Keanehan Perhitungan Asal-Usul THR Ini

posted in: Uang | 0

Di sosial media beredar sebuah gambar yang berisi tentang perhitungan asal-usul THR. Gambar ini mengatakan, bahwa THR adalah hak Anda (karyawan), karena sebenarnya perusahaan telah memotong gaji Anda dan menahannya untuk membayar THR.

Silahkan Anda simak terlebih dahulu perhitungan berikut ini. asal-usul THRDari perhitungan di atas dapat dikatakan:

  1. THR bukanlah uang ekstra yang Anda dapatkan.
  2. Kalau perusahaan tidak bayar THR, berarti perusahaan menahan gaji karyawan.

Sekilas kalau dibaca itung-itungannya, logis. Akan tetapi di sinilah letak kesalahannya:

Perhitungan di atas menganggap 1 bulan itu selalu 4 minggu.  Padahal tidak. 1 bulan ada yang 5 minggu.

Buktinya:

Kalau 1 bulan selalu 4 minggu, bukankah 1 tahun (12 bulan) = 12 x 4 minggu = 48 minggu? 

Jadi ketika membagi gaji 5 juta, dia pakai hitungan 1 bulan = 4 minggu, yang berarti 1 tahun = 48 minggu, tetapi ketika mengalikan dia pakai perhitungan 1 tahun = 52 minggu, ya jelas saja terjadi selisih.

Mungkin Anda bertanya kenapa ada 1 bulan yang hitungannya 5 minggu?

Karena pada bulan itu, hari Minggu jatuh sebanyak 5x.

Perlu diketahui juga 1 minggu dalam suatu bulan, tidak selalu 7 hari. Coba lihat kalendar ini. Pada bulan Januari minggu ke-5 hanya ada 1 hari, berlanjut 6 hari di bulan Februari.

2016-calendar-template-05Sumber: Wikidates

Sekarang pertanyaannya: Mengapa THR menjadi hak Anda dan menjadi kewajiban perusahaan?

Jawabannya karena hak dan kewajiban itu diatur dalam dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6/2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. (Berlaku mulai 8 Maret 2016).

Peraturan di atas inilah yang menimbulkan hak dan kewajiban.

Untuk lebih detilnya silahkan membaca di sini.

THR keagamaan merupakan pendapatan non upah alias di luar gaji dan bukan diambil dari uang gaji Anda. THR tidak sama dengan gaji.

Penutup

Saya melihat gambar di atas dibagikan oleh salah seorang kenalan di Facebook. Bisa dikatakan dia mengamini perhitungan ini. Selain itu di komentarnya ada pula yang memuji perhitungan ini. Berarti sudah ada orang-orang yang salah kaprah. Menurut saya Ini bahaya kalau hal ini tidak diluruskan karena akan menimbulkan kesalahan persepsi terhadap perusahaan.

Nah, semoga dengan artikel ini Anda menjadi semakin paham alasan sesungguhnya THR menjadi hak karyawan dan kewajiban bagi perusahaan.

Baca juga:  Ini Dia Karyawan Pekerja Keras yang Tak Pernah Kaya

Leave a Reply