2. mrwriter
    | Reply

    Betul juga ya, tetapi reseller adalah sumber rejeki bagi yang belum memiliki produk sendiri. Jadi gimana, kalau gak bersaing harga akan kalah.. :)

    • Juan
      | Reply

      Kalau sebagai produsen ada beberapa cara yang ditempuh. Seperti membuka keagenan. Tentu syarat menjadi seorang agen akan lebih sulit dibandingkan toko yang menjual barang tersebut, atau bahkan end user yang membeli hanya sedikit.

      Jadi sebagai produsen ketika ada customer yang hanya ingin beli sedikit diarahkan untuk membeli dari toko. Dan kalau ada toko yang ingin membeli, di arahkan ke agen. Jadi produsen jangan mengizinkan end user atau toko untuk beli langsung ke produsen.

      Kemudian harus ada aturan main, kalau memang mau menjual produk ini, tidak boleh di bawah harga tertentu. Jadi sudah ada HETnya. Harga Ecer Terendah.

      Yang seringkali terjadi adalah produsen tidak memakai ini. Akhirnya reseller hancur-hancuran harganya. Khususnya kalau di marketplace.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.