Cara Menerapkan Mailchimp Mailing List di WordPress, dan Kenapa Saya Gagal Menggunakannya di Awal Ngeblog

posted in: Cara | 33

Hai para Duser alias pembaca blog dUS, hari ini saya ingin membagikan cara untuk memasang sistem mailing list di blog Anda dengan menggunakan MailChimp.

Tujuan dari artikel ini adalah untuk membantu Anda menerapkan strategi mailing list demi kemajuan blog Anda.

Jika Anda ingin langsung ke hal teknis, silahkan lompat ke subjudul 9 langkah menyiapkan Mailchimp mailing list. Jika Anda ingin lebih mengenal strategi marketing mailing list silahkan baca paragraf berikutnya.

Apa itu mailing list?

Mailing list adalah sebuah strategi untuk menggapai audiens melalui email. Di dalam strategi ini Anda akan mengumpulkan alamat email pembaca blog Anda sehingga terbentuklah mailing list/daftar email.

Pengumpulannya dilakukan dengan memasang signup form di blog di posisi tertentu di blog atau pun menggunakan pop up.

Apa guna mailing list?

Strategi ini banyak digunakan oleh blogger besar untuk terus menjalin hubungan dengan pembacanya. Blogger profesional tidak hanya mencari audiens baru, melainkan juga tetap menjaga pembaca lamanya untuk tetap kembali dan membuat penggemarnya menyebarkan kontennya. Oleh karena itulah trafiknya bisa terus bertambah.

Kelebihan dari strategi mailing list di mata blogger besar adalah:

  1. Memperoleh izin untuk menghubungi – Email yang berhasil mereka kumpulkan, berasal dari orang-orang yang bersedia untuk dikontak kembali.
  2. Meningkatkan trafik – Orang-orang yang sudah mau berlangganan, berarti mereka sudah suka dengan kontennya si empu blog. Sehingga saat sang blogger mengirimkan link konten lagi lewat email, mereka akan lebih terbuka untuk datang lagi dan sharing konten tersebut atau mungkin memberikan backlink. Pada akhirnya mendatangkan lebih banyak orang lagi untuk berlangganan blog mereka.
  3. Kontrol – Email memberikan kontrol yang lebih baik daripada platform lainnya. Masih ingat ketika FB tiba-tiba mengubah kebijakannya sehingga orang tidak bisa lagi mencapai semua fans mereka di Fanpage? Sedangkan kalau dengan mailing list, jika Anda memiliki 10000 orang berlangganan, maka saat broadcast email Anda bisa menggapai 99% dari mereka. Meskipun tingkat deliverability ini juga tergantung dari reputasi email provider.
  4. Melepaskan ketergantungan dari trafik Google – Mailing list juga salah satu cara untuk mendapatkan trafik tanpa harus mengandalkan trafik dari Google.

Bagaimana cara menjalankan strategi mailing list?

Untuk bisa membroadcast email dalam jumlah banyak kepada para pembaca Anda, Anda perlu menggunakan jasa sebuah email marketing provider. Provider memiliki kemampuan untuk memastikan email masuk ke inbox penerima dan bukan masuk ke Spam Folder.

Selain itu mereka juga menyediakan berbagai fitur pendukung, misalnya:

  1. Bisa mengirimkan email otomatis secara bertahap.
  2. Bisa melakukan A/B testing untuk melihat email mana yang bekerja lebih baik.
  3. Bisa melakukan segmentasi.
  4. dan lain-lain.

Beberapa email marketing provider yang sering direkomendasikan oleh para blogger diantaranya adalah Aweber dan Getresponse. Sementara itu Mailchimp juga sering disinggung  sebagai aternatif dari keduanya. Karena Mailchimp menawarkan free service untuk 2000 subscriber pertama. Sementara yang lain tidak.

Mengapa sebaiknya menggunakan Mailchimp terlebih dahulu?

Jika Anda ingin langsung menggunakan email marketing provider yang berbayar silahkan saja. Tidak masalah.

Berikut adalah pendapat saya untuk menggunakan Mailchimp. Kalau Anda baru belajar menggunakan mailing list, pasti Anda akan banyak trial dan error. Menurut saya dengan Mailchimp Anda bisa belajar dengan biaya paling minim, yaitu $0.

Jangan berpikir ketika Anda menerapkan mailing list, tiba-tiba trafik Anda akan meroket. Mailing list adalah sebuah alat. Hasilnya tergantung dari kemahiran Anda menggunakan alat tersebut. Harga dari jasa email marketing provider tersebut tidak akan menentukan tingkat kesuksesan Anda.

