Keyword Research

Blogger Nubi! Belajarlah Cara Riset Keyword Agar Artikelmu Ada yang Baca

posted in: Marketing/Sales | 0

Di sini Anda akan mengetahui alasan penting, mengapa blogger pemula sebaiknya belajar cara riset keyword sejak awal dan bagaimana caranya.

Berikut adalah alasannya:

1. Saat ini Anda belum dikenal orang dan mesin pencari adalah satu-satunya harapan Anda.

Di awal mula Anda tidak tahu caranya marketing blog Anda, Anda belum ada komunitas, belum punya audiens, tidak punya mailing list, tidak ada yang tahu Anda. Jadi satu-satunya harapan artikel Anda dibaca orang adalah dengan mendapatkan trafik dari mesin pencari.

2. Sumber daya Anda terbatas

Jika Anda ngeblog sendirian, waktu, tenaga, dan dana Anda terbatas. Oleh karena itu Anda ingin setiap usaha yang Anda keluarkan membawa hasil yang terbaik seefisien mungkin.

Riset kata kunci adalah tentang mengambil langkah strategis, dibandingkan hanya asal-asalan.

Bagaimana cara Anda mendapatkan trafik dari search engines?

Untuk mendapatkan trafik dari mesin pencari, khususnya dari Google, Anda perlu mengerti cara kerjanya. Kemudian Anda sesuaikan artikel Anda dengan cara kerjanya.

Silahkan saksikan video yang dimoderasi oleh Matt Cutts, kepala divisi pencegah spam Google.

[youtube id=”BNHR6IQJGZs” width=”600″ height=”350″ autoplay=”no” api_params=”” class=””]

Bagi Anda yang tidak bisa melihat videonya atau tidak mengerti bahasanya, saya akan jelaskan:

Google mengindeks semua laman web di seluruh dunia. Proses pencarian laman-laman ini dilakukan oleh program software yang disebut dengan spider/laba-laba. Awalnya spider mengambil laman-laman ini dan mengikuti link-link yang ada di laman-laman tersebut untuk menemukan laman-laman web lainnya, demikian dilakukan seterusnya. Milayaran laman disimpan di dalam database Google.

Jika seorang user ingin mengetahui seberapa cepat seekor Cheetah berlari, dia ketik “kecepatan lari cheetah” dan tekan enter. Software Google akan mencari laman-laman yang mengandung istilah tersebut. Hasilnya bisa ribuan (atau jutaan).

Bagaimana cara Google memutuskan dokumen mana yang user benar-benar inginkan? Dengan mengajukan pertanyaan sebanyak lebih dari 200 pertanyaan, seperti:

  1. Seberapa banyak sebuah konten mengandung kata kunci tersebut.
  2. Apakah kata-kata kuncinya muncul di judul, URL, apakah tampil berdampingan?
  3. Apakah kontennya mengandung sinonim dari kata-kata tersebut?
  4. Apakah laman tersebut berasal dari situs berkualitas atau dari situs berkulitas rendah?
  5. Berapakah Page Rank dari laman tersebut?
    Page Rank adalah formula untuk menilai seberapa pentingnya sebuah laman dengan memperhatikan jumlah link yang merujuk ke laman tersebut dan seberapa penting link tersebut.

Google akan mengombinasikan semua faktor tersebut untuk memberikan skor kepada masing-masing laman dan mengembalikan hasilnya dalam waktu di bawah setengah detik.

Dari penjelasan di atas kita dapat simpulkan, bahwa untuk mendapatkan trafik dari mesin pencari ada dua hal yang perlu Anda lakukan:

1. Tulislah topik yang dicari orang

Di internet orang mencari informasi. Tugasnya search engine adalah menyediakan jawaban paling relevan dari kueri pencarian user. Jadi jika Anda menulis sesuatu yang tidak dicari orang, maka artikel Anda tidak akan pernah dipilih.

Bagaimana caranya tahu apa yang dicari orang? Kita bahas hal itu di bawah.

2. Letakkan kata kunci di tempat-tempat yang dilihat Google

Orang menggunakan kata kunci untuk mencari sesuatu. Kata kunci tersebut akan dicocokkan oleh Google dengan kata-kata yang terdapat di:

  1. Judul
  2. URL
  3. Meta description
  4. Isi artikel.

Jadi dengan meletakkan kata kunci di posisi-posisi tersebut di artkiel, Anda memiliki kesempatan lebih besar untuk membuat Google berpikir Anda relevan.

3. Tambahkan sinonim ke dalam artikel

Pikirkan tentang kata-kata lain yang mungkin user gunakan untuk mencari informasi yang sama. Sebagai contoh dalam kasus flash disk: usb drive, thumb drive, dll. Ini akan menambah relevansi Anda, di dalam kasus user menggunakan kata kunci sinonim dalam pencarian.

Di dalam video, Matt Cutts juga menyinggung tentang Page Rank dan Backlink. Keduanya adalah faktor utama yang menentukan rangking, tetapi saya tidak akan membahasnya di artikel ini.

Bagaimana cara melakukan riset kata kunci?

Pada dasarnya ada dua langkah:

  1. Cari seed keyword untuk dimasukkan ke dalam alat analisis, misal: Adwords Keyword Planner, Long Tail Pro, etc)
  2. Carilah long tail keyword dengan persaingan rendah.

Bagaimana caranya mencari seed keyword?

Seed keyword itu adalah kata kunci awal. Anda temukan bisa temukan itu dari topik-topik yang dibicarakan orang di dalam niche Anda. Manfaatkanlah forum atau grup. Topik-topik yang ramai didiskusikan menunjukkan adanya ketertarikan atau kebutuhan yang besar akan hal itu.

