Sebelum Mulai Berdagang Baju, Perhatikan 4 Hal Ini

posted in: Marketing/Sales | 0

Sandang adalah salah satu kebutuhan pokok manusia , artinya sampai kapan pun semua orang butuh baju dan permintaan akan pakaian selalu ada. Meskipun demikian ternyata tetap saja ada pedagang baju jatuh bangkrut.

Apa penyebab orang bangkrut? Sederhana, biaya yang keluar lebih cepat dari pendapatan yang masuk. Sehingga modal Anda terkikis sampai habis (kalau tidak hutang).

BACA JUGA: Omzet Besar itu Hanya Omong Kosong…

Jika Anda baru memulai ada beberapa hal yang sebaiknya Anda pertimbangkan:

1. Apakah sebaiknya stok baju atau tidak?

Menyetok baju ada kelebihan dan kekurangannya. Hanya saja jika Anda tidak bisa menjualnya dengan cepat ini bisa jadi bencana.

Kalau Anda ingin menjual dengan cepat, tentu Anda harus berada di tempat yang ramai pembeli. Kalau Anda tidak punya tempat sendiri, berarti harus sewa tempat. Nah, inilah salah satu alasan Anda harus bisa jual cepat. Sebab Anda harus berlomba dengan biaya-biaya yang harus dibayar tiap bulan.

Kalau Anda memutuskan jualan online, Anda pun juga harus menjual di tempat yang ramai trafiknya. Jika Anda memiliki toko online sendiri, Anda harus keluar biaya untuk memasang iklan, agar orang masuk ke website Anda. Ini biaya.

Bisa saja Anda buka lapak di marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan lain-lain, namun biasanya kalau produk Anda sama seperti yang lain, Anda pasti akan bersaing harga. Sebab orang bisa dengan mudah langsung membanding-bandingkan harga di sana.

2. Orang menyukai model baju yang terus berubah dan banyak macam

Kalau Anda tidak bisa menjual stok baju Anda dengan cepat, atau mungkin pelanggan Anda baru sedikit atau tidak ada, maka sebaiknya Anda tidak menyetok baju. Gunakan metode penjualan alternatif lain.

Bayangkan kalau Anda sendiri melihat lapak penjual baju. Anda suka salah satu produknya dan membelinya. Seminggu kemudian Anda ingin beli lagi, tapi ketika kembali yang Anda lihat modelnya itu itu lagi. Apakah Anda tertarik?

Tentunya jika Anda ingin menggunakan strategi tidak menyetok baju, Anda harus online dengan bantuan WA, BBM, atau lainnya. Selanjutnya Anda perlu mencari beberapa supplier yang memang bisa memberi foto baju, agar Anda bisa menawarkannya ke pelanggan Anda melalui foto. Dengan demikian lapak Anda bisa selalu menyediakan model baju-baju yang berbeda. Jika ada order masuk, baru pesan barang.

Kekurangan dari strategi tidak stok baju, biasanya Anda harus berlomba dengan pedagang lain yang memesan dari supplier yang sama, sehingga terkadang stoknya habis.

Dan satu hal yang terpenting adalah mendapatkan supplier yang foto dan barangnya sama. Sebab ada supplier yang fotonya A, ternyata barangnya wah serupa tapi tak sama.

3. Jangan menerima keep barang

Mungkin di antara pelanggan Anda ada para reseller. Mungkin mereka juga modalnya terbatas, sehingga mereka harus menunggu konfirmasi order/transfer uang dari pelanggan. Lalu dia minta Anda keep barang A alias jangan dijual ke siapa-siapa. Saya sarankan sebaiknya Anda tidak keep barang, melainkan siapa yang duluan bayar, dia yang dapat.

Alasannya, Anda harus putar uang dengan cepat. Dan bukannya tidak mungkin, setelah Anda keep, eh tiba-tiba dia menghilang tanpa ada kabar berita.

4. Jangan memberi hutang barang

Ini adalah salah satu kesalahan yang seringkali dilakukan oleh penjual pemula. Padahal modalnya sudah terbatas, masih memberikan pinjaman barang ke orang lain. Apa yang terjadi kalau barang itu tidak cepat terjual. Yah, modal Anda mati di sana.

Ada lagi kasus, barang yang dihutangkan malah dibawa pergi, atau orangnya tiba-tiba menghilang karena ada urusan keluarga yang lama, dan lain-lain.

Penutup

Nah, kini Anda sudah mengetahui 4 hal yang bisa membantu Anda melanggengkan usaha Anda.

Bila kini Anda memerlukan supplier grosir baju bayi dan anak dengan harga murah, pelayanan ramah yang bisa memberikan Anda foto untuk ditawarkan ke pelanggan. Silahkan kunjungi HappyBaby.co.id atau kontak 087736667780.

BACA JUGA: Cara Oknum SPG Baju Dapat Mencuri Baju Tanpa Ketahuan

Leave a Reply