Mengapa saya pernah gagal dalam menerapkan strategi mailing list?

Pada saat awal saya membuat blog ini , saya langsung menerapkan strategi ini sesuai dengan nasihat para master. Tetapi waktu melihat open rate dan click rate yang terus menurun dan ada yang unsubscribe, saya langsung berpikir, “Oh my God, they hate me!” Rasa percaya diri saya langsung drop. Saya pun akhirnya tidak lagi menggunakan mailing list.

Kejadian yang saya alami, bisa saja terjadi pada Anda.

Saya dapat menduga penyebab kegagalan tersebut, yaitu: konten dan relevansi. Pada awal mula konten saya masih tidak jelas arahnya dan saya tidak tahu cara membuat konten yang dapat menarik perhatian pembaca.

Lalu mengapa saya kembali menggunakan mailing list. Karena saya ingin bertumbuh. Blog itu tentunya berkembang seiring dengan perkembangan blogger itu sendiri. Saya tidak mau stuck donk.

Kalau ada salah lagi, biarlah itu jadi pembelajaran, yang penting nantinya saya bisa menjadi ahli dalam strategi mailing list.

Apakah Mailchimp dapat digunakan untuk menawarkan insentif?

Biasanya untuk mendapatkan alamat email pemabaca, blogger menawarkan insentif, misalnya Ebook. Jadi kalau pembaca ingin Ebooknya, berikan dulu emailnya, nanti pada akhirnya dia akan dikirimkan email berisi link secara otomatis untuk mendownloadnya.

Hal ini bisa dilakukan di MailChimp. Jadi Anda tidak perlu menggunakan serivce berbayar. Kenapa info ini penting. Karena saya sudah terlanjur bayar duluan. Anda tidak perlu mengulangi kesalahan saya.

Alur berlangganan

Berikut adalah alur yang akan dilewati oleh pembaca Anda untuk berlangganan blog Anda:

  1. Pembaca sign up
  2. Mereka dibawa ke laman “thank you” + dapat email konfirmasi
  3. Mereka konfirmasi
  4. Mereka dibawa ke laman thank you kedua
  5. Mereka dapat email selamat datang (opsional)

9 Langkah menyiapkan mailchimp mailing list

MailChimpNah, Anda sudah mengerti alur berlangganan. Sekarang ada 9 persiapan yang perlu Anda lewati untuk membuat pembaca Anda bisa melewati alur tersebut:

  1. Membuat akun email pada cPanel – biasanya jika Anda menggunakan email dengan domain sendiri akan terlihat lebih pro, misalnya juanfeju@dapur-uang.com.
  2. Membuat forwarder – dengan membuat forwarder, email yang masuk, misalnya ke juanfeju@dapur-uang.com dapat difoward ke email lain yang Anda inginkan.
  3. Membuat/ Create List – list digunakan untuk menampung alamat-alamat email pembaca Anda.
  4. Menyiapkan Sign up “thank you” page ini adalah laman untuk mengucapkan terima kasih kepada pembaca telah ingin berlangganan, dan meminta mereka melakukan konfirmasi lewat email mereka.
  5. Menyiapkan Opt-in confirmation emailini adalah email yang meminta pembaca melakukan  konfirmasi untuk berlangganan.
  6. Menyiapkan  Confirmation “thank you” page ini adalah laman yang menyatakan pembaca telah resmi berlangganan.
  7. Menyiapkan Final welcome email (opsional) ini adalah email mengucapkan selamat datang yang bisa digunakan untuk memberikan insentif digital.
  8. Menyiapkan field untuk list – ini menentukan data yang ingin Anda kumpulkan dari calon pelanggan
  9. Memasang Sign Up Form di blog ini untuk bisa mulai mengumpulkan alamat email.

Setelah Anda melakukan dan memahami kesembilan langkah persiapan ini, maka Anda akan bisa sendiri menyiapkan sendiri proses untuk unsubcribe dan lainnya sebagai latihan.

1. Membuat akun email di cPanel

Membuat email dengan nama domain sendiri akan terlihat pro. Email ini akan nampak pada saat Anda broadcast email ke pembaca blog Anda. Jika Anda memilih menggunakan email seperti yahoo, gmail dan lainnya itu terserah Anda.

