Waktunya Berhenti Mengikuti Seminar, Mendengarkan Audio, Membaca Buku atau Menonton Video tentang Motivasi

posted in: Ilmu Sukses | 0

Anda penggemar seminar Andrie Wongso, Tung Desem, acara TV Mario Teguh Golden Ways, dkk? Mungkin sekarang waktunya kamu berhenti mendengarkan motivasi dari mereka.

Mengapa saya katakan demikian? Karena motivasi itu penting…lho lalu kenapa disarankan untuk berhenti?

Sebab kalau sekedar termotivasi saja, orang bisa masuk jurang dengan semangat yang sangat tinggi. Saya pernah mendengar ada orang yang saking termotivasinya oleh seorang motivator, ia menjadi sangat percaya, PASTI BISA menjalankan usaha sendiri.  Lalu dijuallah segala-galanya termasuk rumah untuk modal, tapi sayangnya malah berakhir dengan kebangkrutan.

Disini terdapat satu masalah utama, yaitu untuk berhasil, motivasi saja tidak cukup, melainkan perlu juga memiliki HOW atau caranya.

Hanya orang yang berhasil mendapatkan HOW-nya yang bisa mengubah keadaan. Jika tidak ia akan terus berada di sebuah lubang kesulitan yang besar, tanpa bisa keluar.

LIHAT JUGA: Kalau Tahu Rasanya Kebelet, Kamu Tahu Rahasia Hidup Bahagia

Jadi mendengarkan motivasi dari para motivator itu apakah ada gunanya? Tentu ada, bukan berarti motivator itu racun. Pernah lihat acara Mario Teguh di TV saat mengundang para korban banjir. Dengan kata-kata Pak Mario mencoba mengubah cara berpikir para korban banjir. Dari yang awalnya cuma menerima nasib dan menunggu bantuan, menjadi mencoba aktif untuk bertindak.

Ada sebuah kata-kata bijak yang berbunyi:

Jaga pikiranmu, karena akan menjadi kata-kata.
Jaga kata-katamu, karena mereka akan menjadi tindakan.
Jaga tindakanmu, karena akan menjadi kebiasaan.
Jaga kebiasaanmu, karena akan membentuk karaktermu.
Jaga karaktermu, karena itu akan menjadi nasibmu,
Dan nasibmu akan menjadi hidupmu

Nah, apabila cara berpikirnya sudah mulai terbuka. Langkah selanjutnya adalah mencari HOW-nya.

Mendengaran motivasi-motivasi pembangkit semangat itu, baik, tapi jangan terus-terusan. Karena ada masalah-masalah yang tidak bisa terjawab dengan motivasi saja, misalnya, sedang bingung caranya mempromosikan usaha, baca bukunya, Mimpi Sejuta Dolar. Tidak ada gunanya. Harusnya baca, misalnya Marketing Gerilya, Marketing is Bullshit, dll.

Leave a Reply