Cara Memotivasi Karyawan Tanpa Iming-Iming Bonus Tambahan

posted in: Hobi & Olah Raga, Uang | 0

Iming-iming bonus tambahan bisa jadi tidak ada manfaatnya? Karena ada sesuatu yang lebih bernilai bagi karyawan, yaitu rasa dihargai dan keterikatan emosi dengan tempat kerja.

Bagaimana menumbuhkannya?

1.  Kenalkan misi dan goal perusahaan

Survei yang dilakukan Chris McChesney dan Sean Covey, penulis buku The 4 Disciplines of Execution,  menunjukkan, bahwa hanya satu dari tujuh karyawan yang tahu tujuan organisasinya.

Itulah sebabnya hanya 51% dari karyawan memiliki komitmen mencapai goal, 81% tidak merasa bertanggungjawab terhadap keberhasilan goal, 87% tidak tahu harus melakukan apa untuk mencapai goal organisasi.

Setiap karyawan perlu tahu gambaran besar, misi, dan goal perusahaan. Mengapa? Mengetahui misi dan goal perusahaan bukan sekedar mengetahui tujuan namun juga berkaitan dengan nilai-nilai.

Adanya kesamaan dan menjadi bagian dari perusahaan adalah dasar terciptanya keterikatan emosi.

2.  Buat nama jabatan yang membuat bangga

Nama jabatan perlu dibuat jelas dan membanggakan tiap anggota tim. Persepsi seseorang terhadap pekerjaannya, berpengaruh besar terhadap sikapnya di tempat kerja.

Sikap positif akan tumbuh jika mereka merasa berharga. Dari sana muncul rasa turut bertanggungjawab dalam mencapai tujuan perusahaan.

3.  Libatkan setiap anggota untuk menentukan goal tim

Tanpa keterlibatan, tidak ada komitmen. Libatkan semua anggota tim untuk menetapkan goal yang dapat membantu pencapaian goal perusahaan.

Bangunlah dialog dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti: “Apa yang perlu diperbaiki agar tim kita dapat menunjang goal perusahaan?”, “Apa kekuatan tim kita?”, “Area mana yang penting untuk segera diperbaiki demi mencapai goal perusahaan?”

Pertanyaan-pertanyaan semacam ini mungkin akan menghasilkan berbagai jawaban. Anda dapat membantu menyeleksi dan mempertajamnya sehingga didapatkan satu goal yang disepakati dapat dicapai bersama.

4.  Buatlah atmosfir dimana setiap pencapaian diakui dan dihargai

Pencapaian target adalah prestasi. Namun masih banyak pemimpin yang lupa memberi penghargaan terhadap anggota tim yang telah mencapai prestasi tersebut. Tak heran mereka selalu berhadapan dengan masalah rendahnya motivasi anggota tim.

Memberikan penghargaan terhadap anggota tim atau karyawan sebenarnya bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.  Ungkapan penghargaan di awal meeting atau pujian secara langsung sudah cukup berarti. Yang penting bagi mereka adalah pengakuan akan prestasinya.

5.  Pendelegasian tugas yang tepat

Mendelegasikan pekerjaan yang rumit pada karyawan yang baru belajar bisa membuatnya frustrasi sehingga melemahkan motivasi.

Sama halnya, memberikan pekerjaan administrasi bagi seorang yang lebih menyukai pekerjaan lapangan. Bisa-bisa tugas tersebut dikerjakan dengan sekedarnya atau bahkan tidak dikerjakannya. Karena itu pastikan harapan dan tanggungjawab terhadap setiap anggota tim sesuai dengan kemampuan, keterampilan, dan cara kerjanya.

 6.  Memimpin sesuai situasi

Walau mendapatkan pelatihan yang sama, jangan harapkan setiap anggota tim mempunyai tingkat keterampilan yang sama. Mengenali anggota tim satu demi satu akan memudahkan Anda dalam menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai.

7.  Don’t sweat the small stuff

Ketika Anda sudah menjelaskan ekspektasi Anda terhadap mereka, bimbing dan monitor aktivitas mereka. Ada saatnya Anda perlu melepaskan mereka tanpa campur tangan secara detil.

Bagaimana pun motivasi anggota tim tidak bisa dipaksakan.

Bisa jadi, kepercayaan Anda akan mendorong mereka untuk melakukan kegiatannya dengan lebih baik di luar harapan Anda.

Kunjungi situs: www.actioncoachsouthjakarta.com

Leave a Reply