Sebelumnya perlu saya sampaikan, bahwa tampilan cPanel bisa saja berbeda dengan petunjuk gambar di sini. Hal itu tergantung dari “kulit” yang dipasang oleh pihak hosting.

Sekarang untuk membuat email mari ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Masuk ke cPanel. Klik Email Accounts.Email accounts
  2. Di laman selanjutnya, isi Email, Password dan Confirm Password.
    Selanjutnya klik Create Account. Sebuah akun baru akan dibuat.
    Buat akun emailOpsional:

    1. Untuk membuat password yang kuat, Anda bisa gunakan password generator.
    2. Untuk mengubah kuota email, silahkan ganti angka 250 MB-nya dengan besaran yang Anda inginkan.
    3. Pilih unlimited jika tidak ingin membatasi kuota.
  3. Jika akun telah berhasil dibuat Anda akan melihatnya seperti pada gambar di bawah ini. Akun user

2. Membuat forwarder

Forwarder fungsinya untuk meneruskan email yang masuk ke akun email domain ke alamat email lain.

Ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Kembali ke laman muka cPanel. Klik Forwarders.Fowarders
  2. Di laman selanjutnya. Klik Add Forwarder. Add fowarder
  3. Isikan nama akun email yang baru dibuat di Address to Forward.
    Isikan akun terusannya di Forward to email address.
    Tambah forwarder baru
  4. Jika sudah, maka di daftar forwarders akan terlihat seperti gambar di bawah ini. Forwarder

Sekarang jika Anda test kirim email, dalam kasus ini ke juanfeju@dapur-uang.com maka akun ekajuan@yahoo.co.id akan menerima terusannya.

3. Create list

Sekarang waktunya membuat list untuk menampung email yang masuk nantinya. Setelah Anda login ke Mailchimp, pada pojok kanan atas klik tombol create list.

 

Selanjutnya Anda akan mengisi sebuah form berkaitan dengan list Anda.

create list formIsilah:

  1. List Name – Nama dari list Anda, berikanlah nama yang baik, karena nama ini akan terlihat oleh calon pelanggan Anda.
  2. Default “from” email – Isilah dengan alamat email yang telah Anda buat di cPanel
  3. Default “from” name – Gunakan nama Anda jika ingin lebih personal.
  4. Remind people how they got on you list – Keterangan mengenai mengapa mereka berada di daftar Anda
  5. Company/Organization – Jika Anda adalah blogger, silahkan isi dengan nama blog
  6. Address – Isi saja dengan domain blog Anda, tidak perlu diisi dengan alamat rumah.
  7. City – Kota Anda
  8. Zip/Postal code – Kode pos
  9. Country – Negara
  10. Phone – Ini opsional, jika Anda ingin memberikan no kontak Anda.
  11. Notification – Anda bisa memilih bagaimana Anda menerima notifikasi bila ada orang yang subscribe atau unsubscribe.

Data no.1-10 akan muncul saat pembaca menerima email dari Anda.

4. Menyiapkan Sign up “thank you” page

Ini adalah laman yang menampilkan pesan yang intinya “terima kasih, harap lakukan konfirmasi.” Ada dua pilihan jenis laman:

  1. Anda menggunakan laman template dari Mailchimp
  2. Anda gunakan laman/page dari blog Anda.

Di tutorial sini saya akan menunjukkan cara yang kedua. Ikuti langkah berikut ini:

  1. Buat sebuah page baru di WordPress, silahkan beri judul, misalnya: “Sedikit Lagi”. Untuk URLnya terserah mau diganti atau tidak.
  2. Tulislah sebuah pesan yang mengatakan, bahwa pembaca harus melakukan konfirmasi melalui email mereka. Silahkan pikirkan sendiri kata-kata yang ingin Anda gunakan. Lalu terbitkan lamannya.
  3. Di Mailchimp dashboard > Klik menu lists > Pilih listnya > Klik sign up form > pilih general formCreating thank you page in mailchimp
  4. Di laman berikutnya, pilih Signup “thank you” page
    creating thank you page in mailchimp2
  5. Masukkan URL dari laman yang Anda buat di no.1, contoh:
    Creating thank you page in mailchimp3Jika URLnya valid, maka proses ini bisa di save. Tetapi jika URLnya salah, maka akan ada peringatan.

5. Menyiapkan Opt-in confirmation email

Masih di laman general forms, sekarang pilihlah Opt-in confirmation email.

creating opt-in confirmation email

Kini Anda akan membuat email konfirmasi yang akan diterima pembaca. Setelah mereka memberikan email mereka.

