Membuat Situs Baru: 6,5 Hal yang Tidak Saya Akan Ulangi

posted in: Blog | 1

Akhirnya setelah sekian lama membangun dapur Uang saya memutuskan untuk secara serius membuat sebuah situs baru lagi.

Dari pelajaran yang saya peroleh selama mencoba mengembangkan situs dapur Uang ada 6,5 hal yang tidak akan saya ulangi lagi di situs baru.

pisangOmong-omong apa arti angka 6,5? Nanti saya akan jelaskan.

Sebelum itu, simak dulu hal yang pertama.

1. Membuat situs tanpa arah tujuan

Terus terang saja situs dapur Uang lebih mirip seorang ABG yang sedang mencari jati diri. Di sini tempat saya belajar berbagai kesalahan dan mencoba hal-hal baru, sekaligus membagikan pengalaman saya.

Isinya pun akhir-akhir ini makin tidak nyambung dengan nama domainnya. Meskipun ada alasannya, namun alasan paling utama karena ‘kompas’ itu tidak dimiliki dapur Uang di awal mula.

Kini setelah memiliki pengalaman, saya lakukan hal yang berbeda untuk situs yang baru ini. Saya tentukan visi dan misinya.

Menentukan Visi artinya menetapkan sebuah gambaran besar, 5 tahun atau 10 tahun kemudian situs itu mau jadi seperti apa. Sedangkan misi berisi hal-hal apa yang perlu dicapai situs tersebut hingga bisa memenuhi gambaran besar itu.

Dengan adanya visi dan misi ini, maka saya akan lebih mudah mengambil keputusan, menentukan strategi, memikirkan alternatif monetisasi selain AdSense dan lain-lain.

2. Membuat situs dengan target pengunjung webmaster

Menguangkan situs dengan menggunakan AdSense adalah salah satu metode yang bagus (kalau berhasil) untuk mendapatkan pendapatan.

Akan tetapi kalau visitornya para webmaster, mereka sudah terbiasa dengan iklan AdSense sehingga  kecenderungannya lebih besar untuk tidak mengklik iklan, daripada orang biasa.

Oleh karena itu di situs berikutnya saya memutuskan membuat situs dengan target market non webmaster.

3. Membuat situs tanpa research

Saya dulu awam sekali. Di awal-awal saya tidak memperhitungkan medan, misalnya apakah ada orang yang membutuhkan apa yang hendak saya tulis, seberapa banyak, seberapa berat kompetisinya dan lain-lain.

Untuk kali ini saya tidak mau mengulang kesalahan yang sama. Saya lakukan penelitian terlebih dahulu terhadap industri yang hendak saya geluti.

Industrinya apa? Rahasia….

Kalau berdasarkan angka dari badan statistik, industri tersebut mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dengan kata lain ada trend.

Di tambah lagi pemerintahan Jokowi terus-menerus membangun infrastruktur dan mempromosikan industri itu untuk meningkatkan devisa. Jadi ada peluang. Meskipun kompetisi ada, akan tetapi saya rasa saya bisa membuat sesuatu yang lebih baik.

4. Membuat situs gado-gado

dapur Uang bereksperimen dengan menulis topik dengan kategori campur aduk. Visinya mau bisa seperti Kompasiana.

Mungkin kalau berhasil tidak masalah, akan tetapi selama belum, maka akan banyak kategori yang terbengkalai dan tidak bisa melayani pembaca dengan baik.

Alhasil setelah beberapa waktu menurut Google Analytic, persentase returning visitor menurun. Ketika jumlah visitor tidak bertambah secara signifikan dan jumlah returning visitor turun, maka dapat dikatakan, pembaca lama tidak kembali lagi.

Padahal dimana-mana agar bisa menjadi besar, selain mencari pembaca baru, kita harus membuat pembaca lama kembali lagi.

5. Membuat situs yang semua orang bisa

Saya kali ini mencoba membuat sesuatu yang tidak semua orang dengan mudah dapat membuatnya.

Sebab kalau sesuatu mudah dilakukan maka persaingannya menjadi semakin besar, seperti membuat blog tentang blogging.

6. Membuat situs bahasa Indonesia

Saya tetap ingin menggunakan AdSense sebagai metode monetasi di situs baru. Kalau situsnya bahasa Indonesia, maka pengunjungnya adalah orang Indonesia. Alhasil iklan yang tampil pun berasal dari Indonesia. Masalahnya dunia periklanan di sini menggelontorkan dananya tidak sebanyak di luar negri.

Sebagai contoh dulu pernah salah satu pembaca dapur Uang yang tinggal di Arab, mengklik hanya 1x iklan AdSense, CPCnya bernilai $1. Seumur-umur belum pernah dapat CPC iklan Indonesia nilainya $1. Iklan Arab lebih maknyus.

Sebagai perbandingan untuk dapat $1, kalau iklan-iklan di Indonesia, terutama di ‘musim packelik’ bisa-bisa perlu 15 klik baru sampai angka segitu.

Baca juga: AdSense: Kenapa Pendapatan Hanya Berkisar $0 Terus

6,5. Membuat situs yang sama seperti orang lain

Ini adalah hal terakhir yang tidak akan saya ulangi di situs yang baru.

Mungkin sebagian dari Anda bingung,  kenapa saya pakai angka urutan 6,5 dan bukan angka 7? Iya, lazimnya orang akan menulis angka 7 setelah urutan angka 6. Kalau saya menggunakan angka 7, maka semua orang sudah memperkirakannya, sehingga menjadi biasa.

Namun kalau saya menggunakan angka 6,5, nah itulah yang menarik perhatian dan membuat orang bertanya-tanya.

Itulah yang hendak saya buat di situs yang baru. Harus ada sesuatu yang berbeda dari yang sudah biasanya. Dengan harapan situs tersebut akan menarik lebih banyak perhatian orang.

Ok, pembaca dapur Uang, artikelnya selesai sampai di sini semoga pengalaman saya dapat berguna bagi Anda. Di share kalau bagus, ya.

Oh ya, butuh hosting yang tangguh? Coba pakai FastComet.

  1. reza

    wah ngena banget daginngya gurih bang juan. linknya jg enak betah lama banget disini jempol bang… nnnn dapat pelajaran baru deh … kayaknya yang bahasa arab bisa di lirik… update terus bang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.