Cara Membuat Toko Online WordPress dalam 1 Hari

Online shop

Toko online WordPress – Membuat tokol (toko online) sangat menyita waktu dan tuntutan teknikalitasnya juga tinggi. Sebagai perbandingan, dulu saya belajar dari nol, siang dan malam, Senin hingga Senin dan itu memakan waktu sekitar dua bulan.

Akan tetapi kini dengan WordPress dan WooCommerce Anda dapat membuat tokol dalam 1 hari saja dengan relatif mudah.

Tutorial ini telah menelan ratusan jam dari hidup saya dan saya telah merevisinya beberapa kali agar selalu up to date. Oleh karena itu saya akan sangat berterimakasih sekali, kalau Anda mau memberikan backlink ke laman ini atau share ke teman-teman Anda yang mungkin membutuhkan.

Saya ucapkan:

Terimakasih kepada Mas Darmawan dari PanduanIM yang sudah backlink kemari dari artikel: 4 Langkah untuk Mulai Berjualan Online

Sebaiknya Anda Bookmark (CTRL+D) laman ini, karena panjangnya hampir mencapai 8000 kata di luar tutorial tambahan lainnya. Jadi Anda bisa balik lagi jika diperlukan.

tokol wordpress woocommerce tema virtueTutorial in English: How to Build a WordPress Online Store with WooCommerce in 24Hrs.

Tutorial ini terbagi menjadi 3 bagian besar:

  1. Tutorial dasar
  2. Tutorial tambahan
  3. Bengkel tokol

Tutorial dasar – Ada 15 langkah untuk membangun tokol dasar dan inilah yang akan Anda pelajari:

Tutorial tambahan – Tutotam bertujuan untuk memperkaya tokol Anda:

  1. Cara Membuat Tema Anak
  2. Cara Memasang Aplikasi Chat
  3. Cara Menambahkan Slider Pada Tema
  4. Cara Memindahkan Posisi Harga Awal Ketika Diskon
  5. Cara Membuat Laman Konfirmasi Pembayaran
  6. Cara Menambah Info Kontak di Atas Menu Utama Tema Virtue
  7. Cara Menampilkan Informasi Rekening
  8. Cara Membuat Pita/Badge “Sale” dan Barang “Baru” di WooCommerce
  9. Cara Membuat Navigasi Filter Produk
  10. Cara Membuat Kaca Pembesar
  11. Cara Membuat Halaman Sold Out
  12. Cara Menerapkan Harga Grosir di WooCommerce
  13. Cara Memanfaatkan WooCommerce Image Flipper di Tema Virtue
  14. Cara Membuat Email Dengan Nama Domain Kita
  15. Cara Agar Email Tokol Tidak Masuk Folder Spam
  16. Tingkatkan Keamanan Tokol dengan reCAPTCHA
  17. Cara Membuat Menu di Footer

Silahkan klik: Cara Membuat Toko Online WordPress dalam 1 Hari [Tutotam]

Bengkel tokol – Tutorial untuk perawatan dan modifikasi:

  1. Bila Yith WooCommerce Ajax Navigation Tidak Berjalan di Tema Virtue
  2. Modifikasi Halaman Blog – Single Post dari Tema Virtue
  3. Menghilangkan Judul Halaman Toko, Sortir dan Keterangan Jumlah Item yang Ditampilkan
  4. Bila Dashboard WordPress Tiba-tiba Blank
  5. Menghilangkan Tombol Panah Penambah Jumlah Barang Yang Muncul Tiba-tiba di Firefox
  6. Cara Terlarang Tampilkan Slideshow Tema Virtue di Laman Toko

Silahkan klik: Cara Membuat Toko Online WordPress dalam 1 Hari [Bengkel Tokol]

Catatan:

  1. Tidak bisa menggunakan wordpress.com – Sebab di sana tidak boleh instal plugin. Sementara WooCommerce adalah sebuah plugin yang harus diinstal.
  2. Perhitungan 1 hari – Ini di luar proses mengunggah produk ke tokol dan kustomisasi lainnya.

WooCommerce gratis tapi handal

WooCommerce pada mulanya dikembangkan oleh WooThemes. Kemudian pada bulan Mei 2015 diakuisisi oleh WordPress. Jadi sekarang toko online Anda didukung oleh perusahaan yang telah mengembangkan sebuah platform paling populer di dunia.

Menurut situs dari WooThemes, plugin WooCommerce telah diunduh sebanyak 13.760.235 kali dan dipakai oleh 37% toko online di dunia.

Keunggulan WooCommerce

Saya sudah pernah menjajal 2 platfom eCommerce lain sebelum WooCommerce, misalnya:

  1. Prestashop – menurut saya pengoperasiannya tidak mudah
  2. Opencart 1.5.6 – saya menghabiskan waktu 2 bulan penuh untuk belajar. Meskipun sederhana, tetapi ada banyak bug. Dibutuhkan pengetahuan koding yang tinggi.

Bila Anda ingin memulai bisnis online, sebaiknya jangan berlama-lama dengan pembangunan tokol-nya. Melainkan segera ke sisi pemasaran dan penjualan. Sebab uang tunai akan terus menipis untuk membayar ini dan itu.

Nah, kemudahan mempersiapkan tokol dengan WordPress dan WooCommerce bisa menjadi solusi itu. Cocok untuk Anda yang baru mau mulai dan ingin tokonya secepatnya berjalan.

Keunggulan lain dari menggunakan WordPress sebagai tokol Anda adalah Anda bisa menggunakan blog sebagai media marketing Anda. Sebab WordPress memang sebenarnya platform untuk blogging.

Namun demikian perlu Anda ketahui, marketing konten memerlukan keahlian tersendiri. Anda bisa saja membuat 10 artikel dan mendapatkan trafik yang tinggi, jika Anda tahu konten apa yang dicari orang dan bagaimana mempromosikannya.

Dengan WooCommerce besutan Woothemes Anda akan mendapatkan:

  1. Platform untuk memajang produk
  2. Sistem keranjang
  3. sistem stok
  4. Sistem pembayaran
  5. Sistem registrasi pelanggan
  6. Sistem pengelolaan data pesanan, pelanggan dan produk

Biaya pembuatan toko online

Biaya yang dikeluarkan untuk membuat tokol standar, relatif tidak besar, yaitu: Domain, Hosting, Internet, dan Plugin.

Saya katakan relatif karena besarannya tergantung beberapa faktor pilihan dan daya finansial Anda.

WordPress dan WooCommerce, serta beberapa plugin, gratis. Namun untuk fitur lain seperti penghitungan biaya kirim (JNE, Tiki, POS), laman konfirmasi, filter produk dan lain-lain diperlukan tambahan plugin lainnya dan di antaranya berbayar.

Target pengguna

Ketika membuat tutorial ini saya menargetkan para pengguna WordPress pemula. Oleh karena itu saya banyak memberikan penjelasan dan detil tahapan yang harus dilakukan untuk mencapai sesuatu.

Keuntungan jualan menggunakan toko online

#1 Biaya relatif lebih murah

Apabila Anda pernah menyewa tempat untuk jualan, misalnya di mal. Anda tentu tahu, semakin luas tempatnya, semakin mahal harganya. Misalnya ukuran 2 x 1 meter bisa kena 3-6 juta per bulan. Apalagi kalau malnya elite.

Dengan toko online biaya tempat bisa digantikan dengan biaya domain dan hosting. Biaya .com setahun hanya sekitar Rp.120-140rb, hosting $2.95 – $3.95 per bulan. Anda bisa pajang produk hingga ribuan jenis.

Kalau sewa tempat, pemilik sewa dapat selalu menaikkan ongkos sewa. Begitu Anda terlihat sukses, uang sewa dinaikkan. Lama-lama Anda yang awalnya ingin bekerja sendiri, malah jadi seolah bekerja untuk pemilik tempat. Uang yang didapat, langsung berpindah tangan lagi ke pemberi sewa.

#2 Tidak perlu khawatir uang hilang

Memegang uang cash, apalagi dalam jumlah yang banyak bisa menjadi incaran penjahat.

Misalnya karyawan Anda hendak membawa uang hasil jualan di mal ke rumah Anda. Di dalam perjalanan ia bisa saja kena rampok atau dihipnotis di angkot. Atau bisa juga karyawan Anda pura-pura kena rampok. Uang pun raib.

Kalau transaksi di toko online, duit langsung masuk ke rekening.

#3 Tidak perlu khawatir kena tipu-tipu karyawan

Contoh kejadian di outlet baju, karyawati Anda naksir dengan salah satu baju yang Anda jual. Tapi dia tidak mau keluar uang sendiri. Trik yang ia lakukan adalah dengan menaikkan harga baju-baju yang dijual, nah dari kelebihannya itulah, ia gunakan untuk membayar baju yang ia inginkan.

Apabila Anda jualan di toko online, hal semacam itu tidak bisa terjadi.

#4 Pelanggan Anda tidak mudah dicuri

Apabila saat ini Anda berjualan di BBM group, pesaing Anda dapat pura-pura masuk ke group Anda sebagai pelanggan. Lalu ia catat no pin pelanggan Anda. Kemudian ia undang mereka untuk masuk ke groupnya.

Jika Anda menggunakan website, maka pesaing tidak bisa mencuri pelanggan semudah di BBM Group.

#5 Jangkauan pasar yang luas

Apabila Anda mampu memasarkan toko Anda, pada dasarnya tidak ada lagi batasan geografis. Orang di ujung dunia pun kalau mau bisa beli barang Anda.

Peringatan

Memiliki toko online yang siap operasi hanyalah langkah awal. Selanjutnya Anda HARUS melakukan marketing. Jika tidak, toko online Anda DIJAMIN kosong.

Persiapan

Teknologi berkembang dengan sangat pesat. Dalam mengikuti tutorial ini perhatikanlah versi WordPress dan plugin yang terkini dengan yang digunakan di tutorial. Sebab perbedaan versi bisa berarti perbedaan tampilan, fitur, dll.

Ada kemungkinan perbedaan versi bisa menyebabkan plugin-plugin atau tema yang dulunya bekerja menjadi sebaliknya.

Untuk infomarsi platform, plugin dan tema (tampilan grafik dan tekstual) yang akan kita gunakan adalah:

  1. Platform WordPress versi 4.1.1
  2. Plugin Jetpack by WordPress versi 3.4.1
    Plugin ini penuh dengan berbagai fitur yang bisa Anda gunakan untuk blog Anda. Sehubungan untuk proses pembuatan tokol ini Anda akan memerlukan fitur custom css-nya untuk merubah sedikit desain tata letak produk Anda nantinya.
  3. Plugin WooCommerce – excelling eCommerce versi 2.4.11
    Ini adalah plugin utama yang menginjeksi sistem pengelolaan tokol ke WP Anda mulai dari produk, pemesanan, dsb.
  4. Theme My Login 6.4.1
    Plugin ini menyediakan pengaturan form registrasi pelanggan dan menyediakan fitur verifikasi alamat email pelanggan untuk memastikan alamat email yang diberikan benar.
  5. Woocommerce JNE Shipping versi 8.1.02 dari AgenWebiste
    Plugin ini untuk untuk mengatur biaya pengiriman JNE tarif reguler.
  6. Tema Virtue dari Kandencethemes.com
    Tema adalah tampilan grafik dan teks, tata letak dari tokol Anda. Tentu Anda bisa menggunakan tema mana saja yang Anda suka. Di internet tersedia tema yang berbayar dan gratis.
    Untuk kepentingan tutorial ini, tema yang saya gunakan adalah Virtue.

Langkah 1
Beli Domain dan Sewa Hosting

Setiap orang yang ingin menjalankan tokol perlu memiliki domain dan hosting. Di langkah ini saya akan menjelaskan hal-hal yang perlu Anda ketahui.

Domain

Pengertian – Sederhananya domain adalah “alamat” tokol Anda di dunia maya.

Apabila ada orang yang mengetikkan alamat tersebut di peramban, misalnya www.domainanda.com, maka orang dapat melihat-lihat tokol Anda di layar komputer mereka.

Harga – Tergantung dari buntut atau ekstensinya, entah itu .com, .web.id, dan lain-lain harganya berlainan. Sesungguhnya mereka semua hanya nama saja, namun strategi pemasaran dan peruntukkan yang membuat harganya jadi tak sama.

Harga domain antara satu registrar dengan yang lain bisa berbeda. Biasanya tidak terlalu signifikan selisihnya.

Istilah – Suatu saat Anda akan mendengar kata TLD atau Top Level Domain. Ini hanya sebutan untuk kelompok domain yang berada di hirarki paling atas, contoh: www.domainanda.com. Inilah yang nanti Anda akan beli.

TLD ada yang dikhususkan untuk negara tertentu, yaitu ccTLD atau Code Country Top Level Domain, contoh:

  1. Perancis – www.domainanda.fr
  2. Indonesia – www.domainanda.id
  3. Amerika – www.domainanda.us
  4. dan lain-lain.

Domain khusus – Ada beberapa ektensi domain tidak boleh dipakai oleh sembarangan orang, misalnya:

  1. .go.id – hanya untuk instansi pemerintah.
  2. .co.id – hanya untuk perusahaan.
  3. .ac.id – hanya untuk lembaga pendidikan atau kursus dengan jenjang minimal setara diploma 1.
  4. .sch.id – hanya untuk lembaga pendidikan setingkat SD-SMA.
  5. dan lain-lain.

Memilih ekstensi domain – Untuk mudahnya gunakan saja .com untuk toko online. Ini boleh dipakai oleh siapa saja dan paling umum digunakan.

Cara memilih nama domain – Sebagai panduan ada 3 pilihan yang biasanya orang gunakan:

  1. Nama yang brandable, seperti:
    alibaba.com, zalora.com, bibli.com
  2. Nama Anda sendiri, seperti:
    hardisuwarno.com, bettysiantar.com

Hosting

Pengertian – Tempat Anda menaruh tokol Anda.

Wujud sesungguhnya tokol Anda adalah kumpulan file. Jadi Anda sewa tempat di sebuah web server untuk menaruh file-file tokol Anda disana.

Web server ini terkoneksi dengan jaringan internet. Dengan demikian semua orang dari seluruh penjuru dunia dapat mengaksesnya dan melihat-lihat tokol Anda.

Web server itu mirip dengan komputer Anda hanya saja lebih bertenaga.

Jenis-jenis hosting – Ada 3 jenis:

  1. Shared hosting – satu web server dipakai ramai-ramai, sumber daya seperti kapasitas memori dan cpu saling berbagi, ibarat rusun
  2. VPS / Virtual Private Server – Masih berbagi, tetapi jumlah usernya jauh lebih sedikit, ibarat kondominium.
  3. Dedicated hosting – Satu web server dipakai sendiri, ibarat rumah.

Setiap jenis, biasanya memiliki beberapa plan produk tergantung dari masing-masing perusahaan.

Di awal gunakan saja shared hosting. Bila trafik semakin tinggi dan kebutuhan akan sumber daya tidak lagi mencukupi, bisa pindah ke plan yang lebih tinggi atau gunakan jenis server yang selanjutnya

Biaya VPS dan dedicated hosting jauh lebih mahal daripada shared hosting, tapi jauh lebih bertenaga dan dapat melayani trafik yang banyak.

Panel kontrol – Pengelolaan hosting dilakukan melalui panel kontrol. cPanel adalah nama panel kontrol paling umum yang digunakan.

Jika ada pilihan sPanel, saran saya pilihlah cPanel, karena secara pengalaman pengguna lebih nyaman.

cPanel

Spanel

Spanel

Cara sewa hosting dan beli domain

Dimana Anda bisa sewa hosting?

Ada banyak perusahaan yang menawarkan jasa hosting. Baik di dalam negeri maupun di luar negri.

Masalahnya ada hosting yang buruk dan bagus.

2 Kriteria saya dalam memilih hosting:

  1. Server yang kuat dan cepat
  2. Pelayanan pelanggan yang luar biasa

Pada dasarnya orang hanya bisa mengetahui kualitas hosting dengan menjajalnya. Akan tetapi sayangnya Anda tidak bisa jajal sembarangan. Sebab biasanya ada kontrak. Dengan kata lain Anda harus bayar di muka untuk sekian bulan. Jika Anda tidak puas uang tidak bisa kembali.

Bila Anda benar-benar buta dengan hosting, saat research, jangan:

  1. Membaca artikel review yang hanya mencomot profil perusahaan hosting.
    Sebab yang menulis belum tentu menggunakannya sendiri. Kredibilitasnya rendah.
  2. Membaca testimonial yang ada di website hosting
    Testimonial itu mudah dipalsukan. Apalagi di dalam dunia bisnis, yang seringkali tidak terlalu mementingkan kredibilitas, mereka bisa mendapatkan testimonial dari mana saja.

Sebaiknya:

1. Baca rekomendasi dari blogger besar
Meskipun biasanya mereka berafiliat dengan hosting yang mereka rekomandasikan. Dengan kata lain mereka mendapatkan komisi jika Anda menggunakan hosting yang mereka anjurkan. Tetapi selama mereka sendiri menggunakannya dan blogger itu termasuk kredibel dalam ucapannya. Karena jika mereka menganjurkan produk jelek, kepercayaan pembaca kepadanya akan turun.

2. Gunakan checklist yang saya berikan

Cek list ini adalah hasil dari pengalaman setelah menjajal 4 web hosting (3 lokal + 1 luar)

  1. Apakah hosting didukung layanan 24/7?
    Berbagai kejadian bisa terjadi kapan saja, dari masalah sepele hingga masalah yang besar. Akan lebih nyaman jika Anda bisa mendapatkan pelayanan yang cepat kapan saja.
    Perlu dicatat, ada hosting yang sekedar hanya mencantumkan layanan 24/7 tapi tidak memenuhi janjinya.
  2. Apakah server menggunakan SSD Storage?
    SSD storage lebih cepat dari storage biasa. Sebagian hosting ada yang menggunakannya secara penuh pada servernya ada yang hanya sebagian.
    Untuk melihat perbedaan SSD dan storage biasa bisa Anda lihat video dari PCmag
  3. Apakah server mendukung browser caching?
    Agar laman Anda bisa terbuka, ada berbagai file yang dikirim dari web server ke browser Anda. Namun sesungguhnya ada file-file yang tidak perlu dikirim berulang-ulang. Sebab jarang berubah isinya.
    Apabila browser caching diaktifkan, file-file tersebut akan disimpan oleh browser. Sehingga bila dibutuhkan, web server tidak perlu lagi mengirim ulang. Browser bisa mengambilnya langsung dari komputer Anda. Namun server Anda perlu mendukung ini.
  4. Apakah server mendukung keep alive?
    Di dalam setiap file yang dikirim sebuah sesi akan dibuka dan ditutup. Proses buka dan tutup memakan waktu jika file yang ditransfer banyak. Akan lebih baik jika dalam satu sesi, beberapa file bisa langsung ditransfer. Untuk hal ini fitur keep alive perlu didukung oleh server.
  5. Apakah server menggunakan cloudlinux?
    Kalau dulu, jika ada user menggunakan sumber daya server melewati batas, maka penghuni lain akan kena getahnya. Administrator server harus mencari biangnya dan mematikan apa pun yang sedang user itu lakukan. Dengan cloudlinux hal tersebut dapat dicegah.
  6. Apakah server menggunakan Google Page Speed Module?
    Berdasarkan pengalaman Google Page Speed Module bila diaktifkan dapat meningkatn peforma situs dengan cepat.
  7. Apakah server terintegrasi dengan CDN?
    CDN memungkinkan blog Anda didistribusikan ke server-server milik perusahaan CDN tersebut ke seluruh dunia.Tujuannya agar pengunjung Anda bisa dilayani dengan konten Anda dari server terdekat. Hal ini memotong jarak transfer, sehingga waktu untuk loading laman berkurang. Biasanya hosting menyedian layanan dari pihak ketiga, misalnya: CloudFlare.
  8. Apakah ada keunggulah lainnya?
    Seperti menggunakan litespeed, Facebook caching technology, dan sebagainya

LIHAT JUGA: Technical Support Hosting yang Baik dan Buruk

Perlu diingat, saat Anda melakukan penelitian, mungkin Anda menemukan satu orang mengatakan hosting A bagus, tapi yang lain ada juga yang bilang tidak. Wajar saja, setiap orang punya pengalaman pribadi di perusahaan hosting yang sama. Selain itu tidak ada perusahaan hosting yang sempurna.

Rekomendasi hosting

Jika Anda bingung mencari hosting sendiri, saya merekomendasikan hosting luar Fastcomet. Dari 4 web hosting yang pernah saya jajal, ini adalah yang terbaik, dilihat dari sisi pelayanan dan kecepatan.

Setelah mengalami 2 kali kecewa berat menggunakan hosting lokal, FastComet itu seperti air segar. Inilah alasannya:

  1. Pelayanan luar biasa
    Standby 24/7 – waktu respon 2-10 menit. Ada masalah siang, malam, atau pagi, selalu ada yang siap membantu.
    Sebagian besar orang dari sales hingga tesunya ramah dan berpengetahuan. Ada juga sih pernah ketemu satu yang agak kurang helpful, tapi masalah tetap diurus.
  2. Server kuat dan cepat
    Sudah SSD, memiliki berbagai caching teknologi, mendukung berbagai fitur untuk optimasi kecepatan.
  3. Domain gratis seumur hidup
    Jika mengambil salah satu dari paket mereka.
  4. Garansi 45 hari uang kembali
    Tidak puas dalam 45 hari, uang kembali.
  5. Tidak ada kontrak
    Artinya jika pelayanan mereka buruk setelah 45 hari. Anda bisa angkat kaki kapan saja dan sisa uang kembali. Anda selalu berada di sisi yang aman.
  6. Dapat 1 hosting gratis untuk 1 tahun.
    Anda bisa mengaktifkan 1 akun gratis dengan fitur yang sama seperti hosting yang Anda pesan selama 1 tahun. Setelah 1 tahun Anda dapat menentukan, apakah Anda ingin terus menggunakannya atau tidak.
  7. SSL Gratis
    Untuk paket E-commerce di shared hosting Anda akan mendapatkan SSL. Dengan demikian transaksi yang menyangkut data-data sensitif tidak dicuri orang.

Kekurangannya:

  1. Dari plan shared hosting tertinggi ke plan VPS terendah harganya jomplang. Bagi yang tidak punya budget bisa shock.
  2. Kalau pakai SSL di shared hosting, situs akan terasa lebih pelan. Jadi lebih baik terapkan SSL pada bagian transaksi saja atau pindah ke VPS.

Memilih hosting yang bagus itu penting, sebab Anda tidak ingin situs Anda sering mati atau bahkan disuspen tanpa pemberitahuan.

Anda bisa membeli domain dan hosting di tempat yang sama atau terpisah. Di FastComet, domain gratis.

Pengaturan bila membeli atau memiliki domain di tempat lain

Jika Anda membeli domain di tempat lain, maka Anda harus mengarahkan Nameservernya ke hosting yang bersangkutan.

Cara mengarahkan domain ke hosting lain

  1. Akses clientarea registrar Anda.
  2. Buka laman My domains.
  3. Di laman My domains, klik tanda panah kecil dari domain yang bersangkutan seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah, pilih Manage nameservers.manage name server
  4. Di laman Nameserver, ubah nameserver yang sekarang ke nameserver hosting Anda. Tanyakan namanya dari customer service hosting Anda.nameservers

Setelah itu Anda harus tunggu hingga terjadi propagasi. Propagasi adalah waktu yang diperlukan sebuah domain tersambung dengan server hosting yang dituju. Kecepatannya bisa lama dan sebentar.

Cara memindahkan domain lama ke tempat hosting yang sekarang

Jika sebelumnya Anda sudah memiliki domain di tempat lain dan ingin dipindahkan:

  1. Ubah nameserver – Lakukan seperti yang diajarkan di atas.
  2. Disable registrar lock – Agar tesu hosting Anda dapat memindahkan domain Anda
  3. Catat EPP Code – Berikan kepada tesu hosting Anda. Dengan ini tesu hosting Anda memiliki otorisasi memindahkan domain Anda ke tempat mereka.

Baik registrar lock maupun EPP Code dapat ditemukan di laman client area Anda.

Langkah 2
Instal WordPress dalam 5 Menit

Domain dan hosting Anda sudah siap. Berikut yang perlu Anda lakukan untuk menginstall WordPress

Tahap 1 – Login cPanel

Setelah Anda membeli domain dan hosting Anda akan mendapat email. Isinya username dan password cPanel.

  1. Untuk mengakses laman login cPanel ketik:
    www.namadomainanda.com/cpanel
    di bilah alamat browser, kemudian tekan enter.
  2. Anda akan melihat kotak login seperti di bawah ini, isikan username dan password, tekan enter

cpanel login

Tahap 2 – Install WordPress

Antar muka cPanel antar hosting bisa saja berbeda. Tapi tahap-tahapnya sama saja.