Di sini Anda bisa edit emailnya sesuai keinginan Anda. Jika Anda ingin menggunakan bahasa Indonesia, Anda bisa langsung mengeditnya di badan email, atau menggunakan terjemahan/translate it.

6. Menyiapkan Sign up “thank you” page

Ini adalah laman terakhir yang intinya mengatakan, “Selamat email telah berhasil dikonfirmasi.”

Cara pembuatannya sama seperti di langkah 4. Menyiapkan Sign up “thank you” page

Di laman ini Anda bisa juga pasang URL Ebook yang Anda janjikan atau memasang link-link ke artikel-artikel Anda yang mungkin berguna bagi mereka. Sehingga daripada membiarkan pembaca Anda melalang buana tidak jelas, Anda arahkan mereka.

7. Menyiapkan Final welcome email

Ini adalah opsional. Apabila Anda masih ingin mengirimkan pembaca Anda sebuah email terakhir Anda bisa juga melakukannya di sini.

Caranya kurang lebih sama seperti saat Anda menyipakan confirmation email.

Email ini juga bisa digunakan untuk mengirimkan URL ke Ebook yang Anda janjikan.

8. Menyiapkan field dari list

Field ini adalah kolom untuk mendapatkan data yang Anda ingin dapatkan dari pembaca. Biasanya orang hanya meminta alamat email dan nama. Bahkan ada yang hanya meminta alamat email saja. Tujuannya untuk mengurangi resitensi orang berlangganan.

Sebab semakin banyak hal yang harus dilakukan semakin menurunkan minat orang berlangganan.

Kalau begitu untuk apa meminta nama?

Agar saat Anda mengirimkan email, Anda bisa menggunakan nama si penerima agar terasa lebih personal.

Ok, jadi silahkan Anda delete last name dan simpan perubahan.

Mailchimp fields

8. Memasang sign up form di blog

Dari dashboad Mailchimp > List > Pilih List yang ingin Anda gunakan > Signup forms

Di sini ada berbagai pilihan model signup form, yaitu:

  1. General forms – di sini Anda bisa menggunakan  link yang akan mengarah pada laman sign up dari Mailchimp.
  2. Embedded forms – di sini Anda bisa menggunakan kode HTML yang bisa Anda pasang di tokol Anda.
  3. Subscriber pop up – di sini Anda bisa membuat sign up form yang pop up ketika pengunjung Anda membuka laman Anda.
  4. Forms integration

Pada tutorial ini saya akan mengajarkan cara menggunakan Embedded forms.

1. Pada laman list > signup forms > klik Embedded forms Mailchim embedded formsDi laman selanjutnya ada 4 macam signup form:

  1. classic
  2. slim
  3. naked
  4. advanced

Masing-masing memiliki kegunaannya sendiri. Untuk tutorial ini kita gunakan yang “Classic”

2. Kemudian centang Disable all Javascript. Kalau Anda menggunakan laman sendiri untuk menampilkan thank you page, Javascript di sini harus dimatikan.

disable javascript

Tampilan form classic bisa Anda lihat pada gambar di bawah ini.

Classic signup form

3. Selanjutnya Anda kopas koding yang ditunjuk oleh tanda panah di atas, ke widget text dari wordpress Anda. Dengan demikian form itu akan muncul dan siap dipakai.

Jika Anda ingin memperbagus tampilan dari sign up form, itu maka Anda harus bisa CSS.

Apabila Anda ingin menempatkannya setelah konten, ada beberapa cara:

  1. Apabila tema Anda menyediakan tempat untuk menaruh widget setelah konten Anda bisa gunakan itu.
  2. Bisa juga Anda menggunakan plugin Ad Inserter atau Ad Injection dan mengaturnya agar muncul setelah konten

Hingga di sini Anda seharusnya sudah mulai mengenal istilah-istilah dalam dunia mailing list dan mengerti cara mengatur Mailchimp Anda.

Sekarang Anda sudah bisa mengurus hal-hal yang berkaitan dengan unsubscribe dan lainnya.

Cara mengirimkan email ke pembaca Anda

Untuk mengirimkan email, Anda harus membuat sebuah campaign. Klik menu campaigns.

Campaigns

Di laman berikutnya klik tanda panah kecil yang ditunjuk oleh penunjuk warna biru.

create a campaignAnda akan melihat beberapa pilihan. Untuk menyederhanakan tutorial ini, pilihlah regular campaign. Pada pilihan ini Anda akan dapat melakukan tracking.

