Motivasi Adalah Salah Satu Kunci Keberhasilan Menurunkan Berat

posted in: Ilmu Sukses | 0

Jika orang benar-benar ingin melakukan sesuatu pasti ia akan cari jalan, jika seseorang enggan melakukan sesuatu ia akan mencari alasan. – Juan –

 

juan before after

Entah sejak kapan berat saya terus merangkak naik. Bahkan pernah juga mencapai angka 100 kg. Was-was juga. Saya memang kegiatan fisiknya tidak banyak dan di rumah makanan selalu siap sedia, baik di meja makan dan di kulkas. Aksesnya mudah sekali. Alhasil, ya gemuk seperti gambar di atas kiri.

Saya bukan orang yang terlalu senang olah raga. Waktu SD kalau teman-teman lain sedang main kasti, saya memilih duduk di pinggir. Kalau disuruh lompat jauh, bisanya cuma lompat pendek, apalagi kalau lempar bola basket, bolanya tidak sampai ke ring.

Berada di dalam kondisi seperti ini lama-lama saya capai, stress, dan tidak happy. Akhirnya di awal tahun saya membuat sebuah resolusi dan bertekad untuk memenuhinya.

Dalam 4 bulan saya berhasil menurunkan berat, tapi tidak seberapa, paling hanya 5 kg. Walau lumayan sih.

Selama kurun waktu itu saya juga mencoba mencari-cari cara di internet agar lemak di badan ini bisa terpangkas. Saya belajar tentang gizi, cara kerja tubuh, lemak, diet, dan olah raga apa yang efektif.

Di antara hasil riset kecil-kecilan itu, saya menemukan sebuah program olah raga cardio selama 60 hari di Youtube, namanya Insanity Workout. Kelihatannya sangat keras olah raga ini. Tapi pada saat itu saya merasa telah menemukan jawaban dari pencarian saya. Maka saya mencoba melakukannya.

Pada hari pertama saat saya mencoba menjalaninya, saya langsung tepar, tidak kuat bangun. Keesokan harinya tubuh sakit semua, mulai dari badan, lengan, dan kaki. Jalan sudah seperti robot. Keesokannya saya paksain lagi, alhasil saya “tidak bisa jalan.” Semakin menjadi sakitnya. Mungkin otot di tubuh saya syok, karena tidak pernah dipakai untuk olah raga sekeras ini. Kurang lebih seminggu saya berhenti dulu.

Supaya ada bayangan sesulit apa olah raga ini , silahkan lihat cuplikan videonya:

Sesudah gerakan tubuh sudah bisa kembali normal. Saya lanjutkan lagi program ini.

Setiap kali usai berolahraga saya langsung tidak kuat berdiri lagi. Lelah sekali.  Paling dipaksain mandi, habis itu langsung tidur pulas saking capainya.

Hal ini saya lakukan hampir setiap hari, Minggu break. Meskipun seringkali saya tiba di rumah baru jam 10-11 malam, namun saya tidak berhenti.

Jika Anda melakukan dengan konsisten Insanity Workout ini, pasti ada akan merasakan paha Anda terasa makin tipis, badan makin ringan, karena susutnya lumayan cepat lah. Dalam 2 bulan saya hilang 8-10 kg.

Pertanyaannya kenapa orang yang tidak suka olah raga ini kok mau melewati program olah raga cukup keras semacam itu. Jawabannya adalah motivasi. Saya mencari dan menemukan motivasi itu.

Meskipun kita sudah menemukan caranya, tanpa motivasi, orang akan gagal 100%.

Motivasi itu efeknya bak pecut. Jadi ada dorongan dari dalam yang memaksa. Kalau mau dibayangkan kira-kira seperti dorongan mau makan saat perut sedang sangat lapar  atau saat kebelet mau ke belakang.

Jenis motivasi ada dua, yang pertama mengejar hasil, kedua menjauhi rasa sakit. Motivasi saya adalah jenis yang kedua. Saya sudah benci dengan lemak-lemak yang ada di badan saya. Selain itu tubuh yang gemuk ini juga melambangkan kegagalan saya mencapai hal-hal yang baik.

Lalu bagaimana caranya menemukan motivasi ? Cara saya mungkin tidak akan bekerja untuk Anda, tapi inilah cara saya mendapatkan motivasi saya. Saya berdiri di depan kaca setengah telanjang. Saya perhatikan lemak-lemak yang bergelambir di sekujur tubuh saya, perut yang membuncit, lengan atas dan paha yang besar, hingga saya merasa jijik dan benci.

Rasa inilah yang saya gunakan untuk terus berolah raga setiap hari, bahkan setelah lelah pulang kerja. Pikiran saya waktu pertama kali menjalaninya, ini gila. Gila tapi pada akhrinya jadi kurus.

Urusan gemuk kurus itu sih kembali kepada diri masing-masing. Bila Anda merasa nyaman dengan tubuh gemuk, silahkan saja. Tidak perlu dengarkan pendapat orang lain. Ketika saya kurus, orang bilang bagusan gemuk, ketika saya gemuk, orang bilang bagusan kurus. Jadi saya putuskan yang jadi penentu bagus tidaknya badan ini adalah saya. Demikian juga dengan Anda. Tapi ajukanlah satu pertanyaan ini. Apakah sehat untuk tetap berada di dalam keadaan Anda yang sekarang?

Kalau kita hanya mengeluarkan alasan, maka hasilnya adalah setumpuk alasan. Tetapi jika kita melakukan sesuatu, hasilnya adalah tubuh yang kita idamkan. Semangat!

Leave a Reply