  1. Di cPanel klik icon “Softaculous”.
    Atau untuk mudahnya gunakan ruas pencari, ketik “softa”, maka aplikasinya akan muncul.
  2. Selanjutnya layangkan kursor ke atas logo WordPress dan klik tombol “Install”
  3. Anda akan masuk ke laman instalasi WordPress.

Ikuti pengaturan ini:

Software Setup
Choose Protocol: http:// (Jika Anda tidak menggunakan SSL. Kalau Anda tidak tahu apa itu SSL, kemungkinan besar Anda tidak menggunakannya)
Choose Domain: (pilih nama domain Anda)
In Directory: (kosongkan)

Site Settings
Site Name: (Isi nama Anda)
Site Description: (Berikan deskripsi singkat tentang tokol Anda)
Enable Multisite: kosongkan

Admin Account
Admin Username: (Ubah, jangan gunakan “admin” untuk keamanan)
Admin Password: (Ubah, buat jadi kuat)
Admin email: (Masukkan email Anda)

Choose Language
Select Language: (Pilih bahasa)

Select Plugins
(Kosongkan saja semua)

Advanced Settings
(Biarkan saja)

Select Theme
(Tidak usah pilih tema, Anda akan instal tema sendiri)

Terakhir tekan tombol “Install.”

Selesai. Tunggu hingga proses instalasi selesai.

Langkah 3
Masuk ke WordPress Dashboard

Untuk mengakses dashboard WordPress, ketik di bilah alamat:

www.domainanda.com/wp-admin

Masukkan username dan password yang telah Anda buat pada saat proses instalasi. Jika Anda memasukkan dengan benar, maka Anda akan masuk.

wordpress login pageIni adalah penampakan dari WordPress Dashboard.


Langkah 4
Instal dan Konfigurasi Plugin Jetpack by WordPress

Jetpack adalah sebuah plugin yang terdiri dari kumpulan modul plugin.

Untuk instalasi plugin pertama ini, saya akan bimbing Anda setahap demi setahap. Selanjutnya diharapkan Anda bisa melakukannya instalasi plugin lainnya sendiri.

Tahap 1

Install plugin Jetpack

1. Klik menu: Plugin > Add New.

Add new plugin

2. Isi: jetpack di field Search dan tekan enter.
Setelah plugin Jetpack muncul, klik tombol: Install Now pada plugin Jetpack by WordPress.com.

Install Jetpack3. Klik: Activate Plugin.

Sampai sini tahapan umum untuk melakukan instalasi sebuah plugin di WordPress telah selesai.

Sehubungan dengan plugin Jetpack itu sendiri, masih ada pengaturan yang harus dilakukan. Mari kita lanjut ke tahap berikutnya.

Tahap 2

Koneksikan tokol Anda dengan Jetpack

1. Di bagian atas laman Anda akan melihat banner seperti pada gambar. klik tombol: Connect to WordPress.com

2. Anda akan masuk ke laman seperti di bawah ini.

Connect to Wrodpress2Jika Anda sudah memiliki akun WordPress
Isi username dan password WordPress.com Anda *.
Klik tombol Approve

*) Ingat akun WordPress.com tidak sama dengan akun yang Anda gunakan untuk masuk ke dalam WP dashboard Anda.

Jika Anda belum memiliki akun WordPress

Klik tautan Need an account

Di laman berikutnya:

Isi email address, username, password
Klik tombol Create My AccountJika sudah bukalah: email Anda dan aktifkan akun WordPress Anda. Setelah itu kembali koneksikan tokol Anda dengan WordPress.

Tahap 3

Aktifkan modul. Klik Jetpack > Settings. Aktifkan modul plugin jetpack:

  1. Custom CSS
  2. Photon

Matikan yang lain.

Cara mengaktifkan/mematikan modul, silahkan layangkan kursor ke modul yang dituju > Klik activate atau deactivate.

Catatan: Tentu saja nantinya Anda boleh mengaktifkan modul-modul lainnya. Terserah Anda.  Akan tetapi saran saya modul stats dan monitor sebaiknya tidak digunakan karena sangat memakan resources.

Langkah 5
Instal dan Konfigurasi Tema Virtue

VirtueGunakanlah tema yang dikembangkan secara khsusus untuk Woocommerce. Sebab tampilannya akan jauh lebih baik.

Di dalam turoial ini saya merekomendasikan tema Virtue. Silahkan Anda gunakan versi gratisnya, jika Anda suka, boleh beli versi yang premium.

Versi premium akan terlihat lebih cantik. Sebab dilengkapi dengan fitur-fitur yang tidak dimiliki versi gratis, seperti slider, animasi, dan berbagai hal lainnya.

Tips: Tema yang tidak mengikuti perkembangan WooCommerce bisa saja menjadi eror.

Cara Instalasi Tema Virtue

Untuk tema Virtue, ikuti tahap-tahap berikut ini.

Tahap 1

Klik menu Appearance > Themes > Add New

Tahap 2

Tunggu hingga halaman Add Themes muncul.
Isi kata virtue di field search for themes by keyword.
Nanti akan muncul temanya. Arahkan kursor ke tema tersebut dan klik tombol Install.

Tahap 3

Instalasi selesai, klik Activate.

Tahap 4

Pada sisi atas WordPress Dashboard Anda akan melihat tulisan seperti di bawah ini. Klik begin installing plugin.

Install virtue pinnacle toolkitDi laman berikutnya, klik Install.

Install virtue pinnacle toolkitTunggu hingga proses instalasi selesai. Klik Return to Required Plugins Installer

Return to required plugins installerKlik Activate untuk mengaktifkan plugin tersebut.

Activate virtue pinnacle toolkitLakukan konfigurasi untuk tema Virtue

Klik menu samping Appearance > Theme Options.

Di sini adalah pusat pengaturan theme Anda.

Saat ini Anda hanya perlu mengatur sidebar dan logo.

Tahap 1

Jika Anda ingin sidebar tampil di laman depan, klik TAB Home Layout.
Kemudian di bagian Display a sidebar on the Home Page? pilih ikon gambar yang sebelah kanan.

Tahap 2

Jika Anda ingin menampilkan sidebar di laman category produk, Klik TAB Shop Settings.
Lalu di bagian Display a sidebar on shop archives? pilih ikon gambar yang sebelah kanan. Jika sudah, klik tombol Save Changes.

Tahap 3

Pengaturan logo dapat dilakukan di TAB Main Settings.
Di bagian Logo, upload logo tokol Anda. Upload juga logo dengan ukuran 2x dari logo ukuran normal untuk device yang menggunakan layar retina.

Jika sudah, klik tombol Save Changes

Langkah 6
Instal dan Konfigurasi Plugin WooCommerce

Plugin WooCommerce

Sekarang waktunya untuk menyuntikkan manajemen toko ke dalam WordPress.

Tahap 1 – Instal dan aktifkan plugin WooCommerce – excelling ecommerce

Bila Anda lupa cara menginstal plugin, silahkan lihat kembali Langkah 4 untuk contoh.

Setelah plugin diaktifkan, maka Anda akan melihat dua menu tambahan, yaitu Woocommerce dan Products.:

New menu item

Tahap 2 – Jalankan Setup Wizard

Semenjak versi 2.4 instalasi WooCommerce sedikit berbeda dari biasanya. Setelah plugin diaktifkan, Anda akan melihat banner Run the Setup Wizard di bagian atas WP Anda. Dulunya Install Woocmmerce Pages.

Tujuan setup wizard ini adalah mempermudah dan membimbing Anda menyiapkan tokol Anda di awal.

Page setup

Di laman selanjutnya klik tombol Continue untuk menginstal 4 laman WooCommerce: Shop, Cart, Checkout dan My Account.

instal laman-laman woocommerce

Info: Keempatnya nanti dapat Anda temukan di menu Pages.

 

Store locale setup

Selanjutnya Anda akan melihat hal-hal yang perlu Anda setting.

store local setup

Cara mengisi:

  1. Where is your store based – Dimanakah lokasi bisnis Anda. Jika Anda di Indonesia, isi Indonesia.
  2. Which currency will your store use – Mata uang apa yang Anda gunaka untuk tokol. Jika Anda di Indonesia, isi rupiah.
  3. Currency position – Posisi mata uang. Tiap negara memiliki kebiasaan meletakkan posisi mata uang yang berbeda. Jika Anda di Indonesia silahkan isi left atau kiri.  only dan Anda dapat membatasi negara-negara mana yang hendak Anda layani.
  4. Thousand separator Pemisah ribuan. Indonesia menggunakan titik. Kalau luar negri biasanya memakai koma.
  5. Decimal separator Pemisah desimal untuk sen. Indonesia menggunakan koma. Sementara orang luar negri memakai titik.
  6. Number of Decimal – Jumlah desimal. Pilih 0 bila Anda tidak ingin menampilkan sen.

Shipping & tax setup

Di laman berikutnya Anda akan mengisi hal berkaitan dengan pengiriman dan pajak. Perhatikan apa yang Anda isi di sini akan tergantung dari bisnis Anda. Gambar di bawah ini adalah settingan defaultnya.

pengiriman dan pajak woocommerce

 

Will you be shipping products? Anda ditanya apakah Anda akan mengrim produk fisik. Jika ya silahkan centang kotak Yes, I will be shipping physical product to customers. Kotak di bawahnya kosongkan saja. Karena untuk pengriman kita akan menggunakan JNE.

Will you be charging sales tax? Ini settingan mengenai pajak berdasarkan lokasi. Apabila Anda melakukan transaksi di Indonesia, ini tidak diperlukan.

Berbeda jika Anda melakukan bisnis, misalnya di Amerika. Di sana ada peraturan pajak yang berdasarkan origin-based atau destination-based. Tiap negara bagian memliki aturannya sendiri.

Jika Anda ingin menerapkan pajak lokasi pada tokol, silahkan centang kotak Yes, I will be charging sales tax. Jika tidak, hilangkan.

How will you enter product prices? BagaimanaAnda akan menuliskan harga pajak? Apakah termasuk di dalam harga atau di luar harga produk.

Apabila pajak sudah termasuk di dalam harga barang, pilih I will enter prices inclusive of tax.

Apabila pajak belum termasuk di dalam harga barang, pilih I will enter prices exclusive of tax.

Jika sudah selesai klik tombol Continue.

Payments

Sekarang adalah urusan pembayaran. Karena di Indonesia paling banyak menggunakan bank transfer, maka untuk tutorial ini centanglah Enable BACS payment.

Klik tombol Continue.

Pembayaran WooCommerce

Your store is ready

Di laman terakhir Anda ditanya apakah Anda ingin mengizinkan WooCommerce mengirim data yang non-sensitif untuk analisis merek untuk membuat WooCommerce. Ini terserah Anda. Saran saya klik tombol No Thanks.

Dari sini Anda bisa saja mencoba membuat produk pertama Anda. Akan tetapi lebih baik lanjut ke tahap 3 untuk konfigurasi tokol lebih detil.

Klik Return to the WordPress Dashboard.

Tahap 3 – Konfigurasi WooCommerce

Klik WooCommerce > Settings.

WooCommerce SettingsSebagian dari konfigurasi di bawah ini sudah dilakukan melalui wizard setup di atas. Akan tetapi saya akan menunjukkan kembali jika Anda perlu melakukannya tanpa wizard.

Woocommerce tabsUntuk sekedar informasi di bagian halaman setting terdapat beberapa TAB, yaitu :

  1. General – berisi hal-hal yang umum, seperti konfigurasi jenis mata uang, registrasi, penampilan tokol, dll.
  2. Products berisi konfigurasi berkaitan dengan produk di Anda, seperti satuan berat, satuan panjang, inventory, dll.
  3. Tax – konfigurasi pajak.
  4. Checkout berisi konfigurasi untuk berbagai jenis pembayaran
  5. Shipping konfigurasi pengiriman, contohnya tarif pengiriman.
  6. Accounts – konfigurasi berkaitan dengan akun pelanggan.
  7. Emails – konfigurasi email.
  8. Webhooks – konfigurasi untuk mengirim notifikasi ke sebuah URL

Tahap 3.1 – Konfigurasi di Tab General

General Options

Klik TAB General dan lakukan pengaturan di General Options sebagai berikut :

Keterangan:

  1. Base Location Ini adalah lokasi bisnis Anda.
  2. Selling Location(s) Pilih :
    a. Sell to all countries bila Anda melayani pengiriman ke seluruh dunia.
    b. Sell to specific countries only bila Anda melayani pengiriman ke negara-negara tertentu saja.
  3. Specific Countries pilihan ini muncul jika pada parameter no. 2 Anda memilih Sell to specific countries only dan Anda dapat membatasi negara-negara mana yang hendak Anda layani.
  4. Default Customer Address – lokasi pelanggan. Fungsinya untuk memperkirakan besaran pajak dan biaya pengiriman.
    • Shop base address – sistem berasumsi lokasi pelanggan sama dengan tokol
    • No address – Tanpa lokasi – pajak tidak akan dihitung.
    • Geolocate address – memperkirakan lokasi pelanggan otomatis dan memperhitungkan besaran pajak berdasarkan lokasi.
    • Geolocate address (with page caching support) – Jika Anda ingin WooCommerce bisa memperikirakan lokasi pelanggan dan Anda melakukan bisnis dengan banyak negara.

Currency Options

Silahkan ikuti konfigurasi seperti di bawah ini:

Currency optionsKeterangan:

  1. Currency – Jenis mata uang
  2. Currency Position – Posisi mata uang, apakah di kiri seperti Rp 1.000 atau di kanan seperti 1.000 Rp.
  3. Thousand separator Pemisah ribuan, kalau Indonesia menggunakan titik. Kalau luar negri biasanya memakai koma.
  4. Decimal separator Pemisah desimal untuk sen, kalau Indonesia menggunakan koma. Sementara orang luar negri memakai titik.
  5. Number of Decimal – Jumlah desimal. Pilih 0 bila Anda tidak ingin menampilkan sen.

Ingat setelah selesai disimpan, klik tombol: Save Changes

Tahap 3.2 – Konfigurasi di Tab Checkout

Atur sistem pembayaran, klik TAB Checkout

Untuk kepentingan tutorial ini kita hanya menggunakan pembayaran melalui bank transfer, sebagai cara pembayaran yang paling sering digunakan di tokol di Indonesia.

Ikuti konfigurasi seperti di bawah ini:

Checkout process configuration

  1. Jika Anda tidak menggunakan kupon, hilangkan centang pada Enable the use of coupons.
  2. Jika Anda ingin hanya pelanggan teregistrasi yang bisa belanja di tokol Anda, hilangkan centang pada Enable guest checkout

Setelah selesai klik tombol: Save Changes, lalu klik tautan: Bacs.

Disini adalah tempat untuk mengatur pembayaran menggunakan Bank Transfer.

BACSLihat di bagian Account Details, isilah detil akun bank Anda. Untuk pembayaran lokal Anda hanya perlu mengisi Account Name, Account Number, dan Bank Name

Satu hal yang menarik, sejak versi 2.1 Anda sudah bisa menggunakan akun bank lebih dari satu.

Setelah selesai, klik tombol Save Changes.

Tahap 4 – Ubah tampilan front page

Secara default WordPress akan menampilkan blog di laman muka. Tapi kini Anda ingin menampilkan tokol. Caranya klik Setting > Reading.

Lakukan konfigurasi seperti gambar di bawah ini:

Front page setting

Tahap 5 – Tingkatkan WP memory limit

Apabila Anda ke WooCommerce > System Status > Cari WP Memory Limit, WooCoomerce menyarankan untuk menambahkan WP memory limit dari default 40 MB menjadi minimal 64MB untuk operasional.

Hal ini bisa dilakukan lewat cpanel > file manager > pergi ke folder tempat Anda instal WordPress. Jika Anda ikuti tutorial ini, maka seharusnya ada di public_html > Edit file wp-config.php (klik kanan > edit) > Tambahkan define (‘WP_MEMORY_LIMIT’, ’64M’).

edit wp-config

 

Jika Anda menggunakan hosting FastComet, WP Memory Limit kemungkinan sudah diset 256MB.

Langkah 7
Instal Plugin Theme My Login

Tujuan utama plugin ini diinstal adalah untuk fitur verifikasi emailnya.  Kegunaan tambahan lainnya adalah form login bisa disesuaikan dengan tema. dan Anda juga bisa menggunakan widget login, jika Anda mau.

Apa itu verifikasi email?
Saat calon pelanggan registrasi, mereka bisa saja salah atau dengan sengaja memberikan alamat email palsu. Ini sering terjadi. Tidak hanya itu, tak jarang ada bot-bot yang dirancang untuk mengisi form pendaftaran secara otomatis, sehingga lama-lama database pengguna Anda dipenuhi akun bodong.

Dengan fitur verifikasi email, calon pelanggan akan diminta untuk mengklik sebuah tautan di email yang dikirim kepadanya sesaat setelah ia registrasi. Sesudah itu ia akan mendapatkan username, dan dapat menset password.

Plugin TML adalah besutan dari Jeff Farthing. Pada saat artikel ini dibuat, plugin telah dipakai oleh 100.000 orang lebih.

Siap kerja? Mari kita mulai.

Tahap 1 – Instal dan aktifkan Plugin Theme My Login

Lakukan instalasi dan pengaktifan plugin seperti biasanya.

Jika sudah, maka pada menu samping Anda akan muncul Menu TML. Kliklah menu tersebut.

Menu TML

Tahap 2 – Konfigurasi umum Plugin Theme My Login

Pada saat pertama, Menu TML tidak memiliki sub menu. Setelah Anda mengaktifkan beberapa fiturnya, sub-sub menu baru muncul. Centanglah pilihan yang ada sesuai petunjuk gambar.

Konfigurasi umum theme my login

Tentu saja nanti Anda dipersilahkan untuk menggunakan fitur-fitur lainnya, seperti custom email yang akan dikirim ke pelanggan Anda, jika diperlukan.

Bila sudah, klik tombol Save Changes.

Tahap 3 – Konfigurasi redirection

Klik menu samping TML > Redirection.

Di laman selanjutnya, Anda akan melihat setiap role yang ada di tokol Anda, seperti: customer, admin, dll. memiliki pilihan redirect untuk log in dan log out.

Redirect artinya setelah log in dan log out, user diarahkan ke laman tertentu. Ada 3 pilihan redirect:

  1. Default – user dikirim ke dashboard/profile.
  2. Referer – user dikirim ke laman sebelum log in.
  3. Tentukan URL laman untuk tujuan redirect.

Untuk mudahnya silahkan ikuti petunjuk gambar ini untuk Role “Customer”:

  1. Log in: referer
  2. Log out: Isi dengan URL laman muka/front page tokol Anda, misal: http://www.dapur-uang.com atau lainnya.

Redirect di theme my loginRole lainnya bisa Anda atur sendiri sesuai kebutuhan.

Tahap 4 – Konfigurasi security

Apabila Anda punya toko online. Pasti akan ada orang jahat yang akan mencoba membobol tokol Anda.

Username dan Password adalah pintu menuju “isi rumah Anda.” Mencuri username dan pass adalah hal yang paling suka dilakukan  para hacker.

Salah satu cara untuk membongkar Username dan Password adalah dengan Brute Force. Metodenya mereka menggunakan bot untuk log in menggunakan berbagai kombinasi huruf dan angka secara berulang-ulang.

Untuk mencegah hal itu terjadi, maka batasilah kesalahan login. Theme My Login menyediakan fitur untuk mencegah Brute Force. Aturlah batasan itu sesuai kebutuhan Anda.

Pada contoh gambar di bawah ini, setelah user melakukan kesalahan log in sebanyak 10x dalam kurun waktu 1 jam, maka akunnya dikunci selama 24 jam.

Selain centanglah Disable wp-login.php dengan demikian semua akan dipaksa untuk login dari laman TML. Ini juga untuk mencegah bot mengeksploitasi wp-login.php dan melakukan bruteforce atau registrasi palsu.

Jika Anda sudah selesai, klik tombol Save Changes.

Tahap 5 – Konfigurasi moderation

Klik menu samping TML > moderation.

Pilih E-mail Confirmation untuk mengaktifkan verifikasi email.

Email confirmation theme my login

Tahap 6 – Ubah tampilan form

Tampilan standar form registrasi TML di tema Virtue adalah seperti di bawah ini:

Contoh form registrasi sebelum css diperbaikiJika sudah diubah tampilannya, maka akan seperti di bawah ini:

Tampilannya saya sesuaikan dengan form WooCommerce dengan mengatur CSS-nya.

Untuk mengubah tampilan:

1. Pelajari cara membuat tema anak di Tutotam Tokol – Membuat Tema Anak / Child Theme WordPress.
2. Setelah Anda membuat tema anak, tambahkan tepat di bawah dari isi dari style.css dengan kode css di bawah ini

.tml {
max-width: 600px !important;
margin:0 auto;
}

#theme-my-login input[type="text"], #theme-my-login input[type="password"], .widget_theme_my_login input[type="text"], .widget_theme_my_login input[type="password"]{
width: 100% !important;
padding: 8px;
height: auto;
border: 1px solid #999;
box-sizing: border-box;
border-radius: 0px;
}

#theme-my-login input[type="submit"],.widget_theme_my_login input[type="submit"] {
padding: 10px 18px; 
margin-top: 15px;
background: #2D5C88 none repeat scroll 0% 0%;
color: #FFF;
cursor: pointer;
border: medium none;
display: inline-block;
transition: background-color 0.6s ease-out 0s;
}

#theme-my-login input[type="submit"]:hover, .widget_theme_my_login input[type="submit"]:hover {
background: #6C8DAB none repeat scroll 0% 0%;
}

#theme-my-login input[type="checkbox"],  .widget_theme_my_login input[type="checkbox"]{
float:left;
margin: 4px 8px 0px 0px;
}

#theme-my-login form {
border: 1px solid #DFDBDF;
padding: 20px;
margin: 2em 0px;
text-align: left;
border-radius: 0px;
}

Setelah Anda membuat tema anak, silahkan ganti temanya untuk  menggunakan tema anak Virtue.

Lebar form login bisa diatur dari kode ini  yang ada di atas. Ganti angka 600 dengan angka yang Anda kehendaki.

.tml {
    max-width: 600px !important;
}

Setelah itu Anda perlu mengedit 5 laman yang diciptakan oleh Theme My Login dan mengubah jenis templatenya.

Klik menu samping: Pages > Klik laman berjudul Log In.

Di laman selanjutnya, cari kotak bernama Page Attributes dan ubah nilai Template menjadi Fullwidth:

fullwidth page

Jika sudah klik tombol Update.

Lakukan hal yang sama untuk laman:

  1. Log Out
  2. Lost Password
  3. Register
  4. Reset Password

Penutup

Apabila saat ini Anda ingin melihat tampilan form Anda, silahkan Anda buka page/laman yang bersangkutan dan klik tombol Preview.

Dari kelima  laman Theme My Login, nanti akan kita buat menu navigasi pada langkah 13.

Langkah 8
Memasang Widget Log in dari Theme My Login di Sidebar

Widget ini bersifat opsional. Fungsinya untuk memudahkan pelanggan log in. Caranya dengan menempatkan widget log in di sidebar.

Widget adalah sebuah aplikasi tambahan yang dapat dipasang ke tokol Anda.

Tahap 1 – Masuk ke laman widget

klik menu samping Apperance > Widgets

Tahap 2 – Delete widget

Di laman Widgets pada sisi kiri terdapat widget-widget yang tersedia, di sisi sebelah kanan adalah beberapa posisi sidebar yang tersedia dari tema Virtue.

Laman widgets

Di awal mula, di Primary Sidebar sudah terdapat beberapa widget terpasang. Hapus itu semua. Caranya mudah. Klik widget bersangkutan, misalnya widget “Search”. Kemudian klik delete.

Delete widget

Lakukan hal yang sama untuk widget lainnya.

Tahap 3 – Pasang Widget Theme My Login

Jika sudah, kita letakkan Widget Theme My Login pada Primary Sidebar. Ada dua cara:

  1. Anda klik geser widget yang bersangkutan ke posisi yang Anda inginkan.
  2. Jika widgetnya berada terlalu jauh di bawah, Anda bisa lakukan hal berikut ini:
    Klik Widget Theme My Login, maka akan muncul pilihan Primary, Footer Column 1-4, dst.
    Pilih Primary Sidebar. Sesudah itu klik tombol Add Widget.
    Maka widget yang bersangkutan akan berada pada posisi Primary Sidebar.

Penempatan Widget Theme My Login

Tahap 4 – Konfigurasi Widget Theme My Login

Ikuti settingan seperti pada gambar di bawah ini. Apabaila Anda ingin menggunakan settingan lain, silahkan.

Widget Theme My Login

Jika sudah klik tombol Save.

Pergi ke settings > general > centang membership: Allowed anyone to register.
Dengan ini link untuk register akan muncul.

Silahkan Anda logout dan hasilnya adalah seperti ini:


Langkah 9
Instal dan Konfigurasi Plugin WooCommerce JNE Shipping (Versi Gratis)

Ini adalah saatnya Anda mengatur sistem pengiriman Anda.