Proses pembuatan campaign adalah:

1. Pilih ke mana Anda ingin mengirimkan email.
kirim ke list mana

Di sini ada beberapa pilihan. Untuk saat ini kita gunakan list yang ada dan pilihan “Send to entire list,” maka email akan dikirim ke semua email yang terdaftar di list tersebut.

2. Di tahap selanjutnya Anda akan diminta untuk mengisi beberapa keterangan mengenai campaign yang hendak Anda luncurkan. Pada dasarnya Anda cukup mengisi dua field yang ditunjuk oleh tanda panah saja:

  1. Name your campaign – nama campaign Anda tidak akan terlihat oleh penerima email, ini hanya untuk internal saja
  2. Email subject – ini akan terlihat oleh penerima email.

campaign info

3. Di langkah selanjutnya Anda akan memilih template untuk email Anda. Template yang ingin Anda gunakan terserah pada pilihan Anda. Akan tetapi saya sarankan untuk menggunakan template simple text saja. Apa lagi kalau Anda tidak terlalu mengerti desain dan sebaignya.

Sederhana bukan berarti tidak efektif. Blogger besar pun juga mengirim email, tanpa banyak embel-embel desain, dan langsung ke pesannya saja.

simple text

4. Tulis email – di proses selanjutnya adalah tempat Anda merancang isi email Anda. Anda bisa mengeksplorasi sendiri apa yang bisa Anda lakukan.

desain email

5. Konfirmasi – Pada tahap ini Anda bisa preview dan test kirim, dan mengedit kembali hal-hal yang perlu Anda perbaiki.

Jika sudah, Anda bisa buat jadwal kapan campaign di broadcast atau pun langsung kirim

sukses kirim

Bonus: Cara buat optin 2 langkah ala blogger berpenghasilan $119.023,72

Anda sudah selesai menyiapkan dan memasang form Anda di blog. Kini saya akan mengajarkan cara yang lebih advance.

Optin 2 langkah ini digunakan oleh seorang blogger papan atas. Penghasilannya kini sudah mencapai $119.023,72 dalam 1 bulan. Kalau dirupiahkan, sekitar 1 triliunan rupiah deh.  Namanya Pat Flynn dari smartpassiveincome.com.

Istilah optin sendiri bermakna “saya mau berlangganan.” Optin 2 langkah, artinya untuk berlangganan ia perlu melalui 2 langkah.

Pada optin 1 langkah, bentuknya seperti gambar di bawah ini. User tinggal masukkan email dan nama dan klik tombol “Berlangganan.”

optin 1 langkah

Sedangkan pada optin 2 langkah, pembaca perlu mengklik sebuah tombol terlebih dahulu, lalu form signup pop up akan muncul.

optin 2 langkah

Walaupun secara ilmu marketing memperpanjang proses berlangganan dapat menurunkan tingkat konversi. Akan tetapi menurut Pat, cara ini malah meningkatkan persentase orang yang berlangganan blognya sebanyak 25% di blognya.

Psikologi di balik metode ini adalah dengan mengklik sebuah tombol terlebih dahulu itu ibarat membuat pelanggan berkata ‘Ya’ terlebih dahulu. Seperti teknik salesman yang membuat calon pelanggan berkata ya, ya, ya dulu, agar lebih mudah untuk menjual. Dalam hal ini adalah membuat pengunjung Anda berlangganan blog Anda.

Namun sayangnya untuk menerapkan teknik ini tidak bisa langsung begitu saja. Bagi yang mengerti koding, sebenarnya ini bukanlah sesuatu yang sulit. Tapi bagi yang awam, ini susah.

Pat menyarankan menggunakan leadpages. Tetapi layanan ini mengenakan biaya bulanan. Jika Anda ingin menggunakan saran Pat silahkan.

Sebagai alternatif tak berbayar, Anda bisa menggunakan plugin Mailmunch. Plugin ini saya ketahui dari PanduanIM.

Sebelumnya saya informasikan untuk bisa menerapkan teknik ini Anda harus mengerti HTML dan CSS.

