Konten Bor, Cara Gandakan Trafik Konten Tanpa Backlink

posted in: Blog | 11

Menggandakan trafik konten – Halo dUSer di artikel kali ini saya akan berbagi cara saya melipatgandakan trafik organik salah satu artikel saya, tanpa strategi backlink.

Ini adalah artikel pertama sebagai respon balik dari jawaban yang sudah diberikan oleh para subscriber dUS beberapa waktu lalu. Lewat newsletter saya bertanya: Apa tantangan yang kalian hadapi?

Jawaban mereka pada umumnya adalah: ranking, trafik dan promosi.

Sesungguhnya Ini juga tantangan yang sedang saya hadapi. Dan saya struggle karena sifat saya tidak suka mempromosikan diri. Akan tetapi saya memutuskan tahun ini saya akan mendalami topik tersebut.

Prinsip agar konten bisa mendapatkan trafik organik yang lebih banyak dari mesin pencari:

  1. Masuk laman 1 di SERP – Konten harus masuk ke laman 1 mesin pencari.
  2. Ranking tinggi – Makin tinggi posisi konten untuk kata kunci bervolume pencarian besar, makin banyak trafik yang bisa Anda peroleh.

Berikut hasil penelitian Click Through Rate (CTR) berdasarkan posisi konten di mesin pencari yang diadakan oleh berbagai perusahaan dari 2006-2014.

click through rate

Sumber: MOZ

Meskipun angka mereka saling berbeda akibat perbedaan metode yang mereka gunakan, tetapi semuanya memiliki kesamaan, yaitu semakin tinggi posisi ranking Anda, makin besar pula CTR Anda. Otomatis trafik akan semakin banyak.

Perlu Anda ketahui, ketika kita bicara ranking, khususnya di Google ada dua hal yang harus jelas:

  1. Ranking di Google versi apa?
    .co.id kah? .com kah? Sebab beda versi, hasilnya pun bisa beda.
  2. Rangking atas kata kunci apa?
    Konten Anda bisa ranking untuk berbagai kata kunci. Jadi ketika Anda berkata “Saya ranking 1!” untuk kata kunci apa. Tidak ada gunanya ranking di kata kunci yang jarang dicari orang.

Nah, saya memiliki sebuah konten tutorial yang sudah bertengger selama berbulan-bulan di posisi 4 teratas di google.com untuk kata kunci “toko online wordpress,” yaitu:

Cara Membuat Toko Online WordPress dalam 1 Hari

Saya ingin posisinya naik.

Strategi yang saya gunakan adalah membuat konten bor, yaitu konten yang sifatnya informatif dan menggali dengan sangat amat dalam dan detil. Bahasa Inggrisnya in depth post.

Awalnya tutorial ini terdiri dari 15 artikel, di luar tutorial tambahannya. Lalu saya gabungkan. Total menjadi sekitar 8000 kata. Semua komentar juga saya pindahkan menjadi satu menggunakan plugin Tako Moveable Comment.

Kenapa konten bor?

Keputusan saya menggabungkan 15 artikel tersebut didasarkan pada 3 hal:

1. Google suka konten bor
Menurut hasil analisa yang dilakukan oleh serpIQ pada tahun 2012 silam. Rata-rata konten yang menduduki peringkat 10 teratas di SERP (Search Engine Result Page) memiliki jumlah kata di atas 2000.

average content length of the top 10 results

2. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh
Buat apa punya artikel banyak tapi masing-masing tidak mampu menembus SERP laman 1. Ibarat punya jala lebar tapi tidak bisa menangkap ikan (kalau bisa syukur). Jadi lebih baik saya gabungkan untuk mencoba mendongkrak rangkingnya.

3. Sakit hati
Saya sakit hati melihat artikel-artikel yang trafiknya hanya 0, 1, 2. Mereka hanya numpang tidur.

Keuntungan menulis konten bor

Selain mendapatkan keunggulan dari sisi SEO, konten bor juga memiliki keuntungan lain, yaitu:

1. Terlihat lebih bernilai di mata pembaca
Konten bor lebih memiliki potensi untuk me-WOW kan. Sebagai contoh coba lihat beberapa komentar dari salah satu artikel Inggris saya:

How to Start a Blog with WordPress for Beginners (Not a Free Guide)

Wow awesome Juan, that’s a pretty meaty and well worked article!
– Karolina Kornell –

Wow! This post is like an encyclopedia! Definitely pinning for future reference and sharing it. Very useful
– Fabi Maravilla –

Wow. So much useful information. I bookmarked this page! I appreciate all the hard work you put into this post. Thank you for sharing.
– Melanie –

Sebelum ini, tidak pernah ada yang berkata WOW.