Plugin JNE versi gratis pada dasarnya hanya untuk menunjukkan bagaimana plugin ini bekerja. Pertimbangkanlah menggunakan plugin versi berbayar, apabila:

  1. Anda kesulitan mendapatkan data ongkir JNE yang lengkap dan up to date
  2. Anda mengirim benda yang nilainya tinggi, sehingga wajib asuransi
  3. Anda mengirim produk yang harus menggunakan peti kayu
  4. Anda mengirim produk yang perhitungannya harus menggunakan volume dan bukannya berat
  5. Anda ingin menambahkan fasilitas cek resi dan tracking resi
  6. Anda ingin menyediakan pilihan JNE OKE/REG/YES

Untuk ulasan versi berbayar secara detil dapat dilihat disini. Dapatkan juga kupon potongan 10%. Karena dapur Uang saat ini menjalin kerjasama dengan Agenwebsite pengembang dari plugin ini.

Tahap 1 – Instal dan aktifkan Plugin JNE Shipping

Kini plugin WooCommerce JNE Shipping sudah ada di WordPress repository. Silahkan lakukan instalasi seperti biasa.

Tahap 2 – Matikan shipping calculator

Klik WooCommerce > Setting > TAB Shipping

Apabila Anda menggunakan JNE Shipping versi gratis, sebaiknya hilangkan centang Enable the shipping calculator on the cart page.

Shipping jne

Sebab JNE versi gratis tidak menyediakan fasilitas untuk di bagian ini. Anda bisa memilih menggunakan versi berbayar jika itu yang Anda inginkan.

Dengan Anda menghilangkan calculate shipping konsumen Anda nantinya tidak akan dibingungkan. 

Perhitungan biaya kirim akan dilakukan di laman checkout.

Jika sudah klik tombol Save Changes

Tahap 3 – Upload data ongkir JNE

Klik tautan JNE Shipping seperti pada gambar di bawah

JNE ShippingDi laman berikutnya Anda akan lihat banner dengan tulisan Download Data Kota. Klik.

Download Data KotaAnda akan dibawa ke laman belanja Data Kota, jangan khwatir ini gratis. Klik Selesai Belanja.

Belanja Data KotaDi laman berikutnya silahkan isi form di sebelah kiri untuk buat akun. lalu klik Selesai Belanja.

Jika sudah silahkan cek email Anda untuk sebuah email untuk mengunduh filenya. Klik tombol Unduh File Anda. Selanjutnya Anda akan di bawa ke laman download.

Download Data Kota JNESilahkan klik Download.

Anda akan mendapatkan sebuah file zip. Ekstrak isinya.

Selanjutnya upload file .csv-nya.

Upload the CSV File

Setelah selesai klik tombol Save Changes.

Tampilan plugin versi gratis nantinya sebagai berikut:

 

Ingat agar pluginnya JNE-nya bisa bekerja nanti Anda perlu menetapkan berat pada saat pembuatan produk.

shipping

Langkah 10
Buat Produk Anda

Sekarang adalah waktunya Anda memasukkan beberapa produk untuk uji coba.

Ada berbagai macam cara untuk menampilkan produk. Saya mengajarkan cara yang paling sederhana. Silahkan ikuti tahapan berikut ini:

Tahap 1

Buat kategori produk. Klik menu samping Product > Categories.

Silahkan isi kategori tokol Anda di field Name.

Kalau sudah klik tombol Add New Product Category di bagian bawah.

Product categories

Tahap 2

Buat produk. Klik menu samping Product > Add Product.

Anda akan dibawa ke halaman Add New Product.

Selanjutnya Lakukan langkah berikut :

  1. Isi nama produk.
  2. Isi deskripsi produk.
  3. Pilih kategori produk.

Add new product1

  • Klik Set featured image untuk memilih gambar utama produk.
  • Klik Add product gallery images untuk gambar-gambar tambahan.

Set images

Setelah diisi:

Di bagian bawah keterangan produk terdapat beberapa TAB dan isian.

TAB General:

  1. Isi SKU / no produk bila ada.
  2. Isi Reguler Price (Rp) / harga produk.
  3. Isi Sale Price / harga diskon bila ada penawaran khusus. Klik schedule untuk mengatur tenggang waktu berdasarkan tanggal.

Tab general

TAB Shipping :

  1. Isi Weight (kg) / berat produk
  2. Isi Dimensions (cm)/ dimensi produk bila diperlukan

TAB shipping

Di bagian bawahnya lagi masih ada Product Short Description, sebuah keterangan singkat yang akan muncul di sebelah gambar utama. Silahkan digunakan jika Anda ingin pakai.

Product Short Description

Kalau sudah silahkan klik tombol: Preview Changes

Product page preview

Ukurang gambar product gallery mungkin saja terlihat tidak rapi. Jangan khawatir di pelajaran berikutnya kita akan lakukan pengaturan ukuran gambar.

Langkah 11
Pengaturan Gambar WooCommerce

Secara default ukuran gambar WooCommerce adalah bujur sangkar. Bila Anda puas dengan konfigurasi ini, Anda bisa lanjut ke langkah selanjutnya.

Untuk mengubahnya menjadi ukuran gambar persegi panjang, silahkan ikuti tahapan berikut ini.

Tahap 1 – Mengubah ukuran gambar produk

Klik WooCommerce > Settings > TAB Product > tautan display

Display

Di bagian paling bawah Anda akan melihat konfigurasi ukuran gambar seperti di bawah ini

Product image sizes

Keterangan:

  1. Catalog Images – Gambar di laman depan dan laman category. .
    Catalog images
  2. Single Product Image – Gambar utama di laman produk (laman setelah Anda mengklik salah satu dari catalog image)
  3. Product Thumbnails – Gambar berukuran kecil yang letaknya di bawah gambar utama di halaman produk. Single product image and thumbnails products
  4. Hard Crop – pengaturan untuk memangkas gambar Anda apabila melewati ukuran yang ditetapkan untuk memastikan tata letak yang rapi.

Jika Anda menggunakan tema yang khusus dibuat untuk WooCommerce pengaturan ukuran gambar bisa dilakukan dengan sangat mudah.

Bila Anda menginginkan gambar berbentuk rasio persegi panjang, silahkan ikuti pengaturan berikut ini atau Anda bisa menentukan ukuran sendiri.

WordPress sendiri memiliki pengaturan ukuran gambar sendiri. Sebaiknya Anda samakan settingannya. Sebab jika tidak, maka untuk setiap satu gambar yang diupload akan dibuat 6 variasi ukuran gambar berbeda. Ini akan makan tempat.

Pengaturan ukuran gambar WP terdapat di Settings > Media. Sesuaikan angkanya seperti gambar di bawah ini. jika sudah klik tombol Save Changes.

Pengaturan ukuran gambar WP

Catatan 1: Bila Anda membuat blog di tokol Anda. Format gambarnya biasanya horizontal. Silahkan sesuaikan ukurannya di Media Settings di atas. Mau tidak mau, Anda harus menyediakan space untuk variasi ukuran gambar Anda.

Catatan 2: Apabila Anda hendak menggunakan fitur kaca pembesar, seabagaimana diajarkan di Tutotam Tokol – Kaca Pembesar. Pastikan Anda memiliki gambar dengan ukuran yang lebih besar dari ukuran Single Product Image. Selanjutnya instal plugin yang direkomendasikan di Tutotam itu sebelum lanjut ke tahap 2. Tujuannya agar Anda tidak perlu 2x regenerate gambar.

Tahap 2 – Regenerate gambar

Lakukan tahap 2 ini apabila Anda telah mengunggah beberapa gambar sebelum melakukan perubahan ukuran gambar di atas. Jika tidak, langsung saja lompat ke tahap 3.

Instal dan aktifkanlah plugin Regenarate Thumbnails. Selanjutnya klik menu samping Tools > Regen. Thumbnails.

Pada halaman Regenerate Thumbnails, klik tombol Regenerate All Thumbnails

Regenerate Thumbnails

Tunggulah hingga seluruh proses regenerasi gambar selesai.

Alasan menjalankan prosedur ini adalah karena WP menyimpan satu gambar ke dalam beberapa ukuran sesuai dengan pengaturan di WooCommerce dan yang di Settings > Media.

Jadi kalau Anda mengubah ukuran gambar, maka gambar-gambar yang sudah ada harus dibuat ulang oleh WP.

Tahap 3 – Konfigurasi ukuran gambar di Tema Virtue

Jika sudah, ada beberapa setelan yang harus Anda lakukan di Theme Options dari tema Virtue:

  1. Klik menu samping: Appearance > Theme Options > Tab Shop Settings.
  2. Off-kan: enable product image crop on catalog pages dan enable product image crop on poduct page.

Product Image Sizes

Nanti hasilnya adalah seperti berikut:

Catalog images

Tahap 4 – Membuat kotak gambar produk sejajar

Sebagaiman Anda lihat tulisan ADD TO CART tidak sejajar. Untuk mengatasi hal ini Anda dapat mengaturnya di Appearance > Theme options > Shop Settings > Product Title Min Height.

Product title min height

Hasilnya:

Title min height

Ada kalanya ketidakrataan diakibatkan oleh posisi angka seperti kasus yang ditunjukkan oleh gambar ini:

posisi barang tidak rata karena angka

Untuk solusinya silahkan tambahkan CSS ini:

.product_item .product_price {
    font-size: 15px;
    min-height: 52px;
    padding: 6px 2px;
}
.product_item .product_price span.amount:nth-child(2) {
    display: block;
}
  • Pada Jetpack custom css (appearance > edit css) atau
  • Pada style.css dari tema anak atau
  • Pada appearance > Theme Options > advanced settings

Ingat pilih salah satu metode saja.

Tahap 5 – Mengatur jumlah produk per laman

Khusus Tema Virtue pengaturan dapat dilakukan di Appearance > Theme options > Shop Settings > Shop Archive Page Settings > Geser slider-nya sesuai dengan jumlah yang diinginkan.

Jumlah produk

Sampai disini pengaturan gambar produk telah selesai.

Langkah 12
Mengubah Format URL

Kenapa format URL sebaiknya diubah? Karena tampilannya tidak friendly. Contoh http://demoshop.dapur-uang.com/?p=123.

Kalau orang biasa yang baca tidak akan mengerti maksudnya. Tetapi kalau diubah menjadi seperti: http://demoshop.dapur-uang.com/rok-kasual-merah, siapa saja akan bisa menangkap maksudnya.

Cara mengubahnya klik menu samping settings > permalink. Ikuti instruksi di bawah ini.

permalink1

permalink2

Mudah bukan?

Langkah 13
Membuat Menu

Fungsi menu adalah sebagai navigasi. Menu yang baik memberikan pengalaman bernavigasi yang mudah.

Setiap tema memiliki lokasi menu sendiri-sendiri. Namanya pun bisa berbeda. Semua tergantung dari desain pengembangnya.

Navigasi tokol biasanya memanfaatkan kategori dari produk yang tersedia. Apabila seseorang mengklik sebuah kategori, maka barang-barang di dalam kategori yang sama akan ditampilkan.

Navigasi tokol bisa menjadi lebih canggih dengan filter, berdasarkan warna, harga, dan lain-lain. Akan tetapi itu tidak di bahas disini. Jika ingin mempelajarinya langsung silahkan baca: Tutotam Tokol – Navigasi Filter Produk

Tentu saja navigasi yang baik juga mempermudah user jika mereka ingin mencari informasi lainnya seperti FAQ, About, Kebijakan Tokol, Standar Ukuran, dan lain-lain.

Bernavigasi di tokol dengan kategori produk bisa menggunakan:

  1. Menu – kategori menu berada di lokasi menu yang disediakan theme developer.
  2. Widget – kategori menu muncul menggunakan aplikasi/fungsi tambahan yang dapat dipasang pada sidebar atau footer.

Menu navigasi

Di tutorial ini kita akan fokus membuat membuat menu untuk:

  1. Akun – log in, registrasi, hilang password, reset password dan melihat data pelanggan.
  2. Navigasi produk

1. Membuat menu akun standar

Secara default WooCommerce menyediakan sebuah laman untuk melakukan log in, registrasi dan data pelanggan di laman”My Account”. Anda cukup membuat sebuah menu untuk mengakses laman tersebut.

Berkaitan dengan registrasi, WooCommerce tidak memiliki kemampuan verfikasi email. Itulah mengapa di Langkah 8 (Update), Anda belajar menggunakan plugin Theme My Login.

Meskipun demikian, di tutorial ini saya akan perlihatkan fasilitas standar dari WooCommerce dan cara membuat menunya. Apabila Anda memilih menggunakan fasilitas standar ini, maka Anda tidak perlu melakukan Langkah 8 (update). Silahkan hapus plugin Theme My Login tersebut.

Selanjutnya saya akan ajarkan cara membuat menu akun khusus yang memerlukan sedikit koding agar dapat bekerja dengan Plugin Theme My Login.

Berikut adalah tampilan standar laman “My Account” sebelum user login:

Tampilan my account sebelum user login

Berikut adalah tampilan laman standar “My Account” sesudah user login:

Laman my account WooCommerce

Registrasi WooCommerce bisa dilakukan di laman “My Account” atau di laman “Check Out”.

Lokasi pengaturannya: klik menu samping WooCommerce > Settings > Tab Accounts.

Centang Enable registration on the “Checkout” page dan Enable registration on the “My Account” page.

aktifkan registrasi di laman my account

Tampilan form registrasi standar di laman “My Account” :

Laman my account login register

Sekarang, mari kita buat menu standar untuk laman akun:

Tahap 1 – Masuk ke laman menu

Klik menu samping Appearance > Menu

Tahap 2 – Buat menu baru

Di laman menu, isi nama di ruas Menu Name: Account atau nama apa pun yang Anda inginkan.
Lalu klik tombol Create Menu.

Create a menu

Tahap 3 – Pilih lokasi menu

Centang Topbar Navigation.

Menu posiiton

Tahap 4 – Masukkan laman My Account ke menu baru

My Account page atau laman My Account sudah dibuat saat Anda menginstal WooCommerce. Sekarang Anda cukup membuat menu menuju ke laman tersebut.

Lihat di sisi kiri, centang My Account > Klik tombol Add to Menu.

Add my account page

Hasilnya adalah seperti di bawah ini:

Menu structure

Jika sudah selesai, ingat untuk klik tombol Save Menu.

Tampak depan dari menu tersebut adalah sebagai berikut

Menu Topbar

Yap, Anda telah membuat menu akun standar.

2. Membuat menu akun khusus untuk Theme My Login

Pada pembuatan menu ini, tampilan menu saat sebelum dan sesudah user login akan dibuat berbeda.

Tampilan sebelum login:

Menu akun sebelum log in

Tampilan sesudah login:Menu akaun sesudah login

Tahap 1 – Install dan aktifkan plugin Nav Menu Roles buatan Kathy Darling

Fungsi dari plugin ini adalah agar Anda bisa menyembunyikan dan memunculkan menu item berdasarkan pengguna yang logged in,logged out, atau semua orang.

Tahap 2 – Tambahkan koding ini pada functions.php TEMA ANAK

Kode di bawah ini sesungguhnya untuk mematikan fungsi tertentu dari tema Virtue sehingga plugin Nav Menu Roles dapat berfungsi.

Jika Anda ingin belajar membuat tema anak silahkan ke Tutotam Tokol – Membuat Tema Anak / Child Theme WordPress.

<?php
function remove_kt_menu() {
global $kt_custom_menu;
remove_filter( 'wp_setup_nav_menu_item', array( $kt_custom_menu, 'kt_add_nav_fields' ) );
remove_action( 'wp_update_nav_menu_item', array( $kt_custom_menu, 'kt_update_nav_fields'), 10, 3 );
remove_filter( 'wp_edit_nav_menu_walker', array( $kt_custom_menu, 'kt_edit_admin_walker'), 10, 2 );
}
add_action('init','remove_kt_menu', 100);

Tahap 2 – Buat menu ‘Account’

Di laman menu, isi nama di ruas Menu Name: Account atau nama apa pun yang Anda inginkan.
Lalu klik tombol Create Menu.

Create a menu

Tahap 3 – Tambahkan Menu ITem

Tambahkan menu dari page: Log In, Log Out, Register, My Account. Atur posisinya seperti di bawah ini.

menu account

TAHAP 4 – Atur penampakan menu item

Sebelumnya mari saya jelaskan sedikit. Dengan plugin yang Anda instal tahap 1, Anda bisa mengatur penampakan menu item.

Namun khusus untuk laman Log In, Log Out dan Register yang berasal dari plugin Theme My Login, Anda cukup biarkan saja pilihannya ke everyone (default). Sebab plugin TML versi terkini sudah bisa mengatur dirinya sendiri kapan harus muncul atau menghilang.

Pengaturan Penampakan Laman TMLYang perlu Anda setel cukup menu item: My Account. Pilih: Logged In Users

Atur Penampakan Menu Item

Tahap 4 – Pilih lokasi menu.

Centang Topbar Navigation.

Menu posiiton

Catatan: Pastikan settings > general > membership: Allowed anyone to register telah tercentang. Dengan demikian pelanggan Anda bisa registrasi.

3. Membuat navigasi produk

Tahap 1 – Buat menu navigasi produk

Buatlah satu menu lagi.

Create a new menu

Berikan nama yang Anda inginkan, misalnya “Main Navigation” dan posisikan di Primary Navigation dan Mobile Navigation.

Tahap 2 – Isi item untuk menu navigasi

Klik Screen Option di pojok kanan atas halaman.

screen options

Selanjutnya akan muncul screen option sliding panel seperti di bawah ini dan centanglah Product Categories:

Ini akan memunculkan tab Product Categories yang sebelumnya tidak ada. Gambarnya dapat Anda lihat di tahap 8.

Tahap 3 – Masukkan product categories ke Menu Main Navigation

Di product categories, klik tab View All dan centang semua kategori yang Anda miliki, lalu klik tombol Add to Menu.

Woocommerce product categoriesHasilnya:

Main navigation

Jika sudah klik tombol Save Menu.

Lihat di laman depan toko Anda, akan muncul menu di sebelah kanan di bawah top bar, menu Kategori Anda.

Menu tokol

Tampilan menu di mobile:

Virtue Themes mobile menu

Jika tulisannya terlalu kecil, untuk tema Virtue kalian bisa mengatur ukuran dan jenisnya di Appearance > Theme Option > Menu Settings. Disini terdapat pilihan untuk menu Primary, Secondary dan Mobile.

Menu settings

Tahap 4 – Cara membuat sub menu

Apabila kategori Anda memiliki sub kategori, caranya mengaturnya mudah saja.

Contoh menu Dress Anda memiliki sub kategori Short Dress dan Long Dress, maka cara mengaturnya:

a. Pilihlah kategori dan sub kategorinya dari Tab Produk Categories

Sub categories

Hasilnya akan muncul di daftar menunya seperti ini:

Woocommerce menu subkategori2b. Setelah itu klik dan geserlah sub-sub kategorinya agak menjorok ke kanan:

Woocommerce menu subkategori3

Hasilnya jadinya di tokol adalah seperti ini:

Woocommerce menu subkategori4

Langkah 14
Membuat Terjemahan dengan Software Poedit

Plugin terus berubah. Plugin Codestyling Localization yang dulu digunakan untuk menerjemahkan sekarang sudah tidak ada lagi. Oleh karena itu dibutuhkan cara lain untuk melakukan penerjemahan.

Tahap 1 – Ubah bahasa WordPress menjadi Bahasa Indonesia

Di dashboard WP, klik menu samping Settings > General.
Ubah Site Language menjadi bahasa Indonesia.

Site language Bahasa Indonesia

Tahap 2 – Memperbaiki terjemahan

Apabila Anda tidak puas dengan hasil terjemahan dari WooCommerce, silahkan Anda edit. Ada 2 cara untuk edit:

  1. Gunakan software Poedit yang bisa diunduh gratis.
  2. Gunakan plugin Loco Translate.

Saya lebih memilih menggunakan software Poedit. Software ini diinstal di komputer Anda. Sehingga tokol Anda tidak terbebani plugin terlalu banyak. Apalagi jika Anda menggunakan hosting dengan server yang tidak mumpuni.

Poedit dapat diunduh disini

POedit

Silahkan instal software tersebut.

Selanjutnya Anda perlu download file id_ID.po yang terletak di wp-content/languages/woocommerce/
Caranya cukup double klik di baris file yang bersangkutan, asal jangan kena nama filenya.

File terjemahan Woocommerce

Sebuah window kecil akan muncul, pilih Save File kemudian klik tombol OK.

Simpan file woocommerce-id_ID.po

File akan disimpan ke komputer Anda. Lokasi folder tergantung dari setingan default browser Anda, misalnya:

  1. Lokasi download browser Chrome
  2. Lokasi download browser Firefox

Tahap 4 – Operasikan Poedit

Jalankan Poedit. Kemudian klik Edit Translation.

Edit a translation

Pilih file po-nya. Lalu klik Open.

Buka file woocmmerce-id_ID.po

Setelah itu Anda akan melihat antar muka sepeti gambar di bawah ini.

Antarmuka poedit

Keterangan:

  1. Daftar bahasa sumber
  2. Daftar bahasa terjemahan
  3. Kata bahasa sumber yang sedang aktif
  4. Terjemahan dari kata bahasa sumber yang sedang aktif.

Silahkan Anda pilih kata yang hendak Anda edit di no.1 kemudian buat terjemahannya di no. 4.

Apabila sudah selesai, klik File > Compile to MO.

Compile to mo

Ini akan menghasilkan file MO.

Jika sudah upload kedua file ke wp-content/languages/woocommerce/
dan timpa/overwrite file yang sebelumnya.

 

Iklan Istimewa
15 Januari, 2014 / 833 Comments / by / in
  • andre says:

    makasih atas tutorial bermanfaat ini… saya ingin tanya mas, pas view, kenapa di home, enggak ada pagenya ya? padahal di dashboard bagian pagenya ada..store, about dsb..kira-kira apa ya mas?

  • krisna says:

    mau tanya ini nama lamannya saya acak acak gimana cara benerinnya trimakasih

  • Fadli says:

    Gan kalo saya pakai template yang lain, apa bisa pakai tema anak juga? Kalo pakai premium theme apa harus pasang tema anak gan?

    Trims

    • Juan says:

      Kalau mau pakai template lain silahkan saja. Tema anak itu fungsinya kalau dari template bersangkutan ingin diubah. Supaya tidak mengganggu file aslinya, maka digunakan tema anak.

      • Fadli says:

        Kalo Pake JNE yang premium beli dari agan berpa ya? cos katanya bisa dapat diskon. .

        • Juan says:

          Saya tidak menjual, hanya mereferensikan saja. JNE premiumnya dikembangkan oleh agenwebsite.com.
          Nanti pada saat pembelian bisa menggunkana kode diskon yang tercantum di tutorial saya.

  • Mika says:

    halo mas, kenapa di website saya tidak bisa tampil itu tml login?. padahal sudah dipasang di primary sidebar,
    mohon pencerahannya. saya juga sudah tambahkan tambahan script di style css nya (seperti yang di tutor), tetapi halaman2 seperti login,logout,lost password,reset password, dan register tidak bisa dibuka. mohon pencerahannya mas, udah nanggung banget nih. thanks

  • Andri says:

    Sumpah, lengkap banget ini gan. Kalau di jual di ratakan bisa ratusan rebu hehe…
    Belum baca semua mau dibookmark dulu gan

  • web server says:

    terimaksih artikel yang sangat membantu

  • Surya Na says:

    Tidak ada kendal semuanya lancar!, saya mengucapkan terima kasih atas semua tutorial yang “Dapur Uang” buat dan saya doakan semoga sukses selalu.

  • ovicx says:

    mau tanya,, bagaimana cara mengintegrasikan antara woocomerce dengan thema karena setelahsetelah saya instal plugin woocomerce muncul tuisan pada dashbord woocomercee “Your theme does not declare WooCommerce support – Please read our integration guide ” apakah itu abaikan saja atau harus dibagaimanakan?.

    • Juan says:

      Cari saja theme WordPress yang sudah support WooCommerce. Ada banyak.
      Kecuali Anda developer dan ingin membuat tema WP yang support WooCommerce, Anda akan membuang waktu.

  • ballian says:

    Saya ballian bos hub ke WA saya ok saya mau menayakan sesuatu yg penting bangwet sm bos.
    085238719686

  • Andri says:

    Wow, lengkap banget cara buat toko onlinnya. Saya belum baca semua. Di bookmark dulu. Nanti di baca lagi + praktek

  • caturrini says:

    kenapa ada pesan

    “No shipping method has been selected. Please double check your address, or contact us if you need any help.”

