Pengalaman Buruk Belanja di Tokopedia: Hampir Kena Barang Aspal

posted in: Uang | 3

Tokopedia adalah situs marketpace. Artinya ia hanya berperan sebagai fasilitator, mempertemukan pedagang dan pembeli. Barang yang ada di sana bukan miliknya, melainkan milik penjual dari seluruh penjuru nusantara.

Pada prinsipnya siapa saja boleh berjualan di sana, tanpa ada syarat yang rumit. Sebagai efek sampingnya, orang-orang yang tidak jujur pun jualan di sana.

Di kali kelima belanja di Tokopedia, saya dapat barang aspal alias asli tapi palsu.

Pada tanggal 12 Mei 2016 saya melakukan transaksi produk cleaning kit Nikon.

pembelian di tokopedia

Penjual menggunakan judul barang: 7-In-1 Lens Cleaning Kit for Canon, Nikon, Pentax, Sonycleaning kit nikon

Seperti yang bisa Anda lihat sendiri pada gambar di etalase, produk menggunakan merek dagang Nikon. Karena saya belum pernah beli barang semacam ini, maka saya letakkan kepercayaan saya pada brand tersebut.

Akan tetapi begitu barang tiba, saya segera sadar ini barang palsu/bajakan. Bisa Anda bandingkan desain brand asli yang tertera di kamera DSLR Nikon D7100 dengan yang tertera pada salah satu alat cleaning kitnya (blower). Huruf Nikon asli itu miring, kalau barang aspal ini, tegak lurus.

blower nikon palsuMerek ternama tidak akan sembarangan printing merek di produk. Jadi ini jelas, bajakan atau kalau tidak, palsu.

Kemudian perhatikan kualitas barang-barang lainnya. Isi cairan botol hanya setengah. (Cairan apa pula itu?).

cairan pembersih hanya setengah botol

Cetakan di kertas rontok, pembuatan cotton bud yang ngasal. kualitas produk pembersih nikon palsuAkhirnya saya komplain ke Tokopedia. Singkat cerita, akhirnya saya menggunakan fasilitas Tokopedia – Pusat Resolusi dan menjadikan Tokopedia sebagai penengah perselisihan. Kemudian apakah respon dari penjualnya?

respon penjual barang palsu tokopedia

Barang yang kami jual bukan bajakan dan sesuai judul tidak bermerek, keadaan barang masih segel sewaktu dikirim, silahkan dilihat review pembeli lain. silahkan dibaca peraturan toko kami : https://www.tokopedia.com/tokodigitalshop/note/61794/kebijakan-pengembalian-produk

Penjual mencoba menyatakan diri tidak bersalah dengan mengandalkan judul barang. Maaf saja, gambar juga sebagai bagian dari informasi yang penjual sampaikan ke pembeli.

Penjual juga berlindung di balik review pembeli lain. Memang kebanyakan reviewnya bagus. Ada dua kemungkinan kenapa demikian:

  1. Mereka tidak tahu ditipu
  2. Mereka tahu itu bukan produk Nikon dan tidak keberatan.

Kalau kasus saya, saya tahu itu palsu dan keberatan.

Lalu dia berlindung di balik aturan main yang dia buat. Isinya sebagai berikut:

Kebijakan Pengembalian Produk

Kebijakan Pengembalian Produk

SEMUA PRODUK YANG KAMI JUAL NON GARANSI !!! KAMI TIDAK MELAYANI RETUR !!!

Kami tidak menerima komplain/permintaan retur barang karena tidak suka, tidak sesuai harapan, tidak cocok atau alasan apapun. Jika anda sudah transaksi dengan kami maka kami anggap anda sudah membaca dan menerima semua syarat-syarat dan aturan main dari kami tanpa kecuali.

Belanja disini tidak ada REFUND dalam bentuk apapun atau dengan alasan apapun.

BELI = SETUJU

TIDAK BACA = SETUJU

Enak sekali. Kalau caranya seperti itu orang bisa jualan dengan curang di Tokopedia. Selanjutnyacukup bikin aturan barang tidak bisa retur. Kasih foto motor Yamaha baru, lalu kirim Yamaha bekas. Kalau tidak sesuai harapan pembeli, maaf, tidak boleh komplain dan retur.

Untung saya ada sedikit pengalaman waktu bekerja di sebuah konsorsium. Kebetulan di dekat saya ada tim hukum yang tiap hari membahas masalah-masalah hukum. Salah satu yang saya pelajari, bahwa aturan yang di bawah tidak bisa melanggar aturan yang di atas.

Jadi untuk menghadapi penjual macam ini, ya harus pakai aturan main yang lebih tinggi, yaitu aturan main Tokopedia dan aturan hukum di Indonesia.