Cara membuat optin 2 langkah dengan Mailmunch

Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat optin 2 langkah:

1. Install dan aktifkan plugin MailChimp Forms by MailMunch > Connect to Mailchimp > Isi username and Password

connect to mailchimp

2. Setelah Mailmunch dan Malchimp tersambung, pilih list yang sudah Anda buat di Mailchimp.

choose list

3. Klik create your optin form.buat optin form

4. Anda akan di bawa ke situs Mailmunch. Di sini Anda dapat memilih beberapa metode optin form. Kita gunakan Popover.

pop up optin form

5. Berikutnya Anda memilih tema dari pop up Anda. Pilihlah pilihan pertama.

Theme

6. Di laman berikutnya Anda mendesain form optinnya. Jika sudah klik Next Step

design

7. Selanjtunya Anda mengatur settingannya.

Basic information – berikan judul untuk form Anda.

Basic Information

When to show – Disini ada berbagai pilihan untuk pop up Anda. Untuk tutorial ini kita akan fokus pada pop up dengan klik tombol. 

Centang juga show on button click. Ini adalah cara yang akan kita gunakan seperti Pat Flynn.

Kodingnya akan seperti ini.

<a href="http://www.mailmunch.co/" class="mailmunch-pop-123">My Link</a>

Silahkan ganti mailmunch-pop-123 sesuai dengan:

mail munch

Anda bisa pasang kodingnya misalnya di widget text Anda. Akan tetapi hasilnya akan seperti ini saja:

My Link

Untuk membuatnya menjadi tombol yang berbunyi “LANGGANAN” atau apa pun yang Anda inginkan, Anda harus mengerti HTML dan CSS. Saya akan memperlihatkan koding yang saya pakai sendiri di tempat saya.

<style>
#judul {
width:100%; 
padding: 20px 20px 10px 20px;
background-color:#216c2a; 
text-align:center;
margin-bottom: 30px
}

#tombol {
width:150px;
text-align:center; 
background-color: #A0CE4E;
color: #FFF;
font-weight:bold;
margin: 0 auto;
padding:10px;
}

#tombol a {color:white}
</style>

<div id="judul">
    <h2 style="color:#fff !important;">SUKA DENGAN YANG ANDA BACA?</h2>
</div>

<div style="text-align:center; margin-bottom:20px;">
  Jika ya, dapatkan ilmu dan pengalaman lainnya dengan berlangganan gratis dUS Indonesia. Cegah hilang uang dan waktu dengan belajar dari kesalahan orang lain. <br />Klik tombol hijau ini.
</div>

<div id="tombol"> 
  <a href="http://www.mailmunch.co/" class="mailmunch-pop-134846" onclick="ga('send', 'event', 'Mailchimp-ID', 'Klik', 'Signup-bottom')">SAYA MAU</a>
</div>

Hasilnya:

form optin

Kemudian pilihlah frekuensi fungsinya untuk menampilkan kembali pop up setelah sekian hari. Jika si user belum berlangganan.

After User Subscribers – Ini adalah pengaturan apa yang terjadi setelah user berlangganan.

Masukkan laman terima kasih yang sudah pernah Anda buat di tutorial mailing list sebelumnya.

Kemudian masukkan alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan jika Ada orang yang berlangganan.

After User Subscribes

Devices –  Di sini Anda bisa mengatur di perangkat apa saja pop up ini akan muncul.

Devices

Display Rules – Ini adalah salah satu fitur dari Mailmunch yang saya suka, karena saya bisa mengatur di laman apa saja pop up ini akan muncul.

Jika Anda tidak memiliki situasi dimana Anda ingin melakukan pengecualian kemunculan pop up, Anda tidak memerlukan rule ini.

display rule

Selanjutnya klik Next Step dan ikuti petunjuk lainnya hingga finish setup.

Kata terakhir

Apakah Anda pernah menonton acara American Got Talent? Di sana orang-orang dari berbagai penjuru berusaha menampilkan bakat mereka. Peserta yang berhasil memukau, mendapat sambutan hangat dari penonton dan para juri berkata “Yes” serta meloloskan mereka ke babak berikutnya.

Apa yang terjadi ketika peserta menampilkan tontonan yang buruk? Ia akan mendapatkan sorakkan, “Buuuu” dan di “X” oleh para juri. Perjalanan mereka pun berhenti.

Demikian juga dengan mailing list. Anda tidak bisa mengirimkan konten yang asal-asalan, apalagi kopas dari tempat lain. Karena apa yang Anda sajikan akan dinilai oleh pembaca Anda. Dan mereka akan memutuskan apakah mereka suka dengan apa yang Anda kirim.