  • admin says:

    kenapa di tema my login saya forom regestrasi ama login sama ,di regesterasi tidah di suruh masukan password,tapi di login saya disuruh masukan password ,mohon penjelasanya

  • Gisar Ari Turrokhman says:

    Halo agan semuanya.,

    Saya pengin kasih tau nih bagi yang punya toko online Woocommerce atau yang membuka program Vendor di toko online Woocommerce agan, khususnya pengguna WC Vendor atau WC Marketplace.
    Saya punya rekomendasi plugin untuk Vendor agan agar dapat posting produk dan me-manage tokonya di Front-End/dari Depan, bukan dari Belakang/Dashboard Admin,
    Karena plugin Vendor yang saya sebutkan diatas tidak menyediakan Add-On untuk Vendornya me-manage toko-nya dari depan.

    Plugin ini GRATIS…
    Tapi kalo mau fitur lebih, juga tersedia juga yang versi premium / berbayar.

    Plugin ini kompatible dengan plugin Vendor ini :
    WC Marketplace : https://wordpress.org/plugins/dc-woocommerce-multi-vendor/
    WC Vendors : https://wordpress.org/plugins/wc-vendors/

    Plugin ini fiturnya komplit banget, Vendor agan bisa :
    Lihat Dafar Produknya,
    Tambah Produk,
    Me-manage Order
    Melihat Laporan Penjualan
    Langsung dari dashboardnya, tanpa harus masuk ke Dashboard Admin.

    Langsung saja klik tautan dibawah ini :
    WC Frontend Manager : https://wordpress.org/plugins/wc-frontend-manager/

    Atau langsung ke website si pembuatnya :
    WC Lovers : http://wclovers.com/

    Terima Kasih…

  • warungharian says:

    mohon bantuan Om…
    menghilangkan DEFAULT SORTING bagaimana Om..
    maklumlah Om….
    karna udah beberapa hari tak tidur ngebet pengen punya toko online..

  • Chairul says:

    Sore mas juan, saya coba pakai theme storefront mas, lalu saya langganan JNE nya dari piresta.
    nah yang mau saya tanyakan, fitur shipping woocommerce nya tidak bisa muncul mas di web (chekout) nya, mungkin mas juan tau kendala saya dimana?

  • Chairul says:

    Mas Juan saya ada 2 pertanyaan
    mohon bantuanya yaa.. hehehe

    1 buat menampilkan metode pembayaranya di chekout gmn?
    2 cara membuat tex di footer web gmn mas? seperti menambahkan Alamat & No Telpon

    • Juan says:

      1. Dilakukan di setting Tab checkout (seingat saya) Silahkan aktifkan metode yang ingin digunakan.
      2. Text di footer ada berbagai cara. Tergantung dari ketersediaan widget yang ada. Paling mudah ya… pakai text widget. Kalau mau bagus tapi simple mesti cari plugin yang meyediakan fungsi tersebut.

  • feby says:

    mas Juan tutorial anda sangat memudahkan saya mengeset Tokol saya karena diterangkan dengan sangat rinci.
    Untuk set image di single product image (400×660) dan di thumbnail (65×65) saya bisa temukan dimana memasukannya tetapi mohon info bagaimana men-set image untuk dimasukan ke catalog (257×367)

  • setyo says:

    cara buat konfirmasi setelah pembayaran, gimana om

    • Juan says:

      Yang gampang pakai plugin berbayar. Karena sudah terinegrasi ke order, email dsb. Kalu mau rada ribet, pakai plugin form

  • Yani says:

    Selamat Sore
    Terima kasih sebelumnya , dengan adanya tutorial membuat online shop dengan wordpress ini saya bisa menjalankan bisnis online. Tetapi ada beberapa hal yang saya tanyakan . Saat TML saya aktifkan , saya tidak bisa masuk ke wp admin. apakah ada kesalahan ya , karena mau login ke wp admin malah langsung ke webnya .
    Makasih sebelumnya mohon pencerahannya apa yang harus saya lakukan

  • Kaka says:

    Bagaimana cara menghide wp-admin sedangkan kita menggunakan plugin theme my login? Karena jika menggunakan TML tsb dan kita aktifkan plugin yang bisa hide wp-admin, contoh WPS Hide Login malah kita tidak bisa login.
    Contoh saya masuk ke http://www.SitusSaya.com/rahasia (wp-admin sudah diganti rahasia), malah tidak masuk karena pengaruh plugin TML
    Trims

  • Eka says:

    Om juan, gambar tampilan catalog produk tokol sy masih belum bisa rata semua, padahal udah mengikuti semua tutorialnya om ju di atas ttg pengaturan gambar woocomerce. Kenapa ya om? mohon pencerahannya?

    • Juan says:

      versi gratis virtue theme hanya bisa minimum meratakan menggunakan tinggi space judul. Lebih dari itu harus beli yang premium, yang apabila ada perbedaan tinggi, di baris berikutnya langsung otomatis sejajar.

  • Andi says:

    Saya sudah memakai theme my login tapi bagaimana caranya agar saya dapat menyembunyikan admin panel wp-login tapi theme my login tetap berfungsi? karena jika saya gunakan plugin Lockdown WP Admin.
    Mohon pencerahaannya.

  • Nugroho Budiyantp says:

    Makasih tutorial lengkapnya om, tapi baru aja mau instal Jetpack nya udah error
    saya pakai Niagahoster
    Kira2 kenapa ya ??
    thnk

  • renobias says:

    maaf mau tanya … saya kan mencoba membuat toko online dari panduan diatas … nah saya register di tokoonline yang saya buat dan tinggal menunggu email verifikasi .. namun email verifikasi tersebut tidak masuk-masuk di email saya . saya membuatnya memakai plugin theme my login seperti panduan diatas … itu kira-kira kenapa yah?makasih :)

    • Juan says:

      Ini ada beberapa penyebab. Bisa karena pakai hosting gratisan yang tidak support email, atau email sudah terkirim, tapi masuk folder SPAM.

  • Nazar says:

    saya tidak bisa punya paypal dan kartu kredit untuk beli domain dan hosting fastcome..
    boleh dibantu cara nya mas juan..
    ada kontak anda yang bisa saya hubungi..?
    Terima kasih sebelumnya

  • velasco says:

    plug in JNE nya boleh minta ga gan? thanks

  • Icha Cahyawati says:

    Halo Om Juan,

    Thank You So Much, tutorial open olshopnya sangat membantu, karena step by step.
    Cuman saya mngalami beberapa problem om. antara lain:
    1. Ketika sudah instal TML, pada saat setting redirection wordpress g mau nge save, stuck dan g maw back ke halaman sebelumnya (blank putih) dan url menjadi …../option.php.
    2. Setelah saya membuat tema anak, saya juga tidak bisa update login dll utk mengatur page atribut menjadi fullwidht. lagi lagi tidak kembali pada halaman sebelumnya dan url menjadi …../post/php.
    3. Saya tidak bisa add produk, bisa masuk untuk mengisi form produk, kasi gambar product, tapi tidak bisa di publish. layar menjadi putih dah url menjadi …../post.php
    4. Ketika saya coba log out, sy tidak bisa masuk ke wp-admin, url menjadi ……/instance-1
    5. kemudian saya bertanya pada om Juan karena akhirnya saya uninstal wordpress dari cpanel dan ingin mncoba lagi dari awal, semoga tidak error dan mudah2an ada solusi

    Oya Om, saya menggunakan tema Vogue Premium. Terima kasih om.

    • Juan says:

      Bahasanya Icha bikin saya garuk2 kepala. Karena tidak lazim, seperti update login (telolet)…
      Kalau dari penjelasan yang diberikan, masih sangat susah untuk memperkirakan permasalahannya.

      Kalau memang mau coba bikin tokolnya.. gunakanlah plugin dan theme yang diajarkan. Nanti kalau sudah jalan, baru coba pakai yang lain.

      Plugin2 dikembangkan oleh berbagai orang, sehingga tidak jarang juga terjadi konflik. Kalau Icha pakainya sesuatu yang diluar tutorial… sangat sulit untuk mereka-reka masalahnya, karena melebar.

      Layar putih itu tanda-tanda terjadi konflik antar plugin, atau juga dengan theme itu sendiri.

      • Icha Cahyawati says:

        Halo Om Juan,
        Terima kasih om udah di reply…. Btw, klo ada bahasa yg susah dimengerti krn Itu bahasanya anak newbie bikin tokol om (saya telolet), wkwkwkwkwk, krn selama ini cm join di tokol yg udh gede.

        Btw, akhirnya saya berhasil membuat tokol pribadi berkat bantuan step by step buka tokol dri om Juan.
        Kemarin sempat bermasalah om dan permasalahannya krn hoster lama salah kasi masuk php/msql or something gitu, g ngerti bahasanya. Akhirnya skrg Icha pindah ke niagahoster yg so far blm ada masalah.

        Ada kendala lagi om, dmn Icha belum berhasil menyamaratakan gambar catalog, krn tdk ada pilihan min height di theme vogue. Kemungkinan besar editnya by css. Apakah om Juan punya versi html dlm mengatur min height?

        Disamping itu, di theme vogue, beberapa kali icha setting ukuran gambar produk utk catalog, thumbnail dan single pic berikut di regenerate thumbnail (ukuran pxl gambar produk disamakan) juga tdk berefek pada websitenya. Appereance web akan berubah jika dilakukan setting melalui custumize theme, tpi sama saja krn tdk ada pilihan min height dan sy nggak ngerti CSS.. Hihihihihi

        Mohon pencerahannya om Juan, Thank U

        • Juan says:

          Biasanya foto + judul + harg + dll antara barang tidak sama rata memang karena biasanya jumlah tulisannya yg tidak sama. Kalau di virtue theme ini sudah ada settingannya. kalau di Vogue… ntah. Mungkin bisa diatur tinggi container judulnya agar seragam lewat css. Tetapi saya kan tidak tahu kodingnya si Vogue. Selain itu biasanya ada settingan (tergantung theme) untuk memaksa setiap baris selalu sejajar. Kalau di Vogue gak ada… yah… apa boleh buat.

  • Yohanes Guntur says:

    Om Juan Says… Tolong donk koreksi error yang terjadi saat logout.
    Pada saat logout tidak logout, tapi tetap pada dashbord.

    Link-nya: http://miraclecakes.co.id/logout/?_wpnonce=ac89e24df5

    Halaman/keterangan saat logout:

    You are attempting to log out of Miracle Cakes
    Do you really want to log out?

  • fadli says:

    Kenapa saya tidak bisa masuk ke wp admin padahal saya sudah mengikuti tutorialnya. .setelah saya install wordpress terus sya dapat link untuk wp adminnya tapi ketika sya klik tidak bisa ke buka linknya tulisannya “the site can’t be reached” ???

  • Gani Syarifudin says:

    email confirmasi di tml ga berfungsi. email tidak masuk saat registrasi. Tetapi saat pilih Admin Approval saat registrasi email confirmasi masuk setelah di approv admin. gimana ya master ko ga masuk emailnya saat pilih email confirmasi

    • Juan says:

      Ada pilihan metode approvenya

      • Gani Syarifudin says:

        terima kasih balasannya
        ada Pak. ada none, email confirmasi, admin approval. Tapi saya coba2 milih di none malah jadi haha. email confirmasi langsung masuk saat user registrasi haha

        • Juan says:

          Pilih email confirmation… jadinya harus klik link yang dikirim via email. Selanjutnya tinggal 1. Apakah hostingnya bisa kirim email 2. kalau kirim langsung dari hosting biasanya masuk folder spam. 3. Kalau dikirim dari hosting lewat pihak ketiga dulu… coba ditanyakan apakah ada perubahan kebijakan dsb.

  • irwan says:

    gan gimana agar merubah menu menjadi lebih besar? menu nya terlalu kecil, trima kasih,,

    • Juan says:

      Kalau pake tema Virtue ada di themeoptions > menu. Bisa atur besaran huruf dsb.

      • Ayah says:

        Mas mohon bantuannya, untuk form, pendaftaran, lost password tidak ada confirmasi pada email sudah di cek spam, saya sudah mengikuti protokol, plugin yg saya gunakan my theme login pengaturannya yg di TML juga sudah cocok instruksi apa yg salah mas?

  • Bila says:

    Cara tau ada pesanan, diliat dari mana mas? Terus kalo misalkan buyernya cuma mau main-main doang tapi udah checkout tahap akhir, ada sesuatu yang aneh ga di dashboard saya?

    • Juan says:

      1) Akan ada email notifiksi.
      2) Di dasboard juga terlihat ada order masuk.
      3) Buyer main-main… pasti gak transfer duit.

      • Bila says:

        dashboard di tab mananya ya? ohiya, diemail ga ada notifikasi apa apa

      • rafik says:

        Termakasih atas sharingnya mas juan, tapi saya ada kendala di email notifikasi, sudah satu tahun saya mnggunakan thema ini tidak ada kendala, namun sekarang ada kendala di email notifikasi, apa kemungkinan tidak support dengan wordpress yang terbaru? mungkin tau cara mengatasinya

        • Juan says:

          Email tidak ada kaitannya dengan theme. Silahkan ditelusuri kemungkinan-kemungkinannya: Plugin woocommercenya, hosting, kalau kirim email pakai pihak ketiga coba cek mungkin ada perubahn kebijakan, kalau kirim email langsung dari hosting biasanya masuk folder spam.

  • Yohanes Guntur says:

    Saya mengalami kegagalan pada data kota. Sepertinya fitur dan pengaturan saat tutorial ini di teerbitkan dengan fitur saat ini sudah berbeda.
    Karena sampai pada register untuk mendapatkan data kota, yang saya hadapi berbeda dengan yang adda dalam tutorial ini. Tidak ada tombol download dan register untuk itu.

  • Prapto says:

    Saya sedang buat tokol sendiri gan, dan panduan ini sangat membantu. trima kasih banyak. Tapi ada sedikit kendala soal susunan gambar katalog. Saya susun menjadi 16 gambar produk tiap halaman dalam 4 kolm, tapi kolom yang pinggir kiri kok tidak sama ukurannya, jadi kelihatan berantakan. mungkin ada solusi dari agan. Ini web tokol saya : http://segalabarang.com

    • Juan says:

      Karena yang barang pertama… tak ada harga. Kalau mau bisa rata per baris biar pun tak ada harga… beli tema yang premium. Cuma kalau sekarang kebijakan tema Virtue premium berubah, yaitu masa berlaku bisa update dan support habis satu tahun, dan mesti bayar lagi.

  • flower pedia says:

    ok makasih gan atas informasinya,,, semoga blognya tambah maju aja…!!!!

  • romy says:

    mas saya mau ganti bahasa melalui poedit, sudah saya ikuti alurnya, tetapi pas masuk cpanel -> wp-content/languages/woocommerce/ ga ada pilihan woocommerce-id_ID, udah saya buka foldernya satu2 ga nemu juga. Mungkin ada saran lain mas?

  • Yulisar says:

    Gan Mau nanya nih..dari step by step diatas, ada proses instalasi Jetpack, apa ini sifatnya Mandatori apabila kita akan aktifkan woocommerce di Wodpress, apa kerugiannya apabila step ini di Skip.. mohon arahannya, Terima kasih.

    Salam,
    Yulisar

    • Juan says:

      Sifatnya opsional. Saya menyarankan Jetpack karena ada beberapa alasan. Salah satunya saat ada modifikasi CSS dan yang bersangkutan belum tahu cara membuat tema anak. Selain itu alasan efisiensi… Jetpack meneyediakan semacam CDN gratis untuk gambar. Ini untuk mempercepat loading gambar nantinya. Kecepatan loading sangat penting… karena orang malas menunggu.

  • Tri Mulyo says:

    Dear Om Juan,
    Terima kasih sekali untuk tutorialnya. Namun saya terkendala di Front Page Display ->Static Page ->Shop. Untuk thema Virtue nya tdk muncul ya om, slidenya, letika saya rubah ke shop?

    Mohon pencerahanya.

    Thanks you so much

  • Box Bayi says:

    Gan, Bila plugin minta kode ftp ketika sedang di update gimana?

  • Andika says:

    kak mau nanya lagi kalo mau mengatur posisi slider biar ada diantara primary menu sama secondary menu seperti gambar nomor dua paling atas di web ini gimana ya?

  • Pujo says:

    Setelah mengikuti step-step di pean kok jagi gak bisa login ke web wordpressq ya mohon bantuannya trims

  • Ihsan says:

    Waduh maaf Pak Juan. Saya pengen tanya kalau wp-content itu dibukanya dimana yah? DI dashboard kah?

    • Juan says:

      Bukan. Itu mesti masuk ke cPanel. Lalu browse file. Cari folder itu.
      Sebaiknya baca tutorialnya jangan lompat-lompat, agar tidak tertinggal hal-hal yang basic.

  • ariska says:

    thanks gan, super sekali

  • Yohanes Guntur says:

    Tks banyak boss tutorialnya, sangat membantu untuk saya.

  • Andika says:

    saya mau tanya kenapa di halaman shop saya muncul No products were found matching your selection ya? padahal saya sudah tambahkan productnya

  • suprayugo says:

    luar biasa pak tutorialnya mantap banget

  • Maldin says:

    Pak Juan..
    Bagaimana cara upload product secara massal ke tokol? Apakah bisa menggunakan woocommerce atau ada plugin lain yg cocok? Mohon pencerahannya Pak.

    • Juan says:

      WooCoomerce tidak menyediakan upload secara masal. Tapi ada plugin yang menyediakan hal itu. Biasanya sih berbayar. Saya tidak tahu apakah ada yang free.

  • devemula says:

    maaf mas saya mau tanya soal tema anak, itu kan pas diaktifkan otomatis yg tema virtue nya deactivated.. tapi kenapa masih bisa menggunakan layout yang ada di virtue?

  • juli says:

    salam pak Juan,
    saya ingin mengucapkan terimakasih tutorialnya sangat membantu sekali,
    ada sedikit pertanyaan lagi, kalau untuk menggunakan system balance gmana pak caranya? jadi disni pelanngan bisa menambah balance di accountnya, dan bisa di gunakan untuk blanja nanti.

    • Juan says:

      Ooo.. sistim balance/deposit. Saya tidak tahu kalau itu. Kalau defaultnya tidak bisa. Tapi bukan berarti tidak ada pluginnya. Namun saya tidak ada pengetahuan/pengalaman plugin apa yang sebaiknya digunakan.

  • kangnawir says:

    Bermanfaat sekali Pak Juan tutorialnya.maaf, sy mau tanya.sy pakai themes Virtue ,sdh saya buat virtue child juga. plugin TML sudah aktif dan login sya tempatkan di primary sidebar.saat dibuka webnya, kok tidak muncul ya untuk form loginnya? (static page saya arahkan ke Shop). mhn pencerahannya pak.trmkasih

  • Ari says:

    Tutorial sangat bagus, terimakasih pak Juan, saya coba buat tokol tapi ada kendala pada tahap ini :
    “Jika tulisannya terlalu kecil, untuk tema Virtue kalian bisa mengatur ukuran dan jenisnya di Appearance > Theme Option > Menu Settings. Disini terdapat pilihan untuk menu Primary, Secondary dan Mobile.”
    Yang muncul di tempat saya ini :
    Primary Menu Options

    *NOTE: Make sure Virtue/Pinnacle Toolkit plugin is activated*
    Go to Apperance > Theme Options > Menu settings for all menu settings
    Mohon bantuannya. Terimakasih

  • umam says:

    salam pak Juan,

    saya ada pertanyaan.
    saat konek jetpack ga bisa konek muncul keterangan :
    Error Details: The Jetpack server could not communicate with your site’s XML-RPC URL. Please check to make sure http://mitrailmu.com/xmlrpc.php is working properly. It should show ‘XML‑RPC server accepts POST requests only.’ on a line by itself when viewed in a browser and should not have any blank links or extra output anywhere.

    solusinya gimana pak?
    terima kasih

  • suhendri saputra says:

    Makasih banyak gan, mantap sekali tutorial nya, terbaiklah dari sekian banyak tutorial yang saya kunjungi

  • firman says:

    terimaksih buanyyyak mauanntab ilmunya

  • NeilJ says:

    halo bang, apakah tetap bisa gunakan woocommers jika saya menggunakan wordpress di debian dan didalam virtual machine (sebatas lingkup server dalam machine). apakah perlu terkoneksi internet? saya coba beberapakali tetapi ketika membuka site, blank terus ?

    Terima kasih

    • Juan says:

      hmmm saya kurang pahan kalau itu.
      apakah perlu terkoneksi internet?
      Ya dan tidak. Tergantung mau apa. Beberapa hal ada yang memerlukan. Beberapa hal lain tidak.

  • Aan says:

    salam mas Juan,

    saya ada pertanyaan.
    saya terkendala coonect jetpack nya , ini keterangannya :

    Error Details: The Jetpack server was unable to communicate with your site [HTTP 404]. Ask your web host if they allow connections from WordPress.com. If you need further assistance, contact Jetpack Support: http://jetpack.com/support/

    Mohon bantuannya mas juan.

    terima kasih.

    • Juan says:

      Ini saya kurang tahu penyebabnya. Tetapi:
      1. Bisa coba diikuti saran dari pesan errornya yang menyarankan untuk menghubungi hosting, untuk bertanya apakah hosting mengizinkan untuk konek ke WordPress.com.
      2. Kalau ada plugin yang berkaitan dengan security, bisa coba di disable dulu.

  • boy macklin says:

    Luar biasa… terima kasih ilmunya mas juan… saya coba niih ilmunya.. semoga mas juan diberikan ilmu yg lebih hebat dan luar biasa.. aamiin..

  • adhi says:

    untuk cara nampilin sidebar di product page/single page gmn ya pak? di saya kok gk keluar sidebarnya

    terimakasih sebelumnya

  • ALFANDY PERDANA says:

    Kok tombol proceed to check out saya ada 2 ya mas, itu kenapa?

  • bilqis says:

    waaah… bang juan HEBAT.. GA PELIT ILMU..
    salut banget dah, aku yang ga tau apa2 bermodalkan nekat,sewa hosting,beli domain, dan googling untuk buat toko online, akhirnya ketemu dg tulisan bg juan,membawa saya ke gerbang bisnis yang sesungguhnya…
    berkat bg juan saya berhasil membuat website ollshop yg lumayan bagus..

    terimakasih banyak bg juan…..

  • delonge says:

    bang tolongin dong saya mau buat toko online,saya lewatin dulu langkash pertama yang belo domain dan hosting karena saya pikir didesain dulu yg di wordpress abis itu saya mau beli domain dan hosting,terus masalahnya saya udah buat wordpressnya abis itu ko saya mau instal jetpacknya plugin engga kaya seperti yang di gambar di atas biasanya kan setelah tema ada plugin di gambar atas tapi di wordpress saya ga ada,apa karena belum beli hosting dan domain ya bang ? pencerahannya bang

  • maswes says:

    mantapp tutorialnya. mas, saya kesulitan untuk register untuk buat akun baru. sepertinya tidak merespon setelah form register diisi dan klik register.
    mohon pencerahannya.
    Trims

  • Ardyan Satya Perkasa says:

    Mas Juan.. Saya bingung menerjemahkan dengan PoEdit. Kenapa di file manager host saya tidak ada folder Language? Apa ada lokasi lain untuk folder language ini. Saya menggunaka wordpress terbaru versi 4.5.3. Mohon bantuannya mas Juan.

  • Arfan says:

    mas kala mau menambahkan atribut seperti Pilihan Size Product gimana ya?

    • Arfan says:

      terus untuk konfirmasi pembayaran gimana caranya mas

      • Juan feju says:

        Paling gampang pakai plugin dari agenwebsite. Sudah terintegrasi dengan woocommercenya. Kalau mau gratis tapi repot ya buat sendiri menggunakan plugin untuk membuat form.

        • Arfan says:

          Maaf mas Mau nanya lagi ya, pertama kali saya order sendiri barang di web saya berhasil dan ada konfirmasi via email, tapi setelah saya coba lagi order, tidak ada konfirmasi ke email saya sebagai pembeli dan email sebagai admin mohon pencerahannya mas, thanks

        • Juan says:

          Mungkin masuk folder spam sudah cek? Terkadang juga butuh waktu beberapa lama, karena ngantri dikirim oleh server? Kalau mengirim email dari hosting biasanya masuk spam, solusinya bisa coba pakai SENDGRID. Email dikirim ke server mereka, baru dikirim ke penerima.

        • Arfan says:

          Di Folder spam juga tidak ada mas, apa mungkin seting email di woocommercy nya atau seting dari email, karana saya menggunakan Gmail

  • pratama says:

    Pak Juan, untuk yang ini >>> Tapi, saya ada kendala ini pak. Bagaimana caranya membuat navigasi menu top bar itu melayang pak ? Ketika di scroll, tidak ikut ketarik sama halaman, tapi tetap kelihatan. <<>> <<<< di header.php hasilnya sudah bagus.

    2. Pertanyaan saya, kalau saya hanya ingin menampilkan gambar saja bukan slider. Dan hanya tampil di front page seperti memasukkan slider pada pont no 1. Bagaimana caranya ?
    3. Alamat website saya : http://blankawear.com
    4. Kendala saya tinggal bagaimana caranya gambar yg saya inginkan hanya muncul di front page saja.