2. Ada alasan untuk meminta Bookmark
Kalau Anda baru kenal sebuah situs. Paling besok Anda sudah lupa.

Jadi dengan artikel panjang saya ada alasan untuk meminta mereka bookmark artikel saya. Taktik ini sih old school, tapi lebih baik daripada tidak ada hook sama sekali yang yang membuat mereka kembali lagi.

Selain itu ada rumor berhembus bahwa Google menggunakan Bookmark di Chrome sebagai salah faktor rangking. Walau pun agak susah untuk memastikannya, tapi tidak ada salahnya juga.

Hasil menerapkan strategi konten bor

Setelah saya terapkan strategi tersebut, inilah hasilnya:

30 Oktober 2015

Untuk kata kunci “toko online wordpress” di google.co.id, konten naik 1 peringkat menjadi ranking 3. (Saya tidak punya gambarnya waktu masih di peringkat 4)

firefox 31/10/2015 , 20:17:57 https://www.google.com/search?q=toko+online+wordpress&ie=utf-8&oe=utf-8 toko online wordpress - Google Search - Mozilla Firefox

Untuk google.com, saya ranking 4. Sayang saya tidak capture gambarnya.

7 November 2015

Ketika saya periksa lagi di google.co.id, konten sudah menduduki rangking 2.

Ranking 2 untuk kata kunci toko online wordpress di google.com

Di saat yang sama konten saya di google.com naik ke posisi 3

Ranking 3 untuk kata kunci toko online wordpress di google co id

Sesungguhnya volume pencarian untuk kata kunci “toko online wordPress” tidak terlalu banyak. Akan tetapi dari hasil ekperimen ini bisa kita lihat artikel bor dapat mempengaruhi ranking.

Dan bisa dilihat dari data trafik dalam 1 bulan terakhir. Dari yang sehari-harinya datar, setelah digabung, semenjak 30 Oktober ’15 trafik organik ke laman tersebut meningkat menjadi kurang lebih 2x lipat.

Hal ini mungkin juga disebabkan karena saya naik peringkat untuk kata kunci lain yang tidak saya perhatikan.

trafik naik

Cara menulis konten bor

Ok, Anda sudah lihat hasilnya, kini caranya.

Caranya sederhana: miliki datanya.

Yang perlu Anda lakukan bukan menulis bertele-tele, tetapi menggali sedalam-dalamnya setiap poin yang ada. Dikupas secara detil  dan diberikan data-data penyokong.

Jika Anda lihat sebatang pena, apakah orang bisa membuat artikel yang mendalam tentang pena? Jawabannya bisa.

Anda bisa bahas dimensinya, warnanya, beratnya, terbuat dari bahan apa, dibeli dimana, kapan dibelinya, oleh siapa, siapa pabrik pembuatnya, jenis-jenisnya, ketahanannnya, kenyamanan pakainya, dan seterusnya.

Bahkan kalau digali terus, bisa sampai siapa kakek pemilik pabrik yang membuat pena tersebut.

Berikan juga gambar-gambar. Sebab itu penting. Selain untuk menyampaikan pesan, gambar juga berfungsi sebagai jeda dari teks.

Apakah semua artikel sebaiknya dibuat ngebor?

Setiap blog tidak sama. Daya pikatnya berbeda. Strategi mendapatkan trafiknya pun berlainan.

Tiap blogger memiliki strategi masing-masing, misalnya:

  1. Darren Rowse – Digital Photography School
    Pada tahun pertama ia berfokus pada pembuatan konten-konten yang evergreen dalam jumlah yang banyak. Tulisannya tidak begitu in depth.
    Kemudian pada tahun kedua barulah ia berpromosi ke sana kemari. Ia lebih menggunakan strategi email marketing, membangun engagement, social media marketing, membuat forum, blogwalking dan lain-lain.
  2. Brian Dean – Backlinko
    Ia membuat artikel-artikel yang mendalam, plus berbagai strategi white hat untuk mendapatkan backlink. Hasilnya dengan hanya 32 artikel saja dalam setahun ia bisa membangun visitor hingga sekitar 5000 per hari.
  3. Darek Halpern – Social Triggers
    Artikelnya tidak dalam. Tetapi ia menggunakan teknik guest posting, untuk mengirimkan trafik ke blognya. Dan di blognya ia tangkap email-email visitornya. Agar ketika ia membuat artikel lagi (atau jualan), mereka bisa dikabarkan lewat email.

Jadi menulis konten bor bukanlah harga mati. Melainkan sebuah pilihan. Boleh Anda ambil, boleh juga tidak. Tergantung situasi Anda.

Perlu dicatat cara ini bisa saja tidak akan berhasil jika kompetitor Anda didukung oleh faktor-faktor ranking yang lebih kuat, seperti backlink, usia domain, dan lain-lain. Jadi kalau Anda ingin posisi paten, laman Anda harus terutama didukung dengan backlink.