Jika suka mereka akan datang lagi dan lagi, dan mungkin juga menyebarkan tulisan Anda. Akan tetapi kalau berulang kali Anda beri mereka sampah, maka Anda bisa kena “X” alias mereka unsubcribe, berhenti berlangganan blog Anda.

Kemudian jangan menambahkan email orang ke dalam mailing list Anda tanpa seizin mereka. Karena itu akan melanggar privasi mereka. Hal itu juga akan memberikan efek negatif ke brand Anda.

Ok, Duser semoga artikel ini berguna untuk Anda, jika Anda memiliki sesuatu untuk dikatakan, silahkan komentar di bawah, tapi saya akan berterima kasih, jika Anda mau melakukannya di forum dUS.

33 Responses

  1. wahyu

    permisi mau tanya tentang mailchimp kenapa saya saat mau ngirim email keluar tulisan dibawah ini ya..
    “Your account has one or more issues that need to be resolved. View issues”

    • Juan

      Dibilang “Akun Anda ada satu atau lebih masalah yang perlu diselesaikan. Lihat masalah”
      Apa masalahnya… ya silahkan dilihat.

  2. Ahmad Alfan T

    Hallo mas juan, saya masih mau migrasi dari blogspot ke wordpress, di sini ada tutorialnya?

  3. Rani Maharani

    Saya pernah coba memakai mail-chimp…3 tahun yang lalu. Dan karena sama sekali tidak paham saya tidak pernah memakainya. Padahal saya lihat blog kelas atas selalu menggunakan service semacam mail chimp.

    Terimakasih untuk tutorialnya. Saya coba terapkan di blog utama.

  4. wahyu

    memangnya harus menggunakan form thank you ya mas….kalau saya langsung buat mailmunch aja gmn ya?

  5. Irvan Maulana

    salam kenal kak, alhamdulilah, bisa mulai bangun milis via mailchimp berkat artikel kk :D lengkap pembahasannya, jadinya ga beralih ke yang lain selama 6 jam..

    baru praktek sampai nomer 8 yang pertama nih.. buat thank you pagenya ituloh abrek sana abrek sinim hehehe.. maklum saya orangnya visual banget.. cacat dikit gabakal mau :D…

    sekali lagi salam kenal kak, jangan hirauin curhatan ga jelas saya diatas.. sukses selalu kak…

  6. Agus

    Mas Feju, letaknya dimana untuk memasukkan url di Final Welcome Email? dan apa harus dicentang di send a final welcome emailnya?
    Dan untuk menambah kalimat yang panjang apa harus mengedit bagian pagenya ya?
    Terima kasih.

  7. juna

    Default text content
    We noticed some placeholder text in your message. Specifically, we still see “Use this area to offer a short preview” in one of your blocks.. Click Resolve to edit or remove the placeholder text.
    Resolve

    tombol sent nya tidak aktif, tinggal langkah terakhir. itu kenapa ya?

  8. Zefhy

    Salam Kenal

    Tutorialnya sangat lengkap. Sangat membantu Saya yang masih Newbie.

    O iya Mas, Saya ingin Memasang sign up form di blog seperti yang Mas jelaskan, namun hasilnya sangat sederhana sekali, untuk mempercantiknya diperlukan kode CSS seperti yang Mas bilang,

    Bisa gak kode CSS nya sekalian di share, sekaligus cara memasang CSS nya di wordpress.
    Saya sangat membutuhkannya.

    Terimakasih atas artikelnya, sangat bermanfaat

    • Juan feju

      Saya sih bisa saja share. Gratis. Tapi itu kan disesuaikan dengan keadaan tema saya. Kebetulan sudah ada tapi jelek. Jadi saya timpa sedikit-sedikit saja. Kalau diterapkan di tempat Mas Zefhy, kemungkinan besar tidak cocok.