    Mohon bantuannya, dan saya ucapkan terimakasih sebelumnya.

    • pratama says:

      Ralat pak :

      Menu melayang, saya atasi dengan sticky. sudah bagus

      1. Untuk easingslider, di header.php sudah bagus. dengan function dari Pak Juan

      ?php
      if (is_page( ‘shop’ )) {
      if ( function_exists( ‘easingslider’ ) ) { easingslider( 621 ); }
      }
      ?

  • wedy says:

    salam kenal

    sy lagi baca blog ini dan mencoba utk buat olshoop..
    membantu banget tutorialnya

    tapi kendala sampai di tema anak.. sangat tidak mengerti sampai di new folder virtue child, sehingga sy lewatkan utk membuat tema anak.. sy tetap memakai tema induk

    nah terhenti lagi di bagian pembuatan menu..
    karena harus hapus theme my login..
    atau kalau mw pakai theme my login harus kopy code tertentu ke tema anak(yg tadi sy tidak mengerti,bahkan utk membuat tema anaknya saja sy bingung,sehingga memakai theme awal )
    sorry newbie banget :(

    mohon bantuannya

    • Juan feju says:

      tema anak pada dasarnya hanya sebuah folder yang berisi style.css di dalam folder theme.
      style.css adalah sebuah file minimal yang harus ada. WP bisa mengenali tema anak ini dari tulisan yang ada di dalam file tersebut. Pada tutorial saya suruh kopas kodenya. Setelah di kopas, maka kalau Wendy di admin backend, klik Appearance > theme, tema anaknya akan muncul di situ dan silahkan diaktifkan.

      • indra says:

        dear p juan, saya menggunakan woocommerce amazon affiliate. pada waktu saya trial, ketika saya klik checkout tidak bisa redirect ke amazon.com. penyebabnya apa ya? mohon bimbingan dan solusinya. terima kasih

        • Juan feju says:

          Saya belum pernah menggunakan amazon affiliate. Saya tidak paham dengan seluk beluknya.

        • Juan feju says:

          Saya belum pernah menggunakan woocommerce amazon affiliate jadi kurang paham seluk beluknya.

  • Ardyan Satya says:

    Mas Juan saya mau tanya tentang Theme My Login (Langkah 13 point 2. Membuat menu akun khusus untuk Theme My Login, tahap 4)
    Kenapa di wp saya tidak ada mode display-nya seperti gambar yang ditunjukkan mas juan disini. Karena itu di akhir saya tidak bisa menyembunyikan tampilan my account untuk logout user.
    mohon bantuannya.
    Terima kasih

  • Terima kasih atas tutorialnya, saya ikuti dan sangat mudah di pelajari, namun saya masih menemukan kendala nih om. Plugins JNE shippingnya tidak bisa diaktifkan karena kolom untuk masukkan lisensinya tidak tampil di JNE shipping padahal sudah dapat lisensi.
    http://prntscr.com/bp01qh
    http://prntscr.com/bp01tv
    Mohon analisanya om, thanks

    • Juan feju says:

      Kalau dah dapat lisensi, berarti sudah sudah beli yang berbayar. Lalu kenapa di gambar masih ada upload data kota? Karena kalau yang berbayar, sudah langsung terhubug dengan server Agenwebsite. Saya asumsi mas Dewa pakai plugin dari Agenwebsite. Apakah plugin berbayarnya yang aktif atau masih yang free?

      • ya saya gunakan yang free, menu my lisence di agen website pembelian free ada lisensi untuk 1 tahun, jadi saya kira bisa digunakan kan lumayan untuk tester http://prntscr.com/bps7kj . Namun pointnya bukan disitu sih, saat menggunakan WP versi terbaru (4.5.3) tidak ada pilihan shipment utk JNE http://prntscr.com/bps87e sehingga saya kira harus memasukkan lisensi yang satu tahun tadi, karena mentok akhirnya saya downgrade versi WPnya sesuai dengan tutorial diatas baru bisa shipment menggunakan JNE http://prntscr.com/bps8ey , nah disini ada lagi kendala data kecamatannya tidak bisa dipilih yang muncul adalah data kota di form kecamatan http://prntscr.com/bps945 namun saya kira ini masalahnya karena versi gratis juga, kalau sudah gunakan yang berbayar sepertinya tidak, karena saya masih trial and error jadi blm gunakan yang bayar. Namun jika ada trik untuk memunculkan data kecamatan bisa minta donk om? (^_^)

  • pratama says:

    Siang pak Juan, tutornya sangat membantu saya.

    Dari semua step by step saya ikuti, dan eksekusinya sukses. Terimakasih

    Tapi, saya ada kendala ini pak. Bagaimana caranya membuat navigasi menu top bar itu melayang pak ? Ketika di scroll, tidak ikut ketarik sama halaman, tapi tetap kelihatan. seperti http://thesteddy.co

    Mohon bantuannya Pak Juan

    • Juan feju says:

      Saya tidak tahu caranya kalau itu. Mudahnya sih beli saja theme yang memang menyediakan fitur tersebut. Virtue Theme yang versi premium setahu saya ada tuh fiturnya. Beli disini. Saya sih sudah beli.

  • Andi says:

    Saya mau tanya, kenapa ketika saya registrasi, email verifikasi tidak muncul di email tujuan? bagaimana mengatasinya?

    Terimakasih

    • Juan feju says:

      Kalau online shopnya dibuat di localhost pakai Wampserver atau Xampserver tidak bisa kirim email. Demikian juga kalau hosting di hosting gratisan seperti di Hostinger. Kalau di luar itu, biasanya masuk ke spam folder. Kalau mau lebih pasti masuk ke inbox pakai jasa pihak ketiga. Saat ini yang bisa saya sarankan SENDGRID. Jadi email akan dikirim ke sana, sebelum ke user.

  • wahyudeby says:

    Juan Feju
    To
    Today at 12:16 PM

    Terima kasih untuk registrasi di dapur Uang! Untuk menyelesaikan aktivasi akun Anda, silahkan klik tautan berikut ini:

    http://dapur-uang.com/login/?action=activate&xxxxx

    mas juan, saya ingin tanya lagi, untuk konfirmasi seperti diatas apakah hasil dari menggunakan TML ya? dan apakah untuk melakukan setting seperti diatas, hosting yg kita gunakan harus aktif php mail functionnnya?

    sy rencana pake masterwebnet. menurut mas, bagus atau tidak ya dan apakah ada pembatasan user perhari utk mendapatkan verifikasi diatas. cth : sehari hanya boleh 100 user yg registrasi..

    thanks

    • Juan feju says:

      Iya itu TML.

      Saya kurang tahu tentang urusan php mail, tapi saya rasa iya. Kemudian mengirim email dari web hosting biasanya akan berakhir di spam folder, karena satu IP dipakai ramai-ramai dengan pengguna lain, sehingga IP-nya kurang dipercaya oleh filter para email provider raksasa itu. Untuk mengatasi ini saya menggunakan pihak ketiga SENDGRID jadi email dari hosting dikirim ke SENDGRID, baru dikirim lagi dari sana ke pelanggan. Untuk lebih jelas apa itu SENDGRID baca saja di Google.

      Mengenai Masterwebnet, saya pribadi punya pengalaman yang kurang sreg di sana. Demikian juga di IDwebhost. Saran saya kalau cari hosting jangan sekedar murah. Selain itu umumnya hosting lokal itu kelihatan murah di awal, tapi jatuhnya lebih mahal ketika kebutuhan akan hosting meningkat. Silahkan bandingkan harga dengan apa yang Anda dapat.

      Seringkali orang yang mencoba tutorial disini menggunakan hosting-hosting tidak jelas, sehingga kalau di akses pelaaan, dan suka berperilaku di luar kebiasaan yang saya tahu. Jadi yang nanya bingung, yang jawab juga sama bingungnya. Untuk rekomendasi hosting, saya sudah tuliskan di atas.

      Saya tidak tahu cara membatasi jumlah registrasi.

      • wahyu deby says:

        ohh berarti jika kita pasang TML, sudah otomatis ya si pendaftar akan mendapatkan email verifikasi?

        atau ada integrasi khusus dengan perusahaan hosting?

        hehe,,,sori mas,,,sy masih agak bingung. mungkin perlu ada pembahasan khusus di dapur uang untuk menu TML dan alur registrasi pengunjung di tokol kita.

  • didik says:

    mas, saya mau tanya…saya bagun tokolnya memakai lokalhost, saya coba registrasi jd customer dan sukses dan ada keterangan confirm di email customer. tp pas saat saya cek email customer tidak ada inbox masuk, udasaya cari di spam jg tdk ada. mohon pencerahanya mas. terma kasih…
    dan semoga sukses sll

  • wahyu deby says:

    mas juan, saya rencana mau beli theme wp di themeforest karena saya mau bikin toko online utk busana. pertanyaan saya adl apakah theme yg saya beli bisa digunakan berkali-kali atau hny 1 kali. kedua, apakah theme tsb tinggal plug n play atau butuh coding2 lg. ketiga, tlg dipaparkan mas cara pasang hingga cara monitoring google analytic di web yg pake wp. keempat, apakah buat webnya di localhost dulu utk testing atau langsung beli domain dan hosting lalu setting disana ya?

    thanks ya mas..salam sukses

    • Juan feju says:

      Mengenai belanja di ThemeForest silahkan baca artikel: 4 Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Belanja di ThemeForest.
      Untuk pasang google Analytic nati saya jelaskan.
      Kalau buat web, saya sarankan langsung saja di web, karena kalau di Localhost Anda tidak bisa tes email, dan kalau pindahan, repot urusannya. Akan ada URL-URL di database yang harus diupdate. Perlu baca-baca cara imigrasi WordPress. Pindahan itu tidak bisa cuma kopas.

      • wahyu deby says:

        btw linknya gak bisa mas yg tips themeforest. sy ingin tny lg mas. di theme yg sy beli sudah ada form login dan register. pertanyaan saya adl apakah saya harus tetap install TML? dan apakah jika tetap sy install, settingan yg mas juan paparkan diatas sudah langsung terintegrasi dengan form login/register yg ada di theme tsb?

        salam,

        • Juan feju says:

          Pertama saya tidak tahu cara kerja form login dan registernya. Kedua, TML saya pilih karena ada fitur verifikasi emailnya. Tujuannya 1) untuk membuktikan emailnya asli, 2) menghindari bot yang suka ngisi form otomatis. Dengan kata lain Anda akan melihat ada banyak sekali orang daftar di tokol Anda, padahal itu cuma bot, bukan orang asli.
          Apa tujuan orang buat bot yang menyusahkan seperti itu…. I don’t know.

  • ade pondra says:

    mas saya nyoba pake TML, udh dftr jd customer tp setelah login dan pas view account diarahkan ke wp-admin/profile.php, tapi hasilnya malah blank page. itu masalahnya kenapa ya mas?

    • wahyu deby says:

      dear mas juan, saya bantu sundul ya pertanyaan ini karena kebetulan sy juga sedang berkutat di TML….thx n rgrds

    • Juan feju says:

      Tidak tahu saya, saya sudah coba buat dari baru, setelah login saya sih masuknya ke my-account. Itu default redirection WooCommerce.

  • budhi says:

    om juan mau nanya ttg checkout option BACS pan suruh ngisi tuh Bank Mandiri Misalnya , saya ga ngerti tuh IBAN, Sort Code, kalo swift code ada abis googling, thanks info nya

    • Juan feju says:

      Kalau cuma buat lokal sih, hanya perlu isi: Account Name, Account Number, dan Bank Name

      • JaJi Shop says:

        sebelumnya terima kasih mas untuk tutorialnya membantu sekali. Saya buat web ini http://jajishop.club
        Tapi kenapa ya ketika isi informasi BACS ini pas dihalaman konfirmasinya ga rapi hasilnya…
        mohon pencerahan.

        • Juan says:

          Saya tadi coba test belanja, tapi pilihan kota/kabupatennya tidak muncul daftarnya, jadi tidak bisa dilanjutkan proses belanjannya. Alhsasil saya tidak bisa melihat, berantakan yang dimaksud seperti apa. Kalau bisa kasih screen shotnya saja.

  • Wahyu says:

    Om juan kalau kita bikin toko online sendiri dan sewa hosting sendiri biaya pertahunnya keliatannya cukup lumayan ya. Apa kelebihannya ya om kalau bikin sendiri. Saya pingin bikin sendiri tapi sewa hosting itu dibayar perbulan apa pertahun? Saya sudah punya web toko online tapi dibikinin web master. Trus trick cari penyedia hosting yg murah dan tangguh gimana ya om? Terima kasih

    • Juan feju says:

      Kalau menurut Wahyu bayar domain dan sewa hosting mahal, sebaikanya jangan buka toko online. Karena untuk menyukseskan sebuah toko online, butuh biaya marketing lagi. Kalau domain dan sewa hosting saja sudah terlihat mahal…hemmm… apalagi biaya marketingnya :)

      Pembayaran sewa hosting tergantung dari masing-masing perusahaan, ada yang kontrak 1 thn, ada yang bisa per 3 bulan, ada yang kasih garansi, ada yang tidak, pokoknya macam-macam.

      Kalau perlu hosting murah dan tangguh, coba saja Fastcomet. Saya di sini. Ya bayarnya harus pakai kartu kredit.

      Kalau saya kriteria hosting bagus servernya kuat, dan pelayanan pelanggannya bagus, gampang dikontak, cepat, tidak ngantri.

      Saya sih dah pengalaman dapat hosting jelek. Kapok. Murah…..

      Kalau Wahyu nyari sekedar murah, hati-hati.. yang murah banyak… tapi…

  • Rio Martadinata says:

    pak juan saya buatnya di localhost setelah upload ke hosting setiap klik menu yg sudah saya buat kok nyambungnya ke localhost ya? jadi gak bisa menuju halaman yg diklik.
    dibuka lewat mobile cssnya gak keluar, kenapa ya?
    cara buat combobox size dan warna gimana ya?
    maaf banyak tanya hehe
    makasih banyak pak juan ilmunya sangat bermanfaat, semoga sehat selalu.

    • Juan Feju says:

      Wah ini.. tidak bisa langsung begitu saja di kopas ke hosting. Karena di databasenya link-linknya masih link-link yang localhost. Mesti baca di internet cara pindahan/imigrasi, apa yang harus diubah dan caranya. Rasanya saya pernah tulis. Tapi coba saja cari plugin, siapa tahu dah ada yang bisa otomatis.

  • Salwa Lutna says:

    Hallo Pak juan saya mau tanya kalau cara menghilangkan Tulisan Shop di Toko Online Woocommerce bagaimana caranya yah , Terimakasih https://drive.google.com/file/d/0B4fB5fNQfD7NNk1zN29lVnAtU1U/view?usp=drivesdk

  • Bima Rheksa says:

    Kurang Mantep Mas , Artikel nya dibatasi , huhu , mau bikin toko online jdi pusing ni , muter sana gk lengkap ke sini dibatasi ,

    • Juan Feju says:

      Ya dipesan hostingnya lewat afiliasi linknya atu… jatuh-jatuhnya sekitar Rp.600 rb-an itu pun untuk 1 tahun. Sebulan berarti Rp.50.000 an. Sehari anggaplah Rp. 2000. Kalau beli hostingnya tidak bisa, bagaimana nanti untuk biaya kalkulasi ongkir dan marketingnya nanti?

      Belajar di tempat kursus bisa jutaan loh.

      Masih kurang murah apa lagi di sini.

      Saya belajar keluar biaya dan ke sana kemari. Habis uang. Coba A, coba B loh. Mas Bima tinggal dapat jadinya.

      Semangat…

  • Juan Feju says:

    Wah kalau itu gak tahu.
    Coba aja ke agenwebsite mereka plugin untuk ongkri selain jne dan tiki.
    Bisa juga Epeken (blm jajal) mereka pilihannya lebih banyak kayaknya.

  • sempakers says:

    Ada 15 langkah untuk membangun tokol dasar dan inilah yang akan Anda pelajari:
    mana tutorialnya bro ?????
    itu2 aja bahasannya gak ada mengarah ke tutorial sama sekali

  • awan says:

    Untuk membuat pita “Sale” dan “Baru” sudah tampil di produk nya. Gimana cara nya supaya pita itu tampil di produk yg kita inginkan saja. Jadi tidak di semua produk

    • Juan Feju says:

      Mudah saja. Asal sesuai ketentuan, pasti tayang.

      Kesalahan yang sering dilkukan oleh pemasang iklan: Dia promosi toko bukan menawarkan barangnya, pasang link, foto comot dari internet, foto sudah ada cap olx atau bukalapak, fotonya kecil sekali, foto ditambahi embel-embel tulisan, keterangan barang tidak jelas, harga tidak masuk akal, dsb.

    • Juan Feju says:

      Pita sale itu hanya tampil di produk yang didiskon.
      Pita baru hanya untuk yang termasuk hitungan barang baru, tergantung settingan.
      Jadi seharusnya tidak semua produk. Kecuali produknya baru semua.

      • awan says:

        Satu lagi pak, Gimana menambahkan Sistem Pembayaran dengan isian (ketik) sendiri ?
        Mis : Expedisi : ………….(Exp. Cobra)
        Ongkos : ……………(120.000)
        Karena kalo grosir pakaian kan ongkir nya kan mahal kalo pake JNE atau TIKI.

  • syarifuddin Aulia says:

    Saya suka otak atik web…supaya aman , bagaiamn cata mem back up web site saya gan..terima kasih.

    • Juan Feju says:

      Di Cpanel ada fitur backupnya. Bisa pilih mau backup semua, backup database saja, atau backup lainnya.

      • syarifuddin Aulia says:

        jadi kalo misal setelah kita otak atik ada kesalahan, cara mengembalikan nya bagaimana, apakah bisa kembali seperti ketika di backup…

        • Juan Feju says:

          Kalau saya sih tinggal bilang sama hosting, mereka yang urus. Tapi setiap hosting beda-beda, ada yang gak ngurusin. Tapi di Cpanel setahu saya ada juga cara untuk kembaliin hasil backup an. Singkatnya ada beberapa cara untuk kembalikan backup. Sebaiknya tanyakan saja ke pihak hosting untuk petunjuk, mungkin mereka juga memiliki knowledge basenya.

  • Elsa says:

    terima kasih banyak gan ! sangat membantu sekali untuk referensi Tugas Akhir saya >,<

  • Alvin says:

    Sejak bangun tidur tadi, sekitar pukul delapan pagi, saya mengotak-atik laptop untuk membuat toko online dengan panduan yang Mas Juan Feju melalui postingan ini dan hingga sekarang, lebih dari pukul sembilan malam, saya sudah berhasil membuat penampilan kasar toko online saya. Terima kasih sekali, Mas Juan Feju. Semoga ilmu yang dibagi membawa berkah tersendiri bagi Mas Juan Feju. Amin.

    • Juan Feju says:

      Semoga jadi tokonya.

      • Alvin says:

        Saya stuck, Mas. Setiap menambahkan /wp-admin di domain, saya malah ke redirect ke ‘permohonan maaf situs dalam perbaikan’ yang sebelumnya saya buat sendiri megikuti instruksi Mas Juan Feju.

        Kesalahannya di mana, ya, Mas? Bagaimana cara saya agar bisa masuk ke situs saya sendiri sebagai admin? Terima kasih sebelumnya.

  • Raka Prathama K says:

    wp content/languages kok di dalam nya kosong. gk ada file atau directory lagi

  • difka says:

    web yang sangat istimewa dan menginspirasi.
    kayaknya kata terimakasih saja tidak cukup untuk mengungkapkan, tapi beribu terimakasih atas web ini saya bisa belajar banyak.
    terimakasih.

  • wisnuwd says:

    Mas kenapa waktu di tes untuk registrasi .ko ga bisa ya..ga ada email konfirmasi ke alamat yg register..

    terimakasih

    • Juan feju says:

      Kalau di localhost, mesti punya email server. Kalau di idhostingter, tidak bisa kirim email. Diblok agar tidak bisa dipakai spammer.

  • Ika Putri says:

    dari saya yang gak ngerti apa2 sampai saya berhasil buat wesite seperti ini www*dota2clothing*com semua saya belajar di sini di dapur uang….
    tapi sayang toko saya gak jalan karna management..
    padahal pembeli 24 jam bbm sama sms terus… :(

    tapi pelajaran membuat tokol nya masih berguna dan sangat membantu kehidupan saya mas juan..
    pelajaran yang luar biasa mas juan….
    gak ada di tempat lain…
    cuma disini yang tutorialnya ikhlas….

    diajarin dari Nol sampe jadi…
    trimakasih banyak mas juan..
    pelajaran yang gak bisa saya dapet dari Kuliah saya…
    Sukses buat mas juan…
    sekali

  • thank you for helping me… i love this site

  • Nimecloth says:

    Bang mau tanya, biar tampilannya tatap pc/desktop gimana yah walaupun dari mobile. soalnya kalo lewat hp pasti tampilan jadi mobile. saya sudah cari2 tp gk ketemu, bila berkenan mohon di jawab.

  • sayapayam says:

    mas juan kalo mau menghapus tombol add to chart gimana ?

    saya udah nyoba gini :

    /*
    .form.cart {display: none!important;}
    .woocommerce .products .add_to_cart_button {display: none!important;}
    Theme Name: Virtue
    Theme URI: http://kadencethemes.com/product/virtue-free-theme/
    Description: The Virtue theme is extremely versatile with tons of options, easy to customize and loaded with great features. The clean modern design is built with html5 and css3 and uses the powerful responsive framework from Bootstrap to be a fully responsive and mobile friendly. It’s fully ecommerce (Woocommerce) ready with all the tools you need to design an awesome online store. The versatile design is perfect for any kind of business, online store, portfolio or personal site. We built Virtue with a powerful options panel where you can set things like your home layout, sliders, custom fonts, and completely customize your look without writing any CSS. You are going to love how easy this theme is to work with. Virtue was built and designed by Kadence Themes.
    Version: 2.6.3
    Author: Kadence Themes
    Author URI: http://kadencethemes.com/
    Tags: responsive-layout, two-columns, one-column, custom-colors, custom-header, custom-menu, featured-images, translation-ready, theme-options, photoblogging
    Text Domain: virtue

    License: GNU General Public License v3.0
    License URI: http://www.gnu.org/licenses/gpl.html
    */

    tapi masih belum bisa, salahnya dimana ya mas ? mohon bantuannya, trimakasih sebelumnya.

    • Juan feju says:

      Permasalahan pertama dengan kode di atas adalah segala sesuatu yang ditaruh di antara /* */ dianggap hanya sebagai komentar saja. Seharusnya kode ditaruh di luar.

      Add to cart juga bisa dihilangkan lewat functions.php
      /*Hilangkan tombol add to cart
      function remove_loop_button(){
      remove_action( 'woocommerce_after_shop_loop_item', 'woocommerce_template_loop_add_to_cart', 10 );
      remove_action( 'woocommerce_single_product_summary', 'woocommerce_template_single_add_to_cart', 30 );
      }
      add_action('init','remove_loop_button');

  • three says:

    Pak nambahin CSS di ukuran gambarnya produk biar sama semua ,tepatny dimana naruh cssnya

    • Juan feju says:

      Mmm.. Maksudnya bagaimana, sedang membicarakan gambar yang di mana?

      • three says:

        pada saaat membuat kotak ukuran produknya biar rata semua? ukurannya sama? apakah size foto disini berpengaruh pak?

      • Juan feju says:

        kalau tema premium, dia bisa mengatur agar setiap baris selalu rata. Tapi kalau yang free, biasanya di atur pada tinggi ruang judul, sebagaimana diterangkan di tutorial. Ini bisa ditemukan kalau tidak salah pada shop settings. Setelah itu, ya nama judul harap jangan semaunya, misalnya batasi hanya 2 baris saja.

        • three says:

          terimakasih mas :) .., kalau untuk pengaturanya dengan tidak merubah css bisa nggak mas? hanya pengaturan dari tema bawaan saja.

        • Juan feju says:

          Kalau saya perhatikan tokonya, sebaiknya untuk catalog image. pada settingan gambar di woocomerce, pilihlah dicrop. Agar semua gambar ukurannya sama. Atau pada settingan themenya, gunakan saja ukuran bujur sangkar.

  • Endri says:

    Selamat pagi Bang Juan,
    Saya mau nanya masalah shipping jne, kok hitung ongkir jne saya selalu beratnya 1 kg ya Bang. Padahal saya sudah cobain order barang sekitar 3 kg tetapi pada saat chekout biaya ongkir jne cuma jadi 1kg.
    Apakah ada yg perlu di setting ulang,
    Atau karena saya pakai jne yg free version dari epeken

    Mohon bantuannya ya Bang JUAN
    Terimakasih

    • Juan feju says:

      Saya belum pernah tes kalau yang plugin JNE buatan epeken. Ditanyakan saja ke mereka, tentunya mereka lebih paham jika memang ada bug di dalam plugin mereka. Dan sepengetahuan saya, tidak ada pengaturan WooCommerce yang dapat meneybabkan hal itu.