Penutup

Dengan mengetahui efek konten bor, saya mulai menggabungkan beberapa tutorial saya yang terpisah-pisah, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Jika blog Anda bersifat tutorial, Anda bisa mempertimbangkan hal yang sama.

Alasan strategi ini bisa berhasil adalah karena tidak semua orang membuat konten bor. Karena butuh usaha dan pengetahuan yang lebih dalam untuk bisa menghasilkan konten bor yang bagus. Apabila semua orang melakukannya, maka ceritanya akan berbeda lagi.

Ok, apakah ada teman Anda yang mungkin membutuhkan artikel ini? Bagikanlah kepada mereka, karena Anda akan terlihat smart.

Tantangan: Coba perhatikan artikel lama Anda yang sudah masuk SERP laman 1, belum menduduki peringkat 3 besar, tapi sudah masuk 10 besar. Tulis lagi artikel tersebut dengan lebih detil dan berikan data-data dan gambar-gambar pendukung hingga mencapai setidaknya 2000 kata. Setelah itu tunggu beberapa minggu, dan bagikan pengalaman Anda di forum. Akan lebih baik kalau Anda sertakan dengan screenshotnya.

Jangan lupa untuk fetch di Google webmaster agar perubahan yang baru bisa segera diindex.

Bacaan lanjutan:

  1. Search Cara Menerapkan Mailchimp Mailing List di WordPress, dan Kenapa Saya Gagal Menggunakannya di Awal Ngeblog
  2. Blog Aliran Artikel Panjang Vs Aliran Artikel Pendek, Siapa Pemenangnya?

11 Responses

  1. suryaboymedan
    | Reply

    luar biasa artikelnya. sangat bermanaaf buat saya.
    terimakasih ya

  2. Bayu Win
    | Reply

    Wah kebutulan banget lagi cari artikel kaya gini (lagi ngejar pageone prodak jualan).. Benar banget artikel bor sangat cocok yang sedang me-SEO kan artikelnya.. Cocok buat yang mau jualan alias memberikan penawaran..

    Seprti biasa senang lihat artikel mas juan yang sering melakukan percobaan.. Plus perfeksionis dari tampilan hingga isi.. Nyaman dan betah bacanya.. Terlihat sekali dibuat dengan passion

    • Juan Feju
      | Reply

      Haha, terima kasih. Namun perlu saya wanti-wanti, trik ini tidak selamanya berhasil, khsususnya ketika harus berhadapan dengan laman-laman yang sudah mantap kedudukannya dan otoritatif.

      Maka langkah selanjutnya adalah baclink. Bagaimana caranya mendapatkannya, itu ada trik tersendiri, saya sendiri belum mahir.

  3. abdurohman afandi
    | Reply

    memang mas juan banyak inovasinya, suatu saat saya juga ingin …

  4. Tari
    | Reply

    Mas Juan, saya masih sedikit bingung dengan artikel bor ini, yang dimaksud membuat artikel baru dari gabungan artikel yang sudah diposting? Apakah tidak akan terjadi duplikat konten? Atau artikel tidak orisinil karena reproduksi dari artikel lama? Atau artikel lama yang di edit lebih dalam lagi? Maaf saya newbeee
    Terimakasih

    • Juan feju
      | Reply

      Dalam kasus saya, saya gunakan tutorial toko online yang terdiri dari 15 post sebagai contoh. Ketika saya gabungkan, yang lain saya hapus. Maka tidak mungkin duplikat.

      Kemudian pos saya yang pertama, kalau dilihat di rangking sudah menduduki peringkat 4, tapi kerjaannya di situ melulu. Ketika saya gabungkan ternyata peringkatnya naik, dan sessionnya di GA meningkat.

      Nah, kenapa saya pakai artikel yang sudah ada sedikit rangking, biar efeknya keliatan.

      Makanya di akhir saya bilang, coba Anda bor artikel Anda yang sudah rangking top 10. Biar keliatan, bener gak, kalau dibor bisa bantu naik.
      Kalau implikasinya buat saya, ya… kalau saya bikin tutorial tidak saya pisah-pisah lagi.
      Atau kalau bisa buat artikel yang minimal 2000 kata.
      Cuma saya juga katakan, tidak semua artikel harus dibor, karena tergantung situasi dan strategi.

  5. alviyatun
    | Reply

    Wah mas juan mantap ni tutornya, kapan” saya mau coba bikin bor artikel ah….

    • Juan feju
      | Reply

      Semoga trafiknya naik juga

  6. Odi permana
    | Reply

    Terimakasih banyak buat prengalamannya mas juan , singkat padat jelas hehe .

    • Juan feju
      | Reply

      Sama-sama. Semoga terpakai dan trafiknya naik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.