Mendaki Rinjani dan Menjelajah Hongkong dengan Sepatu New Balance

Kalau bahas soal sepatu, banyak sekali merk sepatu yang bisa dibeli.

Lalu mengapa New Balance ?

Awalnya saya ingin beli sepatu Nike. Saat itu teman-teman sedang gencar-gencarnya olah raga lari, tetapi saya tidak punya sepatu untuk lari. Oleh karena itu saya berpikir untuk membeli sepasang.

Yang saya tahu, sepatu yang bagus untuk lari itu adalah Nike, Adidas dan Reebok. New Balance saat itu dan sampai sekarang memang sangat trend, tapi setahu saya, hanya sebagai sepatu jalan bukan untuk olahraga.

Baca juga: Sepatu Nike Flex Menghilangkan Rasa Nyeri Saat Berlari

Suatu hari saya membahas hal ini dengan seorang teman asal Singapura, Gene, seorang cabin crew dari Singapore Airlines yang sangat doyan lari dan mengoleksi berbagai macam jenis sepatu.

Gene mengatakan, bahwa kalau mau pakai sepatu yang awet, beli saja New Balance atau Sketchers. Memang modelnya masih kalah dibandingkan Nike atau Adidas. Akan tetapi menurutnya  Nike dan Adidas cepat rusak, ditambah harganya lebih mahal.

Mendaki gunung Rinjani

Kebetulan saya ada rencana naik gunung Rinjani. Oleh karena itu berkunjunglah saya ke toko New Balance untuk mencari sepatu trekking dan running. Dan kebetulan stok sepatunya sedang diskon. Saya beli sepasang dengan harga kurang lebih Rp. 500.000,-.

New Balance di Gunung Rinjani
Sepatu tahan banting!

Sebelum naik gunung, saya sudah pakai beberapa kali untuk lari, dan ternyata memang sepatunya enak dan empuk. Saya agak khawatir juga memakai sepatu itu untuk naik gunung, tapi saya pikir, wong judulnya trekking shoes, seharusnya baik-baik saja. Ternyata memang terbukti kekuatan dan kenyamanannya! Sepatu ini melindungi kaki saya dari tanah dan bebatuan dan membantu saya mendaki jalan yang menanjak. Kaki tidak ada lecet-lecet atau pun merasa nyeri.

 

puncak gunung rinjani
Di puncak gunung Rinjani berasama kawan-kawan

Traveling ke Hongkong dan Macao

Sekitar 4 bulanan kemudian, saya mencoba beli lagi sepatu New Balance yang diperuntukkan untuk aktivitas berjalan-jalan. Saya beli ketika lagi sale #hehe #anakdiskon. Harganya sekitar Rp. 300.000 an. Sepatu itu saya beri nama si abu-abu.

Saya baru saja pulang traveling dari Hong Kong dan Macao. Selama seminggu traveling, sepatu New Balance memang enak sekali dibuat berjalan jauh. Saya gunakan untuk berjalan ke sana dan kemari. “Mendaki gunung menyeberangi lembah.” Apalagi saat di Macao, lokasinya kan cukup dekat, ditambah cuaca yang juga mendukung untuk berjalan kaki terus dan teruuuss.

di jalanan Hongkong
Di jalanan Hongkong

Kekurangan sepatu New Balance

Saya akui di dalam kesempurnaan sepatu New Balance, ia tidaklah sempurna 100%. Penyiksaannya selama di gunung Rinjani meninggalkan sedikit luka. Pada bagian yang sering tertekuk pada saat berjalan, Lemnya ada yang sedikit lepas di kedua sisi.

lem lepas

Namun demikian secara keseluruhan, dari kenyamanan yang saya peroleh, saya tidak menyesal membeli sepatunya. Very recommended! Rasanya saya akan beli model lainnya (kalau lagi sale) :p

New Balance I’m In Love!

CHEERS!

Leave a Reply