      • Endri says:

        Terimakasih Bang JUAN atas informasinya,
        Saya ucapkan banyak terimakasih atas Tutorial toko onlinenya, sehingga saya bisa belajar membuat toko online sendiri. Memang kendala JNE sepertinya kita harus beli yang full version kali ya…???

        Terimakasih
        Semoga Bang JUAN makin sukses

        • Juan feju says:

          Kendala yang dimaksud apa? Kalau masalah susah cari data ongkirnya. Susah nyari data yang up to date. Yah sebaiknya pakai yang full version. Biar Anda bayar uangnya, orang lain yang urus. Anda pusingin yang lain. Di artikel saya kasih link ulasan plugin JNE dari Agenwebsite. Di akhir dari ulasan ada kode kupon untuk dapat diskon. Perbedaannya yang sekarang data ongkirnya langsung diperoleh dari server mereka. Jadinya tokol Anda terkoneksi dengan mereka untuk urusan shipping.

          Terima kasih untuk ucapan suksesnya.

  • sayapayam says:

    Bang juan saya mau tanya.
    1. Kalo registration confirmation e-mail gak masuk ke e-mail si register itu kenapah ya ? Saya pakai hosting gratis di idhostinger. Terimakasih.

    2. Terus kalo misalkan untuk wordpress localhost/offline tutorial bang juan ini bisa work juga atau enggak ?

    Mohon jawabannya bang juan, Terimakasih.

    • Juan feju says:

      1. Hostinger karena gratisan, suka dipakai spammer untuk ngirim email-email spam. Makanya dimatikan. Dengan kata lain Mas Sayapayam tidak bisa kirim email kalau di sana.
      2. Di localhost juga tidak bisa kirim email. Karena butuh email server. Saya sendiri tidak tahu caranya. Di luar itu tutorialnya tetap bisa work.

  • three says:

    Mas kok di menu navigation, category product, tidak ada datanya yg mau di tambahkan, adanya hanya di category post

  • Ahmad Tauhid says:

    mantap. tutorial yang sangat lengkap. (y)

  • terima kasih gan, sangat bermanfaat dan ijin share.. terima kasih

  • ilham says:

    maaf mau tanya, kenapa tombol screen option pada pembuatan menu kok gak bisa di klik ya ?? maaf baru belajar. saya ngikuti tutor di atas smp “Tahap 2 – Isi item untuk menu navigasi”, mohon bantuan nya. trima kasih.

  • Wow lengkap banget tutorial wordpressnya. saya kebetulan memang mau buat sebuah toko online wordpress buat afiliasi lazada..
    Btw thanks bangat ya infonya

    • Juan feju says:

      Yup. Tapi untuk sekedar info, sekarang WooCommerce sudah update lagi, so nanti Anda akan melihat sedikit perbedaan dengan yang ada di tutorial.

  • terimakasih byk mas, tutorial yg sungguh lengkap banget, apalgi tuk saya yg pemula baru bergelut di bidang jualan online.akhirnya bisa jg buat website jualan yg mudah tapi hasilnya maksimal.

  • lexkyu says:

    Dear bro Juan Feju,

    Maaf bro, saya mau nanya nih, soalnya baru belajar juga buat website Toko Online. hehe.

    Bro, di halaman log in saya ga ada tombol register yah? padahal di widget theme my login register link sudah saya centang. tapi saat saya prewiew ga ada. thanks sebelumnya bro atas pencerahannya :) .

  • Edo Mancunk says:

    Salam Mas JF Tutornya Paten, tpi krn keternatasan pengetahuan saya meski udah dah bolak balik liat Tutornya tp belum terpecahkan, mohon pencerahannya Mas http://dapur-uang.com/forum/viewtopic.php?f=1&t=99&p=446#p446

  • stn says:

    Tutor nya sangat lengkap dan jelas sekali, terimakasih banyak ilmunya. tambah sukses ya pak

  • sigit akbari says:

    Salut saya ama yang punya lapak, nt luar biasa ngasih tutor selengkap dan sejelas ini…

  • syarifuddin says:

    ****Update 15 Nov 2015: Data ongkir JNE untuk plugin ini menggunakan file .CSV. Di versi yang terkini, pengembang mengubah format pada data ongkir, menjadi seperti:

    Sumatera Barat,Kota Padangsidempuan,Padang Sidempuan,40000,2 – 3

    (Provinsi, Kota/Kabupaten, Kecamatan, Biaya JNE OKE, estimasi lama pengiriman)
    Apabila Anda memiliki data ongkir sample atau yang full, silahkan lanjutkan dengan klik tautan JNE Shipping.****

    dari keterangan di atas ….
    mau tanya gan. cara mendapatkan data ongkir itu bagaimana ?

  • Sam says:

    Permisi om juan, saya mau bertanya..

    saya mau bertanya tentang redirect index url.. ceritanya saya punya domain misal, abc.com nah ketika saya buka untuk nampilin tokol saya harus ngetik abc.com/wp, kalo abc.com saja dia nampilin nya index wp sama cgi bin kaya project dilocalhost. Pertanyaan saya gimana caranya biar ketika saya buka abc.com halaman index / halaman utama nya muncul jadi nga harus abc.com/wp

    semoga mudah dipahami,

  • febrian says:

    mau tanya dong, kenapa pada saat customer melakukan reset password/lupa password pada website online saya, tidak ada email notifikasi untuk melakukan perubahan passwordnya pada email customer? media saya woocommerce. apakah ada yang salah?

    Terimakasih.

  • pramita says:

    hai thanks for tutorial. I already make it to my website.
    but my problem is, when i klick my domain (katalogmits.com) it’s not directly to go to my product but my page go to the blog of wordpress. (latest post)
    would you help me?
    thanks for understanding.

    • Juan feju says:

      Well, all you have to do is to go to settings > reading and choose your ‘Shop’ static page, instead of your latest posts to appear at the frontpage.

  • ijul says:

    saya mau tanya om, kalo pake domain dan hosting gratis apa bisa ?? seperti freenom misalnya. Jika bisa, bagaimana cara menghubungkan domain freenom ke wordpress kita ??
    saya hanya ingin belajar dulu cara bikin tokol… Mohon jawabannya!

    • Juan feju says:

      Saya belum pernah pakai freenom, jadi saya tidak tahu apa kelebihan dan kekurangannya. Akan tetapi tidak disarankan menggunakan hosting yang gratisan. Seperti contohnya IDhostinger. Layananan emailnya tidak bisa dipakai. Sementara kalau toko online pasti butuh service itu. Alasannya sederhana. Hosting gratisan suka dipakai spammer untuk melancarkan aksinya. Jadi mungkin karena alasan itu, dimatikan.
      Selain itu hosting gratis pasti terdapt batasan-batasan lain yang tidak dimiliki hosting berbayar. Meskipun hati-hati juga, sebab ada hosting-hosting berbayar yang buruk. Pada saat pembuatan toko online akan menggunakan plugin yang cukup banyak. Jadi kalau hostingnya abal-abal, tokol Anda akan sering down.

  • rosaria says:

    bisa ngk sih kalo login sama register ny di buat pop up di bagian header ny? kalo bisa tuh masih perlu plugin lg ato tambah code ya? sori masih newbie..

  • Blogdikit says:

    terima kasih tutorialnya pak. Sangat bermanfaat ilmunya, apa lagi bagi pemula seperti saya. Mudah-mudahan bisa segera dipraktekkan.

  • jimmi sitepu says:

    Pas banget nih gan, saya juga lagi belajar buat toko online, bingung juga nih mo buat catalog gitu za,. apa pluginnya ya..?

  • Jony says:

    Mohon masukannya, widget Login dari TML di side bar tetap muncul pada halaman login dan register sehingga tampak aneh. Bagaimana caranya agar widget login tidak muncul pada halaman login dan register?

  • heriyant says:

    mas mau tanya kalau front page nya saya mau buat berupa artikel gimana ?

  • Amal Utama says:

    ass. saya sudah mengikuti tutorial di atas dan memiliki masalah dengan laman “you cart”..
    jadi ketika saya menambahkan item pada keranjang dan ingin melihat apa saja yang ada pada keranjang belanja itu tidak berhasil dan akan muncul seperti ini :

    Sorry, but the page you were trying to view does not exist.
    It looks like this was the result of either:

    a mistyped address
    an out-of-date link

    jadi saya tidak bisa check out.. mohon pencerahannya mas.terimakasih

  • Fazri says:

    Saya hanya mau mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Semoga kebaikan anda sharing ilmu ini dibalas Tuhan YME. Amiiin.

    Sukses selalu. :-)

  • faizal says:

    gan ane mau tanya ane udah ikutin totor dari pertama, tapi ko ane punya masalah nie. widget ane ko gak muncul ya. itu kira” kenapa ya gan

  • Jony says:

    Malam om, butuh masukkannya saya kemarin mengikuti tutorial cara membuat toko online wordpress dalam 1 hari dan sudah sampai langkah 8. Hari ini saya ingin melanjutkan ke langkah 9 namun saya tidak bisa masuk/login karena saat saya ketik url namadomain.com/wp-admin langsung redirect ke namadomain.com/login. Sudah coba dengan username dan email tetap tidak bisa. Lost password jg tidak bisa. Mohon masukannya, harus bagaimana. Terima kasih.

    • Juan feju says:

      Pertanyaan tentang tokol, selanjutnya di forum aja ya.
      Kalau mengenai permasalahannya. Pasti ada install plugin yang tidak diajarkan di tutorial. Betul atau salah? Kalau betul ya, di nonaktifkan manual pluginnya.

  • PRO LAPAK says:

    Wah mantep sharingnya gan.

    Bagi yang belum bisa beli theme di themeforest, cukup, gunain cara ini udah oke. Cara kerjanya mudah, dan tentunya bisa mendongkrak penjualan nantinya.

  • Ridlo says:

    Mau tanya gan, untuk menghilangkan shop, default sorting, dan showing all result bagaimana? dan bagaimana membuat tampilan katalog web di hp menjadi 4 kolom tidak hanya satu. Owiya wp-content itu letaknya dimana ya? terimakasih sebelumnya untuk ilmunya

  • Abdi says:

    Cara agar penggunanya punya foto profil sendiri bagaimana ya? Mohon dibantu.

  • quraisy says:

    Halo Bang Juan,

    Kenalkan saya quraisy, newbie dalam hal website….dengan mebaca tutorial ini saya jadi makin tertarik untuk belajar membuat website jualan agar bisa bantu2 tetangga melariskan dagangannya…:)…sy juga sdh langganan di fcomet sesuai arahan Bang Juan.

    Dari tahap awal sampe akhir udah saya praktekan dan alhamdulillah udah 3x delete wordpress nya…..hehhehe hal ini karna keterbatasan pengetahuan sy dalam pembuatan website dan juga banyak menu yang berubah sehingga menambah penderitaan sy dalam belajar….sebenarnya yg ke3 itu udah jadi hanya ada beberapa kekurangan saja namun sdh terlanjur delete…., akhirnya saya coba pake theme avada (kata teman2 itu bagus) justru malah makin bingung hehehe delete 1x lagi….kesimpulan saya pakai virtue lebih baik karena Bang Juan kasi tutorialnya lengkap.

    Saya mau buat lagi pake theme virtue, kali ini yang terakhir….hehehe bagus2 gak bagus tetap berkibar.

    Pertanyaan saya, apakah dengan theme virtue premium akan memudahkan costumize utk newbie?

    Terima kasih atas ilmu yang berharga ini, semoga tuhan membalasnya dengan kebaikan yang berlipat2.

    Salam
    Quraisy
    Mataram, NTB

    • Juan feju says:

      Hai Quraisy, salam kenal.
      O itu Quraisy yah yang pesan hostingya sebulan, kenapa cuma sebulan? :P
      Avada itu memang baugs tampilannya. Tapi memakan resource yang sangat besar. Sebaiknya tidak digunakan kalau masih di shared hosting. Soalnya saya sudah pernah pakai juga. Kurang cocok.
      Kalau dah pernah lihat theme optionnya avada, theme optionnya Virtue sih simple :).

      Visit forum yah, buat diskusi tokol.

      • quraisy says:

        hi Bang Juan,

        iya sebulan dulu nyoba, ntar baru sambung stahun hehehe….

        iya virtue serasa lebih simple, mungking karna tutorialnya yang mantab….jadi terasa mudah…..oh yaa next week mau coba vertui premium…biar masih gaptek lanjut terus….mohon bimbingannya ya bang Juan…sy bisa emailkan kalau ada kesulitan?

        terima kasih
        salam
        Q

  • Indrawati says:

    Bagus yah tutorialnya… menarik dan sangat membantu … <3

  • Nurman says:

    Maaf Pak,saya nubie nih mau numpang tanya
    Kenapa menu di mobile navigation, pas ane klik, langsung ketutup ya? Gak mau kebuka lama?

    web nya http://habbaco99.co.id/store

    • Juan feju says:

      Tidak bisa kebuka storenya nih.
      Pertanyaan berikutnya diajukan di forum aja ya.

      Update:
      Eh dah terbuka nih.
      Seharusnya sih navigasinya tidak seperti itu. Mungkin bentrok dengan plugin lain. Coba matikan plugin-plugin lain selain woocommerce dan lihat hasilnya.

  • Roy says:

    maaf, bang. Kok pas mau install plugin jetpacknya error ya?
    “Downloading install package from http://downloads.wordpress.org/plugin/jetpack.3.7.2.zip…

    Download failed. There are no HTTP transports available which can complete the requested request.”
    mohon diberi pencerahannya :)

  • anjun says:

    tutorialnya lengkap bin detail kak ^_^ mantap, salam kenal

  • arika says:

    salam kenal om, plugin Codestyling Localization kok udah ga ada lagi ya..ada alternatif pilihan lainnyaga ya om

    • Juan feju says:

      Oo…Plugin Codestyling Localization telah ditarik dari peredaran. Sebagai gantinya gunakan free software poedit untuk lakukan penerjemahan.

      Silahkan baca update-an dari tutorial ini di: Tokol WordPress – Langkah 15 (Update): Membuat Terjemahan dengan Software Poedit

  • Mas, saya cuma ingin mengubah beberapa kata dari woocommerce. seperti add to cart dan checkout. Apakah ada cara yang lebih mudah untuk ini? saya bisa mengubahnya tapi hanya sebatas add to cart.

    btw, thanks artikelnya.

  • Vito says:

    Bang Juan pakai wordpress versi brpa ? Woocomerce versi brpa ? sama tema virtue versi brpa ? soal’a kadang saya install suka gak kompetibel kalo versi masing2 gak cocok, sama minta link demo toko online Bang Juan yang udh jadi.

    Sebelumnya terima kasih banyak

  • ara says:

    page web nya maksudnya pak

  • ara says:

    pak juan saya mau bertanya…knapa foto produk saya tidak tampil di page wenya..padahal di dalam media wp dan setingan produk nya baik baik saja tampilannya pak .. tolong di bantu

  • ara says:

    nah saat saya delete user yg pending di dasbord wp nya, malah ada email notifikasi masuk seperti ini ” You have been denied access to NAMA DOMAIN SAYA “

  • ara says:

    udah pak juan ..saya sudah lakukan semua langkah..sampai2 saya ulang buat shonya dari awal..tetap tidak terkirim email aktivasi nya gan..

  • ara says:

    pak juan saya mau tanya…knapa saat registrasi hosting tidak otomatis mengirim email ke si pendaftar baru untuk konfirmasi emalnya.. ????

  • alvaro says:

    Mas Juan, saya sedang install WP dengan ikuti tutorial yang diberikan.
    Tetapi pada saat saya mau menyambungkan jetpack muncul error “jetpack_id”.
    Bagaimana cara mengatasinya? versi WP 4.3 jetpact 3.7.

  • Pak, saya sudah mengatur sesuai dengan keterangan diatas, tetapi kenapa produk saya masih tidak bisa rapi ya. Saya juga pakai tema virtue.

    http://www.abarsa.com

  • agus santoso says:

    Terimakasih Pak Juan! sebagai pemula saya banyak mengambil manfaat dari artikel yang bapak tulis.
    Saya mau tanya? kenapa widget ‘kategori’ saya tidak tampil di halaman depan (shop). widget ‘kategori’ baru muncul saat saya sudah klik produknya.
    Mohon solusi. Trims

  • Nice info gan,mohon ijin menyimak. Salam hangat dari kami

  • ardi says:

    wah beruntung bisa terdampar disini, terima kasih bang untuk panduanya, sangat bermanfaat.
    sukses terus bang juan and DUS :)

  • kasamago says:

    mantab, tetap harus pake yg premium ><

  • natalia says:

    Saya baru saja membuat website, dengan theme dari elleghants. Saya lagi membuat kategori dari produk saya, tetapi kategori yang saya buat, kok tidak bisa muncul di header halaman depan ya? Bagaimana untuk memunculkannya? Tks.

  • Mei says:

    malam pak, sy sudah sign up tp knp tidak bisa masuk ke forum ya?

  • Mei says:

    Pak, gimana mengganti tulisan tombol ADD TO CART ke tulisan BELI. Apakah menggunakan aplikasi translation saja sdh bisa? mohon pencerahannya. Sebelumnya thanks ya Pak.

    • Juan feju says:

      Nah, silahkan nanyanya di forum dUS yaa :D Nanti saya jawab dua pertanyaan Mei di situ…

      • Mei says:

        malam pak, saya uda coba sign in ke DUS tp kok rasanya ribet ya utk sign up. terutama memasukkan password yg hrs contain required characters. Bbrp kali ditolak

        • Juan feju says:

          Hehe:) passwordnya memang harus mengandung huruf kecil & besar, angka, dan simbol, contoh: aA123!. Tapi ini contoh saja ya.
          Memang harus begini, kalau tidak password akan mudah dicrack oleh hacker. Teknologi komputer makin powerful dan canggih, password biasa mudah sekali dicuri.

  • Arman says:

    Butuh e-booknya, kira2 ada gak yh?

  • nandar says:

    Pak saya install plugin muncul the uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini gmn solusinya

  • aji says:

    mas mau minta tolong dong, saya pusing sekali. kenapa shop page saya tidak ada yah?

    • Juan feju says:

      Kalau ada pertanyaan diajukan di forum dUS saja, yah :). Kemudian apakah pada settings > reading sudah dipilih static page: Shop?

  • al says:

    malem admin,
    saya mau tya nich permasalahan sma spt amalia, kenapa punya saya jadi ada sidebar 1 ya?
    jika saya praktekan langkah 9 instal plugin sidebar login dan instal theme my login di sidebar loginnya ada 2-3….
    ini screensotnya :
    pada saat belum logut normal namun setelah logout loginnya ada 2-3.
    https://www.dropbox.com/s/9dyjcqalxlkqsw7/sebelum%20logout.doc?dl=0

    • Juan feju says:

      Hai Al, saya sudah lihat gambarnya dan saya memiliki beberapa dugaan dan pertanyaan. Akan tetapi saya memiliki satu permintaan sebelum menjawabnya, pertanyaannya diajukan lagi di Forum dUS ya.
      Register dulu, buaat passwordnya pakai huruf besar dan kecil, angka dan simbol, kemudian posting pertanyaannya di forum Toko Online. Kita bercakap di sana.

  • zoiijared says:

    dibandingkan sama prestashop jauh lebih mudah wordpress y mas

  • anton says:

    saya mengharapkan bantuannya pak juan, saya sudah instal semua sesuai prosedur dan step by step dr pak juan,akan tetapi pas mau cek out setelah mengisi semua alamat dll nya procces cek out malah muncul tulisan begini pak”Invalid shipping method.” kira kira apanya yah pak, mohon pencerahananya, jika tdk keberatan coba bapak kunjungi situs saya http://www.toserba.top lalu melakukan pembelian, komentarnya mohon dikirim keemail saya, maturnuwun pak, ditunggu pencerahannya,,

  • faisal says:

    sore pak, mau tanya. setelah add new produk trus di view kok tampilan nya jadi gede (fullwidth) dan right-sidebar nya malah kebawah bukan disamping. dan tidak ada ‘add to cart’ nya
    Mohon pencerahan nya, trim’s

  • jie says:

    saya coba kenapa gk ada verifikasi untuk password ke email yah …
    bisa tolong di jelaskan …kenapa ??

  • dana says:

    mas salam kenal saya mau nanya bagaimana membuat 2 variasi harga dengan plugin saya kurang faham,tolong lihat web saya dan tolong beri saran apa yg kurang
    tengkyu before

  • akbary says:

    met sore bang juan yg ganteng…. sy coba ikuti tutor Langkah 14: Membuat Menu, sy sdh ikuti smua langkahnya. hasilnya pada menu topbar muncul menu my account 2X. gmn cara agar bs sama sperti contohnya bang juan. dan di tahap Membuat menu akun khusus untuk Theme My Login, sy binggung di Tahap 1 – Buat menu akun
    Jika menu akun belum ada, buatlah satu (jika sebelumnya sudah ada kosongkan menu tersebut).
    maksud dari jika sebelumnya sudah ada kosongkan menu tersebut? sy sdh berusaha lakukan tuk kosongkan ternyata tidak berhasil bang. terima kasih atas ilmunya….
    sukses selalu tuk dapur-uang.com

    • Juan feju says:

      Hai Akbary, maaf saya lama menjawabnya. Karena saya sedang mengerjakan proyek dan juga mempersiapkan sebuah forum, agar pertanyaan-pertanyaan semacam ini dapat lebih teroganisir.

      Jawaban dari pertanyaannya dapat di lihat di forum WooCommerce
      Silahkan registrasi jika ingin reply mengajukan pertanyaan baru.
      Semoga saya dan teman-teman yang lain dapat bantu menjawab dan belajar dari pertanyaan yang sama.

  • awan says:

    Halo Pak Juan,
    Saya sudah memakai plugin Theme My Login dan sudah mengikuti aturan yang pak juan jelaskan, tapi sekarang malah tidak bisa logout

    URL di Browser : http://doldolan.com/logout/?_wpnonce=f1823f8***

    Tampilan web:
    404 Not Found
    The requested URL /logout/ was not found on this server.
    Apache Server at doldolan.com Port 80

    kemudian jika saya login ke dashboard/wp-admin muncul seperti ini?

    URL di Browser : http://doldolan.com/login-2/?redirect_to=http%3A%2F%2Fdoldolan.com%2Fwp-admin%2F&reauth=1

    Tampilan web

    404 Not Found

    Not Found
    The requested URL /login-2/ was not found on this server.
    Apache Server at doldolan.com Port 80

    Saya memakai theme virtue
    Apakah ada yang salah? saya Mohon bantuan dan pencaerahannya Pak

    Terimakasih

  • riswantio says:

    gan ane kan udah bikin sub menu. trus ane bikin product tapi kok product nya malah muncul di shop, ane maunya muncul di sub menu shop nya, cara nya gimana ya?

    • Juan feju says:

      Setiap product yang dibuat, pasti muncul di shop. Kalau dari gambar, seperti Risawanto ingin memasukan kategori “clothing” di bawah menu “shopping.” Kalau begitu pada saat pembuatan menu, buat item menu dari kategori barang dan posisikan di bawah item menu “shopping”

  • andri says:

    juan …..
    untuk setting product nya bagaimana apa bisa di jelaskan ….juga selain cara setting wooCommerce

    dimana besa dapat buku tutorial lengkap woocommerce

    thanks juan

    • Juan feju says:

      Hai Andri, untuk setting product dasarnya sudah ada di tutorial online ini, ikuti saja langkah-langkahnya tutorial ini (di sidebar). Untuk buku besarnya tidak ada. Semoga itu menjawab pertanyaannya.

  • yendi says:

    ijin di sedot artikelnya ya OM Dapur Uang.com
    untuk bahan presentasi

    thaks

  • D'Zulva says:

    Hai Pak Juan.
    Terima kasih, berkat anda kami sekarang Merdeka punya toko online buatan sendiri.

    Yang belum ketemu solusi ini pak:
    1.Cara memasang iklan affiliasi di halaman tersendiri ( misal halaman: Tiket Bus ) dengan adit CSS dan JS.
    Butuh petunjuk detail pak soalnya bener bener awam.
    Berikut screnshoot petunjuk dari sananya:
    http://prntscr.com/85x3no
    Url tokol: http://store.altiket.com

    2.Cara mengganti Plugins Woocomerce ke versi yang lebih rendah agar data dan setting tidak berubah, soalnya beberapa plug in yang terpasang ternyata tidak support dengan versi woocomerce terbaru

    Terima kasih Pak Juan
    D’Zulva

    • Juan feju says:

      Saya jawab yang no.2 dulu ya. Setahu saya untuk downgrade, delete pluginnya lalu install versi sebelumnya. Filenya bisa ditemukan di https://wordpress.org/plugins/woocommerce/developers/. Harap di backup dulu databasenya sebelum plugin didelete. Biasanya sih data di database yang berkaitan dengan suatu plugin tidak terhapus (tapi jaga-jaga saja).

