“Keyword” itu Apa Sih? Dan Bagaimana Membuat “Keyword” dari Artikel?

posted in: Marketing/Sales | 4

Bagi blogger senior, pasti merasa janggal dengan judul di atas. Khususnya dengan pertanyaan kedua.

Maklum pertanyaan nubi. Saya selalu yakin di dunia itu kalau ada satu yang bertanya seperti itu, pasti ada yang kedua, mungkin ketiga dan keempat. Jadi saya akan bantu jelaskan.

Di dunia maya, orang cari info pakai search engine, contoh: Google, Yahoo, Bing, dll. Orang memasukkan kata kunci untuk pencarian, misalnya “harga iphone 6”, “cara masak kangkung” dan sebagainya.

Search engine akan mencocokkan kata kunci ini dengan laman-laman web dari seluruh dunia yang telah terindeks di servernya.

Kemudian  search engine akan memuntahkan laman-laman yang mengandung kata kunci tersebut. Biasanya search engine melihat kata kunci di judul, url, dan meta description. Tidak tertutup kemungkinan dari isi laman tersebut.

Untuk menentukan tingkat relevansi, saat ini mesin pencari seperti Google menggunakan sekitar 200 faktor dalam kalkulasinya. Sehingga kalau si A dan B menuliskan topik yang sama, urutan atau ranking di laman hasil pencarian / SERP (Search Engine Result Page) bisa berbeda.

Mengejar kata kunci

Selanjutnya tools seperti keyword planner di Google Adwords dapat memperlihatkan jumlah pencarian kata kunci tertentu dalam kurun waktu tertentu. Oleh karena itu ada blogger yang demi trafik mengejar kata-kata kunci itu.

Tentu saja ia harus berkompetisi dengan orang lain yang juga mengincar kata kunci yang sama.

Sebenarnya sih wajar saja mengejar kata kunci tertentu, sebab sebuah situs yang hanya mengandalkan trafik dari search engine, sementara artikelnya tidak dicari orang, maka sudah pasti tidak ada pengunjung yang datang. Sederhananya sih seperti itu.

Sebagai tambahan, ada orang yang demi SEO menempatkan kata kuncinya secara tidak wajar. Sehingga tulisannya menjadi tidak enak dibaca oleh manusia.

Memasukkan kata kunci dengan sangat banyak tidak ada gunanya. Bobot kata kunci itu semakin lama akan semakin berkurang. Bahkan di titik tertentu akan menjadi negatif, dan Anda disangka sedang melakukan keyword stuffing. Kalau istilah saya, penjejalan kata kunci. Ini malah akan merugikan Anda.

Long Tail Keyword

Saat Anda makin canggih, pasti Anda akan mendengar istilah long tail keyword. Jadi ceritanya begini. Saat persaingan kata kunci dengan satu atau dua kata semakin meningkat, orang mulai melirik pencarian yang menggunakan lebih dari empat kata. Memang potensi trafiknya tidak setinggi yang pendek. Akan tetapi persaingannya juga rendah.

Biasanya orang yang jualan, lebih senang dengan long tail keyword, karena biasanya intensinya lebih jelas. Misalnya “sepatu lari merah untuk outdoor” dibandingkan dengan “sepatu merah”  saja.

4 Responses

  1. fadhly

    Maaf ya, kurang faham dengn artikelnya,kyaknya kurang luas penjabaranya,/mungkin saya yang gak faham juga

  2. wahyu

    halo mas, apakah bisa dibuat artikel yg lebih detail gmn caranya membuat keyword yang efektif serta step2nya atau artikel supaya kita jago seo…hehe, maklum mas saya masih newbie

  3. Febriyan Lukito

    Oooo jadi long tail keyword juga gak masalah ya mas Juan. Saya pikir selama ini sih keyword artinya hanya satu atau dua kata saja.

    • Juan Feju

      It’s OK. Karena ada orang yang mencari dengan kata kunci yang panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.