      /* Mailchimp Sidebar Form */
      #mc_embed_signup{background:#0067B6;border: 1px solid rgba(196, 196, 196, 0.4); font:14px;}

      #mc_embed_signup form {padding:0px}

      #mc_embed_signup h2 {color:white; margin-bottom: 20px; line-height:150%; font-weight:normal;text-align:center}

      #mc_embed_signup input[type=text], #mc_embed_signup input[type=email] {
      display: block;
      position: relative;
      right: 0px;
      width: 100%;
      height: 35px;
      margin: 0px;
      padding: 5px 5px 5px 5px !important;
      font-size: 13px;
      font-weight: 400;
      color: #777;
      background-color: #FFF;
      border: 1px solid rgba(196, 196, 196, 0.4);
      border-radius: 0px;
      box-sizing: border-box;
      }

      #mc_embed_signup input[type=submit] { background-color:#216c2a !important; color: #FFF !important; font-weight:normal}
      }

  9. arief

    mau tanya om, coding yg ini ditaro dmn?
    #judul {
    dan seterusnya

    terus cara memunculkannya di akhir artikel gmn?
    tolong bantuannya :)

    • Juan feju

      Untuk menempatkan kode bisa menggunakan beberapa cara, misalnya:
      1) Jika desain tema memungkinkan menaruh widget di bawah artikel, bisa gunakan widget text dan pasang di sana.
      2) Bisa juga menggunakan plugin semacam Ad Inserter untuk menyuntikkan kode ke dalam konten dan disetting agar muncul di akhir dari konten.

  10. ganisebastian

    Iya bang juan, mungkin update terbaru ketentuan dari mailchimp. barangkali ntar ada pengunjung yang menggunakan tutor ini, tinggal buka email di cPanel dan konfirmasi,

    Menarik sekali, penggunaan email forwarder, jadi email masuk bisa di akses melalui ponsel. (kecuali pengguna blackberry, inbox konfirmasi tidak bisa di akses) untuk jenis ponsel android lainya its oke, termasuk iphone. (realy tested)

    Betul sekali bang juan, WP Subscribe plugins bisa di unduh secara free. Dengan sedikit edit file CSS dan menerapkan tutor dari bang juan, sekarang sudah tampak menjadi PRO. kita tinggal masukkan nomor ID dan API dari mailchimp saja. untuk edit opt-in confirmation email dan confirmation thank you page saya menerapkan tutor dari bang juan.

    Hasilnya,,,yang tampak di blog saya (bisa masukkan sembarang email dan coba konfirmasi)…Thanks sekali bang juan, sudah mau bertukar ilmu.

  11. ganisebastian

    Keren banged bang juan..tutorial super lengkap, step by step dengan pemahaman yang mudah di mengerti. Cocok banged buat pemula seperti saya yang baru terjun ke wordpress. Sepertinya wajib di bookmark dulu biar paham 100 persen, ntar langsung praktek kalo pas waktu agak panjang. ..ini tutor dahsyat!!

      • ganisebastian

        Akhirnya saya nglembur juga bang juan,,,
        Ralat untuk :
        # 4. Menyiapkan Sign up “thank you” page
        – Di Mailchimp dashboard > Klik menu lists > Pilih listnya > Klik sign up form > pilih general form.

        Sebelum memilih menu general form, kita harus konfirmasi melalui email yang baru kita buat di cPanel. Setelah selesai konfirmasi email, bisa lanjutkan ke step berikutnya.

        Makasih bang juan, semua dari artikel ini sangat berguna dan work 100 %
        Buat belajar modif, saya padukan dengan WP subscriber. Hasilnya bisa dilihat,hhehe…
        Masih perlu di edit lagi, biar ciamik.

        • Juan feju

          Senangnya ilmunya terpakai.
          Oh ya, setahu saya dalam proses penyiapan mailing list tidak perlu melakukan konfirmasi email apa pun.
          Saya agak bingung dengan koreksinya, nih.

          WP Subscribe itu untuk menampilkan form di WordPressnya, yah? Wah saya rasa tipsnya berguna sekali. Tidak perlu repot-repot setting HTML dan CSS :D

    • Juan feju

      Saya tidak tahu apakah mailmunch menawarkan layanan mailing list. Oleh karena itu saya tidak tahu jawaban atas pertanyaan mas Kamal.
      Saya gunakan mailmunch karena kemampuannya untuk membuat pop up optin dan dapat diintegrasikan layanan email marketing seperti Mailchimp.

    • Juan feju

      Hai Mas Kamal, Kalau Mailchimp 2000 subscriber. Pada akhirnya sih kalau strateginya berhasil dan jalan, tidak ada yang gratis sih mas.

  12. Arya

    Salam kenal, mohon petunjuk ya Om, saya sudah melakukan Step by step seperti yang telah diarahkan, tetapi saat saya coba mengirimkan campaign, termasuk ke email saya sendiri yang saya daftarkan, content post terbaru kok tidak ada ya? Hanya berisikan template saja, mohon arahan ya Om Juan, thanks

Leave a Reply