    • Juan feju says:

      Untuk jawaban no.1 kalau menggunakan tema Virtue. Edit file head.php (sebaiknya gunakan tema anak).
      Kemudian kopas kode affiliate diantara head dan /head (gambar) tepat di bawah head dari file head.php.
      Lalu kopas div id=”agent_booking” div ke tempat yang diinginkan. Masalahnya karena saya tidak tahu D’Zulva mau taruh dimana, saya tidak bisa suggest file apa yang harus di edit.
      Kemudian kopas script paling akhir (di gambar) ke sebelum /body di file base.php (sebaiknya gunakan tema anak)
      Sorry agak susah nulis kode di komen ini.

  • Muh. Arkan Musyabbir says:

    Permisi mas Juan, sya sudah ikuti langkah2 diatas, sdah regen. thumbnail juga, tp kok tampilan produk sya masih belum rapih? mohon bantuannya mas :)

  • Selamat malam pak Juan, saya ada sedikit bingung dibagian ini, mengapa ketika saya akses /wp-admin alamat saya tidak menuju ke bagian login wordpress, padahal saya sudah install.

  • Bomas says:

    sudah diletakan di /languages/woocommerce tapi tetap tidak dibaca yah ?

  • Maaf gan, Sampai sejauh ini saya bisa mengerti kalimat dari artikel-artikel sebelumnya.
    Tapi ada Kalimat yang gak bisa aku ngerti maksutnya :

    Jika menu akun belum ada, buatlah satu (jika sebelumnya sudah ada kosongkan menu tersebut).

    – Kodisi Menu Acount saya sudah ada.
    yang saya tanyakan “Kosongkan menu tersebut” itu bagaimana?? “My Menu” yang ada di dalam “Menu Acount” di delete ya?

  • akbary says:

    selamat pagi baaaang….. salam kenal sy akbary nubi tokol….. sy mau tanya, klo sdh pake plugin Theme My Login apa masih perlu pake plugin Register Plus Redux? satu lagi plugin security apa yg tepat untuk tokol dgn theme virtue n woocommerce?
    terima kasih banyak bang atas infonya……
    sukes selalu n berlimpah rezeki krn bang doan juan selalu berikan ilmu dgn cuma cuma.

    • Juan feju says:

      Hai Akbary, nice to meet you. Jawabannya Tidak perlu. Theme My Login digunakan untuk menggantikan Register Plus Redux. Untuk plugin security saya belum bisa menyarankan. Tapi sebaiknya pakailah yang memiliki versi berbayarnya. Sebab biasanya kalau developeryang komersil dan memiliki pemasukan, ia memiliki power untuk terus memelihara dan mengembangkan pluginnya.

      • akbary says:

        sore bang Juan…. sy bermasalah dalam menyetting laman / menu tuk log in/daftar user/customer nih, mohon pecerahannya. atau adakah tutom tokol yg sdh versi update wordpress jg woocommernya.
        thanks bang tas jawaban serta ilmunya.

        • Juan feju says:

          Hai Akbary, apa yang mau dicerahkan, permasalahannya tidak dijabarkan. Tutorialnya yang ada saat ini, cuma ini.

  • akbary says:

    thanks berat berat brooo…. sukses selalu ….. gw angkat topi n acung jempol 4 buat eloo
    Tutorial bermanfaat banget, dengan kasih tanpa syarat(cuma cuma)
    Rezeki n ilmu eloooo pasti bertambah daaaaah

  • abel says:

    maksud saya untuk setting agar tampilanya grid seperti contoh dimana (di theme options) atau di plugin, saya baru saja instal theme virtue dan saya coba pos beberapa tampilanya gk grid, tapilan blog biasa

  • abel says:

    Mas juan untuk nampilin postingan model grid/kotak2 gmn nya.. apa tersedia di versi free nya

    • Juan feju says:

      Di contoh kan dah versi grid? Atau maksudnya bagaimana?

      • abel says:

        maksud saya untuk setting agar tampilanya grid seperti contoh dimana (di theme options) atau di plugin, saya baru saja instal theme virtue dan saya coba pos beberapa tampilanya gk grid, tapilan blog biasa

  • lebih bagusan opencart untuk tampilan, kami sering pakek opencart sama zencart

  • Sicoco says:

    Makasih mas atas tutorialnya yang panjang dan cukup jelas.

  • Awanto says:

    Sesudah mengaktifkan Maintenace mode kok saya ngga bisa masuk ke website nya
    Langsung masuk ke laman Maintenance Mode, tidak ke menu Log In
    Mohon pencerahan nya

  • Awanto says:

    Klik Jetpck > Setting

    Custom CSS nya bisa diaktifkan
    tapi 2. Photon
    3. Protect
    4.WordPress.com Stats
    ngga aktif (kayak di disable gitu) jadi ngga bisa di aktifkan
    Saya pake Xampp 5.6.11 dan WP 4.2.3
    Makasih

    • Juan feju says:

      Iya, kalau pakai XAMPP memang begitu. Penyebab pastinya saya kurang tahu. Akan tetapi kalau praktik langsung di hosting, ketiganya akan aktif.
      Nanti email juga tidak akan bisa, karena di XAMPP harus instal email server.

  • Anthony says:

    hallo pak juan, terimakasih atas tutorial yang anda berikan, itu sangat membantu saya. saya mau tanya pada saat saya test untuk register di online shop yang saya buat, kenapa saya tidak dapet email konfirmasi dari web olshop yang saya buat sendiri, apakah ada yang perlu disetting lagi? dan kalo boleh tau dimananya. mohon pencerahannya. terimakasih

    • Juan feju says:

      Hai, Anthony untuk hal ini saya perlu bertanya beberapa hal:
      1. Dimanakah instalasi tokol di lakukan, shared hosting atau localhost (di komputer)?
      2. Langkah-langkah mana saja yang sudah dilakukan berkaitan dengan registrasi. (Kadang orang melompati tutorial)
      3. Apakah sudah di cek di folder spam dari email yang bersangkutan?

  • slamet says:

    tris infonya ini lagi perispan buat toko online

  • yansas says:

    Mas Juan.. cara mengubah ukuran gambar yang di homepage nya gimana mas?

    • Juan feju says:

      Gambar catalog image? Di settingan WooCommerce seperti yang disampaikan di atas. Atau maksudnya gambar yang lain lagi?

  • alief says:

    Salam kenal Pak Juan,
    sebelumnya saya mengucapkan terimakasih atas tutorial dan pembelajarannya.
    begini Pak Juan ada yang mau saya tanyakan terkait error yang muncul seperti ini pada sisi bawah halaman utama blog
    “Fatal error: Allowed memory size of 41943040 bytes exhausted (tried to allocate 65552 bytes) in /home/prmgrcom/public_html/wp-includes/formatting.php on line 824”
    kesalahannya dimana ya Pak, dan solusinya bagaimana soalnya ketika memasang widged sidebar login muncul keterangan error juga seperti itu yang hampir sama dengan keterangan
    Fatal error: Allowed memory size of 41943040 bytes exhausted (tried to allocate 12288 bytes) in /home/prmgrcom/public_html/wp-admin/includes/ajax-actions.php on line 750. terimakasih sebelumnya.

    Salam
    Alief Rakhman

    • Juan feju says:

      Sebenarnya itu karena kekuarangan memory. Maka di tengah eksekusi script jadi terhenti. Solusinya bisa coba:

      Di wp-config.php tambahkan:

      define( ‘WP_MEMORY_LIMIT’, ’64M’ );

      Angka 64M bisa kalian ganti sesuai kebutuhan. Berapa angkanya bisa diperkirakan dari pesan eror-nya.
      contoh mentok memorynya 41.943.040 bytes. Bila 1 MB = 1.048.576 bytes, maka 41.943.040 bytes = 40 MB.
      Sedangkan kekurangannya cukup kecil hanya beberapa KB. Jadi kalau limitnya diangkat ke ’64M’ seharusnya sudah mencukupi.
      Biasanya angka untuk WP_MEMORY_LIMIT nya adalah kelipatan 8, 16, 32, 64, 128, 256, 512, dst.

      Kalau tidak bisa juga, kemungkinan memang jatah memory dari hostingnya kecil.
      Catatan memory tidak sama dengan kapasitas hosting.

  • zay malik says:

    Permisi mas juan..
    Numpang tnya nih ..
    Buat nya lewat gadget bsa gk ?
    Atw mesti pkai laptop ?
    Terimakasih..

  • Klik Jetpack > Settings. Aktifkan modul plugin jetpack:

    Custom CSS
    Photon
    Protect
    WordPress.com Stats

    Matikan yang lain.

    Kenapa Hanya 4 dan Matikan yang lain??

    • Juan feju says:

      Alasannya, semakin banyak module yang diaktifkan, akan semakin menguras resource. Efeknya kalau server gak kuat/ jatah resrouce sedikit, maka nanti suka pelan. Jadi gunakan seperlunya saja.

  • Mei says:

    Pak Juan, terima kasih atas tutorialnya yg sangat bermanfaat ini untuk pemula yg baru belajar membuat toko online. Saya telah mengikuti tutorial ini sampai tahap upload produk. Pada featured produk bs muncul gbr. tapi pada galeri produknya knapa tdk bs muncul gbr spt bapak bikin ya? trims sebelumnya

  • Febri Setiawan says:

    pak juan artikel ini dibuat pada 16 januari 2014, pada saat saya buat komen ini tanggal 21 juli 2015. yang ingin saya tanyakan apakah recomended dari pak juan masih sama ? atau ada perubahan mengenai recomended hosting ? terima kasih

    • Juan feju says:

      Artikel ini sudah diupdate semenjak pertama kali dibuat.
      Rekomendasi terkini, sebagaimana tercantum sekarang. Sebagai catatan, saya hanya merekomen hosting yang pernah saya pakai.

      Untuk toko online, no.1 saya rekomen hosting luar – FastComet. Untuk transparansi saya katakan di depan, saya dapat komisi kalau Febri pakai hosting di sana. Tetapi terlepas dari itu, saya tetap rekomen FastComet, karena:

      1. tokol WordPress butuh banyak plugin dan ini butuh resources yang agak besar, agar tokol tidak jadi pelan. Kl Server lokal – shared hosting, suka gak kuat
      2. Saya sendiri hosting di FastComet, server dan layanannya super cepat. Tech support standby 24 Jam.
      3. Tidak pakai kontrak, artinya kalau Febri tidak puas, bisa pergi, sisa uang kembali. Kalau hosting lain, duit hangus.
      4. Gratis domain seumur hidup, plus satu akun gratis berlaku 1 tahun
      5. Kekurangannya bagian billing agak pelan, mungkin karena urusan duit. Dan cuma ada Senin-Jumat

      Tentu kalau pakai hosting luar, mesti punya kartu kredit/paypal dan bisa Inggris. Kalau tidak punya, saya rekomen hosting lokal – Rumahweb. Kalau ini saya tidak dapat komisi apa-apa. Tapi dari pengalaman saya:

      1. Tech supportnya bagus dan helpful. Namun salesnya gak tahu apa-apa
      2. Servernya lumayan, tapi gak sebagus FastComet. Apakah kuat untuk tokol…hmm maybe yes, maybe no. Dibandingin dua hosting yang saya gak rekomen di atas, ini sih lebih mending

      Kesimpulan
      Kalau mau yang lancar jaya dan cocok untuk tokol FastComet (Kasih saya emailnya yah kalau pakai FastComet, buat urusan saya dengan admin)
      Kalau yang lokal, pakai Rumahweb, tapi dengan catatan-catatan.
      Kalau ingin coba hosting lain di luar dari 4 hosting yang pernah saya pakai, silahkan cari info lagi.

  • Yan Sas says:

    Mas juan, kalau saya pake tema dari Yithemes.com yang versi free nya.. trus apakah langkah selanjutnya sama dengan tutorialnya mas juan?

    • Juan feju says:

      Hai Yan, jawabannya tergantung. Apabila tutorialnya berkaitan dengan theme itu sendiri, seperti pengaturan theme options, maka langkahnya akan berbeda. Di luar dari itu, sama.

  • Pak juan, saya mau nanya ..
    untuk membuat agar email verifikasinya bekerja caranya bagaimana ya?
    saya sudah mencoba membuat akun di toko online saya, saya isikan username dan alamat email. nah data yang saya input itu masuk ke bagian user di wordpress. tapi pada saat saya cek e-mail tidak ada inbox untuk verifikasi mail nya pak .. itu gimana ya? mohon dibantu ..

    • Juan feju says:

      Hai Febri, pertama, saya sudah membuat tutorial update-annya, jadi tidak lagi menggunakan Register Plus Redux: http://dapur-uang.com/id/tutorial-toko-online-wordpress-instal-theme-my-login/
      Kedua, coba cek folder spamnya. Sebab email yang digenerate oleh WP biasanya masuk ke sana. Kalau mau selalu masuk ke Inbox saya sudah buatkan tutorial tambahannya: dapur-uang.com/id/cara-agar-email-tokol-tidak-masuk-folder-spam/

      Email verifikasi aktif saat pilihan: Verify all new users email addres, dicentang.

  • asta says:

    ningalin jejak dulu, soalnya saya masih mau kenalan dg wordpress untuk membangun toko online, semoga berhasil, hehehe

  • asta says:

    ninggalin jejak….soalnya saya masih mau kenalan dengan wordpress untuk membangun toko online semoga berhasil…ijin baca artikelnya, hehehe

  • dehan says:

    Dear Pak Juan,

    Mohon petunjuk cara merubah warna font harga pada plugin woocommerce-excelling eCommerce agar tdk standart (hitam), misal di rubah menjadi warna yg mencolok lainnya. thank’s

  • naufal says:

    Permisi Pak Guru..
    Kenapa Tag Product yang saya inginkan dan regisnya itu gak ada di index suwun
    nih web saya jualan-akun.tk

  • naufal says:

    mas saya mau nanya kok gak ada menu http://prntscr.com/7neum4

  • Shiradjudin El Firdausi says:

    Mastah mohon pencerahannya, saya selalu mengalami Eror Not Found untuk instal jetpack nya? Bagaimana Solusinya. Terimakasih…

    • Juan Feju says:

      Hai, pastinya saya kurang tahu. Tetapi kalau dilihat di folder /public_html/ apabila terjadi error, biasanya akan tercipta file error.log. Coba dibaca informasinya untuk petunjuk.

  • Hamzah Kurniawan says:

    Pak Juan yang baik, saya mau tanya nih?

    Tahap 5 – Mengatur jumlah produk per laman

    Pak Juan yang baik, saya mau tanya nih?
    saya tidak menemukan Appearance > Theme options > Shop Settings > Shop Archive Page Settings…

    Mohon pencerahannya…
    Terima Kasih

    • Juan Feju says:

      Hai Hamzah, saya sudah update gambar artikelnya agar lebih jelas letak jumlah produk per halaman di theme options dari tema Virtue.
      Good luck dengan toko onlinenya.

      • Hamzah Kurniawan says:

        Terima Kasih Pak Juan, saya senang sekali dengan responnya yang cepat.
        Saya tidak menggunakan virtue u/ temanya, apakah ada solusi untuk tema yang saya gunakan (globe)

  • duduul says:

    waahh terimakasih mas.. sya udah sampe tahap dua, tapi masih tetep bingung buat pengoperasian Blog sendiri.

    • Juan Feju says:

      Semangat, lanjutkan. Tutorialnya mudah kok, tinggal instal dan kopas. Apa yang dibingungkan dengan pengoperasian blognya?

  • Febryan Ramadhan says:

    siang master, saat install jetpack selalu muncul Fatal error: Maximum execution time of 30 seconds exceeded in C:xampphtdocsmysiteswp-includesclass-http.php on line 1597 .Hasil googling disuruh ubah di php.ini, sudah saya rubah max_execution_time jadi lebih lama tapi masih sama… mohon pencerahannya. terima kasih…

    • Juan Feju says:

      Halo Febryan, setahu saya juga ubah php.ini. Tapi saya sendiri gak pernah pakai Xampp, jadi tidak bisa banyak membantu. Kalau gak mau utak-atik terlalu banyak, bisa coba pakai WAMP.

  • Ardyan Satya says:

    Mas juan.. maaf nih kalau banyak tanya.. saya sedang membuat tampilan menu yang berbeda pada 2 jenis pengunjung. Kasusnya seperti ini:
    Saya buat tombol “login | register” di menu navigasi, yg hanya bisa dilihat oleh pengunjung yg belum login atau belum registrasi. Nah setelah customer non-member tersebut login/registrasi maka menu “akun saya” muncul dan “login|register” berubah jadi “logout”. Saya sudah berhasil membuatnya tapi masalahnya custom menu pada widget footer saya jadi malah jadi berantakan. Sepertinya ada yang salah dgn script yang saya masukkan?

    /* funtion beda menu */
    function my_wp_nav_menu_args( $args = ” ) {

    if( is_user_logged_in() ) {
    $args[‘menu’] = ‘user’;
    } else {
    $args[‘menu’] = ‘front’;
    }
    return $args;
    }
    add_filter( ‘wp_nav_menu_args’, ‘my_wp_nav_menu_args’ );
    /*akhir fucntion */

    • Juan Feju says:

      Hai Ardyan, hasil seperti apa yang ingin Ardyan capai dengan menu di footer?

      • Ardyan Satya says:

        maunya widget di footer baik2 saja mas. Karena setiap kali script saya masukkan widget custom menu di footer selalu berubah tampilan menyerupai menu navigasi utama.

        Gambar pertama itu menu ketika customer belum login/daftar
        Gambar kedua menu yang tampil ketika customer sudah login/daftar

        Untuk membuat itu saya harus masukkan script yg sudah saya sebutkan sebelumnya ke dalam function.php tema. Namun apabila script itu dimasukkan yang terjadi seperti

        gambar ketiga widget custom menu di footer jadi aneh. sedangkan wktu saya hapus scriptnya, widget custom menu kembali normal seperti gambar terakhir dan Menu navigasi utama tampil namun tidak sempurna seperti gambar 1 dan 2 tadi.

        Saya menaruh script itu diawal baris function.php karena saya tidak tau harus menaruh di baris ke berapa hehe ^^ mungkin mas juan tau dimana seharusnya saya taruh script itu.

        Oh ya kalau boleh saya ingin ijin cantumkan link yang memuat tutorial ini mas supaya mas juan lebih mudah memahami trouble di web saya.

        Terima kasih banyak sebelumnya. :)

        • Juan Feju says:

          Saya sebenarnya masih belum menangkap permasalahnya, namun saya baru update artikel ini, mungkin isi dari bagian 2. Membuat menu akun khusus untuk Theme My Login bisa membantu masalah script.

          Pada script yang saya buat, perubahan menu hanya terjadi untuk suatu menu lokasi saja.
          Jadi bila orang menggunakan menu yang sama untuk lokasi lain, misal: footer, maka perubahan menu itu tidak terjadi.

          Atau jika script tersebut tidak membantu. Mungkin Ardyan bisa buat menu baru khusus untuk footer?

  • nana says:

    dapuruang josss

  • Bagus says:

    sebelumnya saya terima kasih sama om juan feju, udah buat tutorial yang sangat bermanfaat….mau tanya nih om?, saya lagi coba buat dengan XAMPP/localhost pada di langkah ke- 6 tahap 1 kenapa tidak bisa? muncul seperti ini :

    Installing Theme: Virtue 2.4.8

    Downloading install package from https://downloads.wordpress.org/theme/virtue.2.4.8.zip…

    Fatal error: Maximum execution time of 30 seconds exceeded in C:\xampp\htdocs\wordpress\wp-includes\class-http.php on line 1597

    • Juan feju says:

      Hai Bagus, saya tidak pernah pakai XAMPP, tapi masalah maximum execution time itu biasanya diatur di file php.ini. Cari saja tulisan yang kurang lebih sama di file php.ini nya, lalu naikkan angkanya.

  • suryadina says:

    mas. saya kok setelah upload produk gambar gambar yang saya upload tidak muncul ya. jadi kalo kita buka halamannya gambarnya rusak begitu dan hanya menampilkan alternatif text. terima kasih mas. mohon bantuannya

    • suryadina says:

      sudah ketemu mas. masalahnya ada di jetpack photon. begitu saya disable gambarnya keluar dengan baik. hehe. mohon dicek juga mas. apa hanya saya aja yang bermasalah dengan photon jetpack atau temen temen ada yang bermasalah juga. terima kasih

      • Juan feju says:

        Hmm…menarik. Saya juga pakai Jetpack Photon untuk optimasi gambar, tetapi gambarnya muncul.

      • erri says:

        betul mas suryadina…. :) wah makasih banget ni… sy jg gambar dan thumbnailnya kacau sebelumnya, tidak muncul. Setelah Photon nya di non aktifkan, keluar semua deh gambar produknya… mantap… makasih mas suryadina… terlebih makasih banyak buat Mastah Juan Feju (y)

  • suryadina says:

    Terima kasih Mas. Tutorialnya sangat lengkap dan membantu sekali

  • suryadina says:

    Terima kasih mas. tutorialnya sangat lengkap dan membantu sekali buat saya

  • luhur says:

    mas artikelnya saya terapkan untuk belajar buat web jualan saya, cuman kok produk yang sudah saya upload di woocomerce kok gak muncul di bagian kategori.
    info. saya pakai theme virtue

  • Saya menjadi tertarik menggunakan wordpress untuk berjualan online. Sistemnya simpel dan mudah dipahami. Kata temen yang jago digital marketing sih, dari sisi SEO juga sangat friendly dengan google. Tapi saya juga baru dikenalkan dengan magento. Ternyata menarik juga. Makasih share nya mas.

    • Juan feju says:

      Saya membuat tutorial ini sebenarnya untuk orang yang tidak terlalu jago IT dan modal terbatas. Sebab kalau pakai sistem yang rumit, pasti habis waktu kalau tidak habis uang. Sementara orang harus buru-buru jualan. Memang orang akan menemui halangan-halangan berikutnya, seperti marketing. Tapi setidakny saya bisa membuat mereka melewati halangan pertama dengan lebih mudah tanpa terlalu banyak trial error.

  • ade says:

    mas juan toko online saya pakai thema avada dan add cart tidak sejajar karena nama produk nya ada yang panjang bagaimana cara mengaturnya mas?di theme avada
    terimakasih mohon bantuanya

    • Juan feju says:

      Wah, ini saya kurang tahu. Sebaiknya buka tiket support ke Avada langsung, agar ditangani oleh mereka.

  • huda says:

    mas saya pernah nyobak pakek woocommerce tapi desain templatnya kok tetap saja seperti wordpress pada umumnya padahal saya sudah instal tmplat toko online, ada video tutorial tambahan gak ini mas

    • Juan feju says:

      1) Pakai template apa?
      2) Maksudnya seperti WP pada umumnya apa?
      3) Tidak ada video tutorial, sebab WP dan WooCommerce berubah terus. Kalau saya buat, baru bentar dah obselete.

  • Tanto says:

    Dear Pak Juan,

    Terima kasih untuk tutorialnya, apakah bisa hanya menggunakan fitur mulai checkout saja ya pak? utk fitur product saya menggunakan template premium yg sudah saya beli namun karena pembayaran hanya bisa dgn paypal, saya ingin mengganti dengan transfer bank. Jika bisa bagaimana cara mengintegrasikan dengan daftar product yang sudah ada ya pak? terimakasih

  • Tanto says:

    Dear Pak Juan,

    Terima kasih atas tutorialnya, saya sedang bikin online shop dengan template premium namun hanya support pembayaran melalui paypal. jika saya mau bikin halaman checkout utk transfer bank dan email saja, bagaimana mengintegrasikan dengan daftar product yang sudah ada ditemplate saat ini?

    • Juan feju says:

      Bukankah metode pembayaran dengan transfer bank sudah terintegrasi langsung dari WooCommerce? Bisa dilihat di settingnya. Seharusnya tidak perlu lagi melakukan perubahan apa pun pada template.

  • Tika says:

    Sore, saya sudah mengikuti langkah-langkah yang disebutkan di atas, dan berhasil, namun ketika akan saya view product, error 404 not found. kenapa ya pak? Thanks

  • blazter18 says:

    Comment…bagus sekali.mlihat ulasannya tapi karna saya gk ngerti apa2 tetp aja bingung hahaha

  • Iwan says:

    Mas admin. Mau tanya. Cara bikin menu produk terbaru dan produk terlaris gmn y?? Mohon pencerahannya

  • suhendro lasmana says:

    om saya mau nanya, inikan pasang produknya langsung nampil di halaman utama, saya kan ada menu
    produk>t-shirt
    >polo
    jadi jika saya ingin pasang produk tshirt saja di halaman tshirt gmna ya? atau pasang prouk polo di page polo dengan tampilan shop?
    kan kalau dari posting page malah posting seperti posting blog.
    semoga mengerti penjelasan saya ya om

    • Juan Feju says:

      Jadi maunya di laman depan, itu munculnya pilihan kategori? Yang kalau diklik munculnya produk-produk sesuai kategori tersebut?