Di dalam kebijakan Tokopedia tercantum mengenai barang yang dilarang untuk diperdagangkan di Tokopedia:

Barang-barang lain yang kepemilikannya ataupun peredarannya melanggar ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

ketentuan tokopediaKemudian hukum yang berlaku di Indonesia tentang merek di atur di UU RI No.15 tahun 2001 tentang Merek:

Pasal 90 UU Merek:

“Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan Merek yang sama pada keseluruhannya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

 
Pasal 91 UU Merek:

“Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan Merek yang sama pada pokoknya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah)

Jadi jelas aturan main si pemilik toko, sudah kalah. Karena ia sudah melanggar UU Indonesia dan kebijakan Tokopedia.

Kelebihan Tokopedia dalam konflik antar penjual dan pembeli

Sistem Tokopedia sebenarnya sudah lebih baik dari situs sejenis lainnya. Karena pembayaran tidak dapat diteruskan kepada penjual hingga pembeli menyatakan barang tidak ada masalah atau kalau dalam tempo sekian hari, pembeli tidak melakukan konfirmasi/komplain setelah barang diterima menurut data kurir, maka baru uang terkirim ke kantong penjual .

Tokopedia pun juga dapat bertindak sebagai mediator penengah ketika terjadinya konflik antar penjual dan pembeli.

Kekurangan Tokopedia

Meskipun Tokopedia sebenarnya sudah ada aturan main mengenai barang palsu secara tidak langsung, akan tetapi tidak adanya sangsi berat kepada orang yang menjual barang tersebut. Itu akan menyuburkan praktik penipuan barang palsu di Tokopedia.

Sikap menjengkelkan dari Tokopedia

Saya menyayangkan jawaban-jabawan dari para admin Tokopedia, ketika saya menanyakan tentang sangsi orang yang menjual barang palsu di sana. Saya tanyakan sampai berkali-kali, 6-8x, baik di Laman Pusat Resolusi maupun Layanan Pengguna, namun pihak Tokopedia merespon dengan tidak menjawab pertanyaan atau menjawab dengan jawaban template yang tidak menjawab.

Contoh pertanyaan saya:

Ok, saya sudah komplain. Sebelumnya tidak saya pilih komplain, karena tidak ada pilihan yg cocok.

Tokopedia memang tidak mungkin menjamin keaslian barang yang dijual. Pertanyaannya sangsi apa yang Tokopedia berikan kepada penjual yang menjual barang bajakan? Jika tidak ada sangsi ya orang jual lagi.


Contoh salah satu jawaban balasan admin yang tidak menjawab:

Hai Juan Feju,

Moohn maaf atas ketidaknyamanannya.

Ingin kami informasikan bahwa saat ini transaksi anda dengan invoice INV/20160512/XVI/V/35767364 sedang berada di pusat resolusi, oleh sebab itu kami sarankan anda untuk tetap mengkomunikasikan setiap perkembangan yang terjadi pada pusat resolusi ya.

Dapat kami informasikan bahwa di pusat resolusi akan ada tim terkait kami yang akan membantu kendala Anda. Nantinya tidak ada respon atau komplain Anda masih berkendala, kami sarankan Anda untuk menekan tombol BANTUAN yang berada di bawah halaman pusat resolusi Anda yang akan muncul pada tanggal 18-05-2016 pukul 08:14 WIB agar tim terkait kami di pusat resolusi akan membantu kendala yang terjadi.

Terima kasih.

Tokopedia tidak menjawab pertanyaan tetang sangsi bagi penjual barang palsu.

Di lain kesempatan para admin memberikan jawaban-jawaban template secara berulang-ulang terhadap pertanyaan yang sama:

“Sebagai informasi tambahan, Tokopedia sebagai penyedia layanan belanja online berkonsep pusat belanja virtual, Tokopedia memang tidak dapat menjamin 100% kualitas tiap produk yang diperdagangkan, oleh karena masing-masing penjual berasal dari seluruh penjuru Nusantara.”

“Sebagai penyedia layanan belanja online berkonsep pusat belanja virtual, Tokopedia memang tidak dapat menjamin 100% kualitas tiap produk yang diperdagangkan, oleh karena masing-masing penjual berasal dari seluruh penjuru Nusantara.”

“Terkait kualitas barang tersebut, Tokopedia sebagai penyedia layanan belanja online berkonsep pusat belanja virtual, Tokopedia memang tidak dapat menjamin 100% kualitas tiap produk yang diperdagangkan, oleh karena masing-masing penjual berasal dari seluruh penjuru Nusantara.”

Terkait barang yang dijual penjual yang terlepas dari keaslinya hanyanya penjual yang mengetahuinya dikarenakan Tokopedia adalah mall online (Consumer to Consumer Marketplace atau C2C), dimana transaksi jual-beli yang terjadi adalah transaksi antar pengguna situs Tokopedia. Semua produk yang dijual di Tokopedia adalah milik masing-masing penjual yang terdaftar. Penjual bisa menamakan serta menentukan harga produk yang ia jual maka jika memang tidak ada yang sesuai pada barang yang dijual maka hadirlah pusat resolusi disini untuk pembeli dapat melakukan komplain terkait barang yang diterima oleh pembeli.”

respon tokopedia barang palsu
Tokopedia merespon dengan jawaban yang tidak menjawab pertanyaan tentang sangsi bagi penjual barang palsu.

