Kalau tahu rasanya kebelet kamu tahu rahasia hidup bahagia inilah alasannya

Kalau Tahu Rasanya Kebelet, Kamu Tahu Rahasia Hidup Bahagia, Inilah Alasannya

posted in: Blog | 1

Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian

Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian

Orang bisa mengartikan pribahasa ini sebagai: bekerja keras sekarang, nikmati hasilnya kemudian. Akan tetapi di artikel ini saya artikan sebagai: kebahagiaan itu diawali dengan penderitaan. Orang harus merasakan derita terlebih dahulu baru bisa berbahagia. Mari saya jelaskan dengan ilustrasi berikut ini:

Mungkin kamu pernah pergi bertamasya ke suatu lokasi pariwisata yang jauh tempatnya bersama teman-teman. Kalian berangkat menggunakan bus pariwisata. Lama perjalanan diperkirakan setengah hari baru sampai.

Di tengah perjalanan tiba-tiba kamu kebelet. Tidak cuma kebelet E-E, namun juga kebelet pipis.

Ditunggu dan ditunggu, 5 menit berlalu …10 menit….20 menit…1 jam… pom bensin yang dinanti belum nongol-nongol juga. Dan aduh! AC-nya kok jadi dingin banget yah. Kamu berusaha untuk tidak banyak bergerak dan tetap tenang agar tidak ada yang tahu kalau kamu sedang kebelet. Temen-temen kamu pun heran, kamu kok berubah jadi pendiam. Akan tetapi peluh di jidat tidak bisa dibohongi ukurannya sudah sampai sebesar biji jagung. Baju pun mulai basah kuyup. Dan…owh rasanya itu-nya sudah sampai di ujung.

Tiba-tiba koordinator teriak, “Sebentar lagi kita berhenti di pom bensin, yang punya panggilan alam bisa menunaikan kewajibannya nanti.”

Saat bus berhenti, pasti kamu langsung ngibrit ke WC. “Brot-brot!” dan “ser-ser…” semua dilakukan dalam sekejab saja.

Nah apa yang kamu rasakan saat itu, pasti legaaaaa banget….kamu happy :).

Kira-kira kalau kamu tidak mengalami kebelet seperti tadi, apakah kamu akan merasakan kebahagiaan yang sekarang? Tentu tidak. Lihat saja teman-temanmu, tidak ada yang se-hepi kamu.

Mari saya berikan contoh lain. Setiap hari kita makan dan minum. Semua itu adalah hal yang normal dan biasa saja, bukan?

Akan tetapi perhatikanlah ini, saat kita sangat kelaparan dan kehausan, bagaimana rasanya ketika akhirnya perut yang keroncongan itu terisi makanan dan kerongkongan yang dahaga itu tersiram air sejuk?  Uuh…nikmat luar biasa. Kita bisa berseru halleluya, alhamdulillah, terima kasih Tuhan. Padahal makanan dan minumannya sama seperti yang kita makan sehari-hari.

Semua itu tidak mungkin kita alami kalau sebelumnya kita tidak menderita kelaparan dan kehausan. Semakin kita menderita, semakin tinggi pula tingkat kebahagiaannya.

Dari kedua contoh di atas benang merahnya adalah kebahagiaan itu dimulai dari suatu masalah. Kemudian masalah itu dipertemukan dengan solusi.

Memiliki masalah tanpa solusi adalah hidup yang menderita, tetapi masalah + solusi adalah hidup yang berbahagia.

Jadi kunci untuk mendapatkan kebahagiaan, bukanlah mengurangi penderitaan melainkan terus mencari dan mendapatkan jawaban atas setiap masalah yang terus-menerus harus kita hadapi setiap hari.

Menemukan solusi memang tidak mudah. Namun justru karena tidak semua orang tahu solusi akan suatu masalah tertentu, maka itu bisa menjadi rezeki bagi kita.

Kebahagiaan itu bukanlah suatu tujuan melainkan sebuah perjalanan. Sesuatu yang perlu kita capai terus-menerus.

Ini semua adalah pandangan saya tentang kebahagiaan. Semuanya saya dapatkan saat merenungkan kembali hidup yang telah saya jalani.

Setiap orang boleh memiliki pandangan yang berbeda tentang kebahagiaan, mereka boleh mendefinisikan sendiri apa itu kebahagiaan bagi dirinya atau bagaimana caranya mereka mendapatkan itu.

Pertanyaannya bagaimanakah pandanganmu tentang hal kebahagiaan? Silahkan komen disini.

  1. ensikloblogia

    saya pernah mengalami pengalaman yang sama seperti ilustrasi..
    200 km menahan panggilan alam,, dari jam 6 pagi sampai jam 11 siang.. untung saja saat itu si supir kelaparan, jadi sempat singgah di warung makan.. setelah menuntaskan panggilan alam itu, rasanya lega luar biasa..

    kebahagiaan memang akan lebih terasa jika sebelumnya kita mendapatkan cobaan,, hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.