      • suhendro lasmana says:

        bukan om
        cara pasang product di laman selain laman depan apakah bisa?

        secara default kalau add product kan muncul di laman depan, jadi saya mau buat di beda laman

      • suhendro says:

        bukan om, cara menampilkan product selain di laman depan

        dan cara nampilin pilihan size baju gmna ya om, misal size S, M, L, XL tampilannya mirip dengan jumlah barang yg ingin di pesan itu

        • Juan feju says:

          1. Mau di mana produknya? Ganti saja laman depannya mau tampil apa. Beres, laman depan sudah bukan produk lagi. Selanjutnya tinggal bikin menu, misalnya menu “SHOP” yang membuka page dari tokonya Suhendro.
          2. Untuk pertanyaan kedua, itu mah panjang neranginnya, mesti buat tutorial lagi.

  • Khatami Al Chusaini says:

    the uploaded file exceeds the ulpoad max file size directive in php ini ini muncul ketika instal ulpoad virtue theme

  • Khatami Al Chusaini says:

    wp
    ketika instal virtue d
    iwp 4.0kok tdk bisa ya warning melebihi batas maks upload yg diijinkan

    • Juan Feju says:

      di hosting gratisan yah? kalau gitu, alternatifnya mesti upload themenya langsung dari cpanel.> file browser

  • Pluginnya keren banget, saya termasuk yang pakai full versionnya :D

    Thanks dapur uang atas infonya..

  • Samuel Agusta Emri Surbakti says:

    mas bisa minta link ‘Codestyling Localization’-nya. saya cari gak ketemu mas…

  • Jumi says:

    Hallo..salam kenal,pak Juan
    saya punya pertanyaan,permasalahannya begini,ketika saya log on di wp saya,tampilan web saya normal-normal saja,tapi ketika saya log out tampilan web saya ko ada yg aneh,jdi ada sidebar di bawah footer dlm kondisi lagi log in,padahal kan saya tidak naro sidbar di bawah footer dan kondisi lagi log out,itu kenapa ya pak ? mohon di bantu pencerahannya. terimakasih

    Dari
    Jumi sang newbie

    • Juan Feju says:

      Ada screenshotnya?

      • Jumi says:

        ini screennya pak..

        • Juan Feju says:

          Pertama, apakah theme Flexibility didesain untuk WooCommerce? Jika tidak sebaiknya jangan dipakai.
          Kedua, jika memang bukan dari sidebar, kemungkinan lain ya dari menu.
          Ketiga, kalau bukan dari keduanya… ya berarti udah di hardcoded di themenya, walau kecil kemungkinannya.

        • Jumi says:

          ooo,gitu ya pak, sip saya akan cek menyeluruh,terimakasih masukannya pak juan :)

  • Zulfa Abdul Majid says:

    mas..bisa minta data nya nda… saya dari solo..saya juga masih bingung nanti jne nya keluarnya saat apa..?? mohon penjelasannya di email kan yah..
    terimakasih banyak mas…

  • Heru says:

    Maaf, apakah ada yg punya data tarif jne dr kota Jakarta?

  • Mima Syah says:

    Mas Juan…kalau slider nya kebesaran cara mengecilkannya bagaimana? ukuran slide misalkan mau 980×390 pixel…sudah saya revisi hasil akhir gambar malah jd besar gak karuan…..wek..

    • Juan Feju says:

      Di tutorial ada dua cara menggunakan slider. Satu memanfaatkan slider dari theme, yang lain menggunakan plugin. Mima menggunakan yang mana?

  • Eko says:

    Terima kasih Pak Juan Tutorial nya sangat membantu buat saya sebagai pemula
    tapi ada yang mau saya tanyakan, di homepage udah berubah jadi shop tapi sidebar nya jadi bergeser, itu settingannya dimana?
    Terima Kasih sebelumnya

    ini site nya http://ruangservis.com

    • Juan Feju says:

      Pertanyaan pertama, pakai tema apa. Setiap tema itu beda-beda. Kalau Eko pakai tema yang berbeda dengan yang diajarkan disini, saya tidak tahu jawabannya.
      Namun demikian, biasanya tema itu suka dilengkapi dengan “theme options” letaknya di appearance > theme options.
      Kalau tidak ada theme options, biasanya pengaturannya ada di appearance > customize

      • Eko says:

        Betul Pak memang dari theme nya tidak ada setingan theme option nya
        saya mau coba coba pakai theme yang lainya dulu
        Terima Kasih Pak Juan

  • rusmawanwulan29 says:

    mas maksimum plugin di wordpress ada berapa ya?
    saya upload master slider ga bisa, itu kenapa?

    • Juan Feju says:

      Tergantung resource. Kalau server lemot, bisanya sedikit sebelum situs jadi slooow…
      Gak bisanya bagaimana?

      • rusmawanwulan29 says:

        begini mas katanya “The uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini.”

        • Juan Feju says:

          Silahkan kontak hostingnya. Minta dibesarkan upload_max_filesizenya.
          Itu pengaturan untuk batas besaran maksimal sebuah file yang diupload ke server.
          Hmm…jangan-jangan…hostingnya di…
          ehm… dimana hostingnya?

        • rusmawanwulan29 says:

          hahahhaha ya begitulah
          web hosting yang mas usulin masa ga bisa daftar katanya
          terus kalo misalkan belom dihosting tapi udah bikin desain web nya gimana tuh mas? masih bisa dihosting?

        • Juan Feju says:

          Hosting FastComet kah? Lumayan loh gratis domain seumur idup.

          O berarti sekarang lagi ngerjain di lokal komputer yah?
          BIsa donk… tinggal upload file dan database. Yah…susah-susah gampang.

          Kalau memang lagi di komputer, berarti ubah di php.ini nya cari di dalamnya kata upload_max_filesize, terus naikin aja angkanya.

  • Amaliyah Salsabiela says:

    Hehe..maaf pak guru mau tanya lagi boleh ya? klo mau mengatur widget Sidebar Login setelah add widget bagaimana caranya? karena tampilan saya seperti ini

    • Juan Feju says:

      Beda widget itu, harusnya Sidebar Login buatan Mike Jolley. Bukan WP Sidebar Login.

      • Amaliyah Salsabiela says:

        ooh…kalau saya ganti sekarang (saya sudah di tahap saya yang 14 membuat menu) gpp ya pak? ga merubah yang sudah saya buat sebelumnya pak?

        • Juan Feju says:

          Gpp

        • Amaliyah Salsabiela says:

          pak kenapa punya saya jadi ada sidebar 1 ya? dan knp ketika websitenya di buka dari mozilla jadi ada iklannya?

        • Juan Feju says:

          Ada 1 sidebar karena pada appearance > theme options > tab home layout dan shop layout, tipe layoutnya dipilih ada sidebar.
          Lihat tutorial instal tema. + pengaturan sidebar.

          Iklan? Kasih lihat donk.

        • Amaliyah Salsabiela says:

          Hehe smlem blm jadi d print screen dan sekarang udh ga beriklan lagi karena udah blank putih. Hehe..

  • Amaliyah Salsabiela says:

    pak saya sudah lakuin tahap di atas semua. Tapi tampilannya tetap sama

  • Amaliyah Salsabiela says:

    pak bagaimna caranya agar tampilan saat memakai yithemes produk produk terpampang seperti pada demo nya?

  • Amaliyah Salsabiela says:

    Tolong bantu saya, ketika akan authorize muncul seperti ini

  • Sonny says:

    Saya salah satu pengguna setia plugin ini. Plugin woocommerce jne kan sudah update dgn tampilan baru, kalau boleh kasih saran sebaiknya postingan ini di update sesuai dgn tampilan baru plugin :)
    sukses untuk blognya.

    terima kasih

  • Erlangga says:

    ssekalian mau tnya lebar sidebar tema virtue bisa diatur tidak yaa? kalo bia dirubahnya dari mana pak guru? syaa cari 2 belum bisa2

  • Erlangga says:

    pagi pak guru, mau tanya lagi ni, Kalo saya mau merubah posisi primary sidebar jadi disisi kiri tema virtue bisa nggak ? mohon pencerahannya Suhu.

    • Juan Feju says:

      Secara resmi tidak. Alias tidak ada opsi untuk itu. Tapi kalau non resminya ada, cuma saya pernah coba, kurang bagus hasilnya.
      masukin di CSS:
      #content .main {float:right;}

  • raja jaket says:

    selamat malam suhu,,ko saya ga bisa instal plugin nya ya?? udah dicoba berkali-kali tetep aja sama ga bisa,,mohon pencerahan nya suhu :)

    • Juan Feju says:

      Tidak bisanya seperti apa? Perlu lebih dijelaskan secara spesifik detail mendalam dan penuh perasaan.:D

      • raja jaket says:

        ternyata sudah bisa suhu hehe…skrng lgi kesulitan yg langkah 9,,Setelah itu lakukan pengaturan sebagai berikut pada widget Sidebar Login:

        tampilan nya ko ga ad ya di saya

  • Mantab sekali ini tutorialnya, sangat membantu… bisa di rekomendasikan untuk siswa-siswa kita agar berkunjung ke Web ini. Mampir ya kang di http://www.infocreativemedia.com... Thank you :)

  • Jangan Cek Favorit! says:

    menu di web saya gadgetklopedia.com kok ga bisa muncul yah diatas, jadinya saya tampilin di sidebar ;|

    • Juan Feju says:

      Di menu apakah sudah di centang posisi menunya: Primary Navigation dan Mobile Navigation.

      • Jangan Cek Favorit! says:

        sudah saya akali dengan link direct, thanks ^^

        maslah barunya adalah breadcrumb woocommerce bentrok dengan YOAST dan google XML..saya pakai breadcrumb dari yoast juga crash ..

        • Juan Feju says:

          Kalau sitemap Yoast gak diaktifin gak papa kali. Soalnya saya juga pake keduanya. Tapi kalau breadcrumb…saya tidak pake yoast. Dah bawaan dari theme.

  • Arsyam de Shancez says:

    Cara menghilang kan ini gmn Master ?

  • Ghaisan Zaky says:

    Mohon bantuannya om juan, kalo fronpagenya udah ganti shop agar tetap muncul sidebar dan slidernya gimana? punya saya page shop tidak muncul sidebar

    • Juan Feju says:

      Mmm… kalau sidebar…ada pilihannya di theme option.
      Kalau slider…nah ini…harus baca tutorial tambahan menambahkan slider pada tema.

  • yudha says:

    Gk bisa dibuka gan link nya

  • Indra Misbah says:

    Mas juan saya mau pesan ebook nya langsung ke mas juan bisa mas?

    • Juan Feju says:

      Halo mas Indra, saya adanya buku beneran. Mau pesan? Atau bisa cari di Gramedia, jika ada Gramedia di sekitar rumah.

  • Twityn Paula says:

    waktu instal plugin kok munculnya Fatal error: Call to undefined function wp_json_encode() in /home/u140160341/public_html/wp-includes/theme.php on line 1960

  • Abdul Gani says:

    Saya sudah coba buat tokol sesuai petunjuk sampai tahap posting produk. Untuk JNE bermasalah dan si pembuat plugin sudah update plugin gratisnya dan sekang nggak bisa import kota seperti gambar di atas. kalau boleh saya minta penilaiannya untuk tokol saya, silahkan cek ke TKP http://kaoshobi.hol.es

  • Suyuti Maulana Malik says:

    mas juan minta masukannya nih .. kenapa di harga kan saya tuliskan 180,000 tapi kok muncul di webnya 180,00 .. kenapa itu gan?

    • Juan Feju says:

      Perhatikan settingan koma dan titik untuk pemisah ribuan. Orang indo pakai titik, orang luar biasanya koma.
      Kemungkinan settingan pemisah ribuannya saat ini pakai titik. Jadi saat ditulis 180,000, yang dibelakang koma dianggap sebagai desimal.

  • hisam says:

    mas juan,. mau nanya ini,.. misal di plugin plugin woocommerce cuman mau make fasilitas produk gambarnya aja gmn ? jd untuk register,.. kerangjang dll di hapus,.. gmn caranya om juan ?

    • Juan Feju says:

      Oo itu cukup hilangkan saja semua navigasi yang mengarah ke register, keranjang dll.
      Pengaturannya yang pasti 1) dari Theme Optionsnya 2) Dari WP-nya.

  • teknoid_co says:

    Mas juan, kenapa tampilan wordpress saya biasa2 saja tidak seperti punya mas juan!!! help me mas juan

    • Juan Feju says:

      Hehe…ya iyalah…wong belum ada foto-foto barangnya, tiada slidernya, tiada widgetnya.

      Nii..saya kasih tahu, kalau kita lihat demo toko online bagus-bagus kan. Iyalah, fotonya profesional. Itu langsung menciptakan kesan yang wah.

  • muhsin says:

    mas juan, kemarin saya sdh bisa bahasa indonesia ” Add to cart sudah tambah ke keranjang” …..tapi sekarang sejak ak lakukan scan/pindai ulang di woocommerce kok malah bahasa inggris lagi ya?

  • juwita kurnia says:

    plugins yg jetpack dan themes virtue pak.prosesnya sesuai dengan tutorial yg bapak kasih, tapi langkah 4 (jetpack) dan 6 (virtue) belom berhasil.

    • Juan Feju says:

      Belum berhasil seperti apa? Apa masih page not found? Tokolnya diinstal di mana, hosting sendiri, hosting gratisan, localhost (pakai wampserver atau xampp)?

  • Suhendro Lasmana says:

    mas sewaktu saya scan di tools (tahap 5) ada notifikasi scripting guard. jadi list bahasa di woocommerce nya tidak ada yg muncul, semacam di blok gitu ya mungkin aksesnya.
    sudah saya rescan tetep ga ada bahasa yg muncul soalnya.
    mohon bantuannya, terima kasih

    • Juan Feju says:

      Bisa kasih screen capture dari notifikasinya?

      • Suhendro Lasmana says:

        ini om

        • Juan Feju says:

          Saya belum pernah bertemu dengan masalah ini. Sepanjang pengetahuan saya, kemungkinan adalah settingan di XAMPP. Tapi karena saya tidak pernah pakai XAMPP saya tidak bisa bicara banyak. Selama ini saya pakai WAMPServer dan belum ada masalah. Kalau Suhendro mau, bisa coba WAMPServer.

  • Suhendro Lasmana says:

    om mau nanya kalau saya pakai hosting dan domain gratisan dari idhostinger bisa ikut tutor ini ga?
    pengen belajar buat toko online nih om.

  • arif syaifuddin says:

    da kelar pas nyoba register ga ada menunya, ga bisa buta sub domain ya om :( h

  • juwita kurnia says:

    pagi pak, saya mau tanya, kenapa setiap saya coba download plugins dan themes selalu muncul halaman “page not found” ya? mohon bimbingannya.terimakasih

  • Riski Hadi says:

    pak mau tanya, jika saya pake plugin woocommerce tapi tidak memakai semua fasilitasnya misal untuk checkout saya pingin langsung konfirmasi by sms aja. jadi halaman checkout dihilangkan bisa ga?
    jadi tidak konfirmasi by email tapi untuk order langsung sms bisa ga pak? jika ya bagaimana caranya. thanks..

    • Juan Feju says:

      Pertanyaan yang menarik. Isi laman Checkout bisa ditemukan di Pages. Cari yang berjudul “Checkout”. Laman tersebut berisi shortcode [woocommerce_checkout]. Hapus saja. Ganti dengan informasi apa yang ingin Riski inginkan. Misalnya info: SMS: 3292323 untuk konfirmasi pembelian.

  • Taufik says:

    Mas Juan. Ada tutorial membuat toko online wordpress dalam bentuk e book gak? dalam bentuk pdf yang bisa di download. thanks mas

  • desta says:

    maaf pak saya coba register sebagai customer tapi ko ga ada email verifikasinya ya… pencerahannya pak..

  • Andy Ajhis Ramadhan says:

    Mas juan, sidebar sudah diaktifkan dan sudah diisi tetapi kenapa masih kosong ya ? mohon bantuannya. terima kasih mas juan ^^

  • Riski Hadi says:

    Pak kok saya tidak menemukan pengaturan izin registrasi? saya sudah masuk di setting > general padahal.

    • Juan Feju says:

      O…coba kasih screenshot-nya

      • Riski Hadi says:

        saya uda masuk di register plus redux nya di network admin juga ga ada.
        di setting general juga ga ada.
        itu masuknya kemana ya pak?

        • Juan Feju says:

          Keliatannya Riski menggunakan multisite yah… Tutorial ini sebenarnya dibuat tidak dengan memikirkan multisite.
          Dan saya tidak punya pengalaman spesifik untuk itu.
          Tapi kalau saya lihat di gambar kedua ada pilihan add new user… coba dicentang, mungkin nanti muncul. Ini hanya dugaan saja.

  • Eska Go Ahead says:

    Om sya pke wordpress 4.1 tidak ada add image to galery dilangkah 5, knp ya ? Trimakasih sblumnya

  • Andy Ajhis Ramadhan says:

    Kalau Woocommerce Mr. Juan ngerti gak cara membuat produk hanya terlihat 3 item saja ke samping ? kalau default-nya kan 4.

  • Andy Ajhis Ramadhan says:

    Terima Kasih Mr. Juan. Sekali lagi dapat reverensi disini, gak nyangka waktu search di google ternyata dapat-nya website ini lagi. Hehe gambar penjualan online awalnya gak jelas, sekarang cukup jelas. aku menggunakan metode ukuran gambar asli ( p x l ) lalu aku kali keduanya dengan angka yang sama. hehe misal dikali 1.2 . Sangat berguna terima kasih skali lagi.

  • Fahm says:

    maaf untuk yg halaman ini beberapa gambar tampaknya tidak muncul ya?

  • griyakafnun says:

    terus terang dgn tampilan saja saya lihat cocok,soalnya saya baru belajar, pemula.

  • griyakafnun says:

    terima kasih, apakah mr Juan Feju, menerima privat, di daerah mana ? http://griyakafnun.com

  • griyakafnun says:

    bagaiman agar tampilan lebih elegan dan praktisi untuk pengelola dan prakti untuk pengunjung,griyakafnun.com

    • Juan Feju says:

      Sederhana 1. Gunakan template premium. Sebab dirancang oleh desainer profesional. 2. Gunakan foto yang dijepret secara profesional, tajam, detil dan warnanya sesuai produk.

  • dirga says:

    kalau untuk themes yithemes.com ada yg bahasa indonesia tidak ?

    • Juan Feju says:

      Themes yang ada kebanyakan buatan orang luar, sehingga bahasanya Inggris. Akan tetapi Dirga bisa buat terjemahannya. Di langkah 15 saya terangkan caranya.

  • fian says:

    terimakasih banyak mas. sangat bermanfaat dan lengkap… nemu situs anda ini seperti menemukan peta ditengah kesesatan hehehe triiiimssss

  • adam says:

    kok gak bisa ya…Parse error: syntax error, unexpected ‘=’ in …………………………………….. line 90

    pasmasukin kode

    locale = “id_ID”;

    • Juan Feju says:

      Coba diketik ulang tanda kutipnya.

      • adam says:

        terima kasih banyak ya akhirnya sudah selesai saya ikutin dari awal tapi masih harus banyak perbaikan sepertinya nanti saya boleh ya tanya2 lagi.

        sudah bisa sekarang saya ubah codenya jadi $locale =’id_ID’.

        tapi sebelumnya tetep gak muncul di web dgn berbahasa indonesia, ternyata setelah saya pasang code di atas di public_html/domain/wp-content/plugins/woocommerce/woocommerce.php akhirnya bisa, tapi dia ambil file po dan mo nya juga ternyata di public_html/domain/wp-content/languages/plugins karena ketika saya edit terjemahaanya dan di generet Mo gak berubah.

        • Juan Feju says:

          Hai, Adam… memang sejak WP 4.0 urusan bahasa jadi agak-agak. Terima kasih buat infonya. Keliatannya solusi yang saya tulis di atas sudah tidak bekerja lagi.

          Berikut ini adalah solusi yang saat ini berjalan dan sudah saya test: di database cari tabel _options.
          Pada kolom option_name cari kata WPLANG. Edit option_valuenya menjadi id_ID

        • adam says:

          siappp… terima kasih banyak… mantabbb

  • hai bang Juan

    mau tanya nih, saya ikutin tutorialnya yang pembuatan badge sale and new
    tapi ga berfungsi di wordpress saya . .. .

    apakah tema dan plugin yang digunakan berpengaruh?

    soalnya saya cuma memnggunakan plugin WooCommerce New Product Badge,
    WooCommerce Smart Sale Badge dan WooCommerce plugin lain yang disarankan ga saya instal, karena saya rasa cukup dengan plugin ini
    oiya tema yang saya gunakan jg bukan dari virtue tapi dari mystile dan saya ga menggunakan cpanel tapi Spanel…
    mohon pencerahannya. . .

    • Juan Feju says:

      Ya, tema dan plugin bisa berpengaruh. Terkadang ada koding di tema yang menyebabkan plugin tidak berfungsi. Akan tetapi dengan Mystile seharusnya sih jalan (belum tes) karena developer plugin WooCoomerce New Product Badge sama-sama WooThemes.

      Cpnel/Spnael tidak ada pengaruh.

      Kalau Dadang hanya instal WooCommerce New Product Badge maka yang akan muncul nantinya hanya untuk badge barang baru dan tidak ada badge diskon.

      Yang bisa Dadang cek adalah:
      1) Pastikan ada barang yang baru dibuat.
      2) Pastikan new-badge.php diedit sesuai petunjuk.
      2) Inspect element di toko depan dengan Chrome cari span dengan class wc-new-badge
      Jika tulisan itu ada berarti plugin berjalan. Yang jadi masalah berarti CSS-nya saja.

      • ini om coding new badgenya
        apa ada yang kurang?

        settings = array(
        array(
        ‘name’ => __( ‘New Badge’, ‘woocommerce-new-badge’ ),
        ‘type’ => ‘title’,
        ‘id’ => ‘wc_nb_options’
        ),
        array(
        ‘name’ => __( ‘Product Newness’, ‘woocommerce-new-badge’ ),
        ‘desc’ => __( “Display the ‘New’ flash for how many days?”, ‘woocommerce-new-badge’ ),
        ‘id’ => ‘wc_nb_newness’,
        ‘type’ => ‘number’,
        ),
        array( ‘type’ => ‘sectionend’, ‘id’ => ‘wc_nb_options’ ),
        );

        // Default options
        add_option( ‘wc_nb_newness’, ’30’ );

        // Admin
        add_action( ‘woocommerce_settings_image_options_after’, array( $this, ‘admin_settings’ ), 20 );
        add_action( ‘woocommerce_update_options_catalog’, array( $this, ‘save_admin_settings’ ) );
        add_action( ‘woocommerce_update_options_products’, array( $this, ‘save_admin_settings’ ) );
        }

        /*———————————————————————————–*/
        /* Class Functions */
        /*———————————————————————————–*/

        // Load the settings
        function admin_settings() {
        woocommerce_admin_fields( $this->settings );
        }

        // Save the settings
        function save_admin_settings() {
        woocommerce_update_options( $this->settings );
        }

        // Setup styles
        function setup_styles() {
        if ( apply_filters( ‘woocommerce_new_badge_enqueue_styles’, true ) ) {
        wp_enqueue_style( ‘nb-styles’, plugins_url( ‘/assets/css/style.css’, __FILE__ ) );
        }
        }

        /*———————————————————————————–*/
        /* Frontend Functions */
        /*———————————————————————————–*/

        // Display the new badge
        function woocommerce_show_product_loop_new_badge() {
        $postdate = get_the_time( ‘Y-m-d’ ); // Post date
        $postdatestamp = strtotime( $postdate ); // Timestamped post date
        $newness = get_option( ‘wc_nb_newness’ ); // Newness in days as defined by option

        if ( ( time() – ( 60 * 60 * 24 * $newness ) ) < $postdatestamp ) { // If the product was published within the newness time frame display the new badge
        echo '‘;
        }
        }
        }

        $WC_nb = new WC_nb();
        }
        }

        • Juan Feju says:

          Itu yang di sekitar bagian bawah yag di bawah tulisan:
          // If the product was published within the newness time frame display the new badge
          harusnya ada tulisan seperti yang saya lampirkan dan saya kotaki

        • udah saya tulis tapi tetep om

          malah tadinya ada badge new di bawah pict (gambar 2) malah jadi garis merah doank

        • Juan Feju says:

          Apa alamat webnya? Kemungkinan sih CSS-nya. Saya menggunakan tema Virtue, bisa jadi CSS-nya tidak cocok untuk tema lain. Oleh karena itu saya ada kasih penjelasan tentang cara kerja CSSnya sehingga kalau orang menggunakan tema lain, dia bisa menyesuaikan. Tentunya perlu pengetahuan tentang CSS.