Kalau semua pegawai menjawab dengan jawaban yang kurang lebih sama, maka kesimpulannya: pertama, kejadian ini sudah cukup sering, sehingga mereka sudah siap dengan jawaban template. Kedua, ini instruksi dari pihak manajerial Tokopedia.

Meskipun pada akhirnya setelah saya terus desak dan, maaf kata, saya maki, karena sudah sekian kali saya tanyakan dan dijawab dengan jawaban yang sama, akhirnya ada sedikit jawaban yang relevan. Namun demikian menurut saya sangsinya tidak membuat jera dan dengan mudah penjual melancarkan aksinya kembali. Ini salah satu jawabannya.

“Terkait sangsi yang diberikan oleh tokopedia nantinya tim terkait akan melakukan sweeping pada barang barang yang memang melanggar syarat dan ketentuan pada penjual barang dan akan dilakukan penghapusan”

“Kalau hanya dihapus saja barangnya, apa susahnya memasang kembali barang yang sama dalam 5 menit?” Ini pertanyaan yang saya ajukan kembali beberapa kali, dan kembali tidak dijawab atau direspon dengan balasan yang tidak menjawab.

Dear Juan,

Mohon maaf atas keterlambatan kami membalas pesan Anda.

Berdasarkan pengecekan, untuk pesanan dengan invoice INV/20160512/XVI/V/35767364 masih aktif pada Pusat Resolusi kami. Perlu kami informasikan bahwasanya setiap kendala yang sudah masuk Pusat Resolusi maka harus diselesaikan melalui Pusat Resolusi. Kami saranakan Anda untuk tetap aktif berdiskusi agar kendala dapat diselesaikan dengan baik.

Silahkan Klik tombol “BANTUAN” yang telah muncul pada halaman Pusat Resolusi Anda. Nantinya tim terkait kami akan membantu memberikan solusi untuk penyelesaian masalah tersebut.

Terima Kasih.

respon tokopedia barang palsu 003

Admin di Laman Layan Pengguna selalu mengatakan untuk menyelesaikan permasalahan di Laman Pusat Resolusi. Akan tetapi di sana pun kalau ditanya responnya sama.

Penanggulangan masalah yang berlarut-larut

Sebagai penengah Tokopedia memang harus mempertimbangkan bukti-bukti dari kedua belah pihak dan berhati-hati. Akan tetapi ketika penjual tidak merespon instruksi dari admin untuk memberikan respon atas bukti-bukti foto yang saya berikan sampai dua minggu, dan masih mau menunggu lagi, menurut saya itu berlarut-larut.

Admin bisa melihat, kok, history kapan dan jam berapa penjual login kembali ke tokopedia. Jadi memang sengaja penjual mengacuhkan admin.

Penyelesaian

Karena penjual tidak merespon semua instruksi Admin Tokopedia dan sudah diberi tenggat waktu, akhirnya setelah 17 hari akhirnya uang kembali dengan dikurangi biaya kurir. Barang pun tidak di retur, karena penjual tidak mau memberikan alamatnya.

Penutup

Beberapa pelajaran yang bisa diambil:

  1. Sebaiknya berhati-hati terhadap penjual yang menggunakan tameng, barang tidak bisa diretur untuk alasan apa pun, karena Anda akan berada pada posisi yang lemah. Kalau Anda dikirim barang serupa tapi tak sama, bisa berabe.
  2. Gunakan aturan main yang lebih tinggi, ketika ada penjual yang berusaha menggunakan celah-celah aturan main berdagang secara online. Meskipun pada akhirnya memang tergantung pada penegakkan aturannya oleh yang punya kuasa. Dalam kasus ini, Tokopedia.

Meskipun saya BT dengan admin-admin Tokopedia itu, namun demikian saya berharap Tokopedia bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi ke depannya. Jangan sampai pedagang jujur kena imbas dari penjual-penjual curang.

Baca juga:

  1. Ini Alasan Pasang Iklan di dapur Uang Harus Menggunakan Foto Produk Hasil Jepret Sendiri
  2. Cara Melaporkan Penipuan Online ke Bank untuk Blokir Rekening Pelaku
  3. Apa Itu Penipuan MLM Skema Piramida dan Investasi Skema Ponzi

 

3 Responses

  1. Culas

    Hehe…intinya beli di toped, bl, bli2 setelah terima brg pesanan tinggal komplenin aj trus….lama2 brg milik kita uang pun kembali…mantab

  2. harris

    betul sekali
    saya pun mengalami beberpa hal tersebut
    saya waktu itu membeli sepatu ternyata kw dan bekas sudah lecet dan rusak di sana sini
    beberapa barang elektrnik saya pesan sudah berkarat
    saya melakukan komplain
    saya mendapat jawaban yang sama dengan TS
    saya komplen ke tokopedia hanya mendapat jawaban template
    sayang sekali
    sungguh sayang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.