Seed keyword tersebut nantinya dimasukkan ke alat riset keyword untuk menemukan kata kunci lain yang berkaitan untuk dianalisa.

Selain itu, jika konten Anda berbahasa Inggris, Anda bisa coba Quora.com. Itu adalah situs tanya jawab yang pertanyaannya ditanya, dijawab, diedit, dan diorganisir oleh komunitas pengguna. Dimana lagi tempat yang cocok untuk mencari persoalan untuk mencari inspirasi menulis.

Bagaimana mendapatkan long tail keyword dengan persaingan rendah?

Setelah Anda mendapatkan seed keyword, masukkanlah keyword itu ke dalam alat riset kata kunci untuk menggali data.

Anda bisa gunakan alat gratis atau berbayar. Jika Anda hanya peduli dengan volume pencarian per bulan, gunakanlah alat gratis seperti Google AdWords Keyword Planner. Anda tidak perlu alat yang berbayar, seperti Long Tail pro (LTP). Sebab LTP menggunakan Keyword Planner sebagai sumber datanya.

Sebagaimana Anda bisa lihat dalam frase “keyword research”, Keyword Planner mengeluarkan hasil pencarian sebanyak 635 hasil, sedangan LTP, 636 hasil. Perbedaan sebanyak 1 di LTP karena seed keywordnya dimasukkan ke dalam daftar hasil pencarian. Itu saja.

The total result for keyword research in keyword planner and long tail pro

Akan tetapi jika Anda menginginkan analisis yang lebih jauh lagi, maka sebaiknya Anda membeli alat riset kata kunci berbayar yang tersedia di pasar. Karena alat-alat tersebut memungkinkan Anda untuk mengakses data yang lebih jauh.

Sehubungan dengan Long Tail Pro, jika Anda ingin tahu level persaingan dari sebuah kata kunci, Anda perlu mendaftar untuk versi platinum. Biaya tambahannya sebesar $17/bulan.

Long Tail Platinum akan menampilkan sebuah metrik yang disebut dengan Keyword Competitiveness (KC) yang akan menunjukkan angka 1 hingga 100. Angka tersebut adalah indikator tingkat kesulitan sebuah kata kunci untuk ranking.

Long Tail Platinum Competitive Score

Menurut LTP skor antara 0 dan 30 menunjukan tingkat persaingan yang rendah dan Anda akan bisa mencapai ranking top 10 dengan cepat. Semakin tinggi, maka semakin sulit.

Tanpa versi platinum, maka Anda harus mengestimasi sendiri tingkat persaingan dengan fitur Competitor Analysis yang disediakan LTP. Datanya diperoleh dari MOZ.

Jadi setelah Anda temukan seed keywordnya, masukkanlah kata kunci itu ke dalam alat riset keyword, alat itu akan mengeluarkan kata kunci lain yang berkaitan. Lalu manakah yang termasuk long tail keyword? Long tail keyword adalah semua kata kunci yang terdiri lebih dari 2 kata.

Mengapa orang mengincar long tail keyword?

Karena kata kunci yang kurang dari 3 kata meskipun volume pencarian per bulannya tinggi, biasanya sangat sulit untuk bisa ranking. Sebab sudah ada orang-orang lama yang memiliki posisi kuat untuk kata-kata kunci tersebut.

Sementara itu, walaupun long tail keywords memiliki volume pencarian yang rendah, tetapi tingkat persaingannya biasanya juga rendah. Sehingga Anda memiliki kesempatan yang lebih baik untuk ranking di laman pertama dari Search Engine Result Page dan mendapatkan trafik.

Penutup

Orang-orang Google selalu berkata buatlah konten untuk pengguna, bukan untuk mesin pencari. Meurut pendapat saya, alasan Google berkata demikian, karena orang-orang yang fokus hanya untuk SEO cenderung mebuat konten yang buruk, karena ditulis untuk mesin. Tetapi di sisi lain jika kita menulis hanya untuk orang dan kita tidak ranking, maka kita tidak akan mendapatkan trafik.

Kita perlu melihat kenyataan, kita butuh keseimbangan dari kedua belah sisi.

Sebagai contoh kasus saya memiliki sebuah artikel yang berisi informasi beharga. Pada dasarnya, isinya adalah ringkasan dari pertanyaan-pertanyaan SEO dari Google Webmaster yang saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia saya. Butuh waktu berhari-hari untuk membuatnya. Saya dengarkan beberapa ratus video, merangkumnya dan menerjemahkannya. Artikel tersebut berisi lebih dari 11.000 kata.

Apakah saya mendapatkan cinta dari Google? Tidak.

Sejak hari artikel itu dipublikasikan pada tanggal 2 Februari 2015, trafik paling tinggi yang saya dapatkan hingga per hari adalah 7 dan yang terendah adalah nol. Di bawah ini adalah grafiknya.

A post statistic

Saya tidak berpikir tentang kata kunci pada waktu itu. Dan inilah hasilnya ketika saya melakukan sedikit riset. Dengan memasukkan judul pos tersebut “tanya jawab seo” dan “tanya jawab seo for google webmaster” saya mendapatkan nol volume pencarian.

Long tail pro result

Jika nanti Anda sudah memiliki audens, mungkin baru Anda memiliki fleksibilitas untuk menulis sesuatu yang orang tidak begitu cari di search engine, tetapi disukai oleh pembaca Anda. Akan tetapi jika Anda masih baru, Anda mungkin ingin mempertimbangkan masukan dari artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.