Sembilan Klasifikasi Sektor Industri

A. Sektor-sektor Primer (Ekstraktif)

  • Sektor 1 : Pertanian
  • Sektor 2 : Pertambangan

B. Sektor-sektor Sekunder (Industri Pengolahan / Manufaktur)

  • Sektor 3 : Industri Dasar dan Kimia
  • Sektor 4 : Aneka Industri
  • Sektor 5 : Industri Barang Konsumsi

C. Sektor-sektor Tersier (Industri Jasa / Non-manufaktur)

  • Sektor 6 : Properti dan Real Estate
  • Sektor 7 : Transportasi dan Infrastruktur
  • Sektor 8 : Keuangan
  • Sektor 9 : Perdagangan, Jasa dan Investasi

Selain sembilan sektor tersebut di atas, BEI juga menghitung Indeks Industri Manufaktur (Industri Pengolahan) yang merupakan gabungan dari emiten-emiten yang terklasifi kasikan dalam sektor 3, sektor 4 dan sektor 5.

Indeks sektoral diperkenalkan pada tanggal 2 Januari 1996 dengan nilai awal indeks adalah 100 untuk setiap sektor dan menggunakan hari dasar tanggal 28 Desember 1995.

22 Desember, 2012 / by / in
Indeks Harga Saham, Indikator Penting Untuk Para Investor dan Trader

 

Indeks harga saham adalah indikator atau cerminan dari pergerakan harga saham sekelompok emiten tertentu. Pengelompokan emiten tersebut didasarkan pada suatu kriteria dan perhitungan tertentu, contoh:

  • Indeks LQ45, kaitannya adalah dengan pergerakan harga saham 45 emiten yang dianggap memiliki likuiditas tinggi (harga bergerak dengan cepat dan mudah)
  • Indeks Harga Saham Gabungan (Composite), kaitannya adalah dengan pergerakan harga saham seluruh emiten yang ada di bursa saham.

Untuk cara perhitungan indeks-indeks ini secara lebih lengkap dapat didownload di situs www.idx.co.id tepatnya disini. Saat ini ada 11 macam indeks yang digunakan di pasar saham:

  1. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), menggunakan semua emiten yang tercatat sebagai komponen perhitungan indeks. Saat ini beberapa emiten tidak dimasukkan dalam perhitungan IHSG, misalnya emiten-emiten eks Bursa Efek Surabaya karena alasan tidak (atau belum ada) aktivitas transaksi sehingga belum tercipta harga di pasar.
  2. Indeks Sektoral, menggunakan semua emiten yang ada pada masing-masing sektor.
  3. Indeks LQ45, menggunakan 45 emiten yang dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar, dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan.
  4. Jakarta Islamic Index (JII), menggunakan 30 emiten yang masuk dalam kriteria syariah (Daftar Efek Syariah yang diterbikan oleh Bapepam-LK) dan termasuk saham yang memiliki kapitalisasi besar dan likuiditas tinggi.
  5. Indeks Kompas100, menggunakan 100 emiten yang dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar, dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan.
  6. Indeks BISNIS-27, menggunakan 27 emiten yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan merupakan kerja sama antara PT Bursa Efek Indonesia dengan Harian Bisnis Indonesia
  7. Indeks PEFINDO25, menggunakan 25 emiten yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan merupakan kerja sama antara PT Bursa Efek Indonesia dengan lembaga rating PEFINDO
  8. Indeks SRI-KEHATI, menggunakan 25 emiten yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan merupakan kerja sama antara PT Bursa Efek Indonesia dengan Yayasan KEHATI.
  9. Indeks Papan Utama, menggunakan emiten yang masuk dalam kriteria papan utama.
  10. Indeks Papan Pengembangan, menggunakan emiten yang masuk dalam kriteria papan pengembangan.
  11. Indeks Individual, yaitu indeks harga saham masing-masing emiten.

 

22 Desember, 2012 / by / in