Pagerank

Alasan Cara-Cara Bangun Backlink Ini Tidak Disarankan oleh Google

posted in: Blog | 3

Dalam Search Engine Optimization (SEO) Google sangat menekankan backlink atau tautan balik sebagai faktor ranking di antara 200-an sinyal lainnya. Akibatnya para webmaster berlomba-lomba mengumpulkannya dengan berbagai cara.

Sebagian besar metode yang digunakan tidak disukai dan tidak disarankan oleh Google.

Untuk memahami alasannya mari bangun dulu pengetahuan dasar kita agar kita mengerti gambar besarnya.

Pengertian Backlink

Backlink adalah tautan yang dipasang orang di situsnya atau di tempat lain yang menaut pada laman-laman situs/blog kamu.

Jenis Backlink

Backlink yang tersebar di  web ada dua macam:

  1. Yang mengalirkan Page Rank dan memiliki keyword rich anchor text.
  2. Yang tidak mengalirkan Page Rank dan anchor text

Page Rank (PR) adalah angka yang menunjukkan otoritas sebuah situs. Nilainya antara 0-10.
0 = tidak berotoritas, 10 = sangat berotoritas.

Secara teknis otoritas sebuah situs ditentukan dari banyaknya backlink yang mengarah kepadanya.

Jika kebetulan kamu mendapatkan link dari situs yang ber-PR tinggi, bobot satu link akan jauh lebih tinggi dibandingkan puluhan link dari situs tak ber-PR.

Semakin banyak link berbobot yang mengarah ke situsmu, PRmu akan bertambah dan kamu semakin menjadi Situs Otoritas atau Authority Site.

Otoritas >< populer. Situs plus+ itu populer tetapi tidak banyak yang menaut kepadanya. Situs pemerintah biarpun tidak ramai pengunjung, tetapi orang link ke kontennya sebagai referensi.

Dengan demikian situs pemerintahlah yang menjadi situs otoritas dan bukannya situs plus+.

Keyword rich anchor text adalah teks tautan yang berisi target kata kunci yang orang ingin rangking, contohnya:

Search Engine Optimization

Sebuah laman bertautan balik dengan kata-kata tertarget dalam jumlah banyak, akan berkesempatan lebih tinggi untuk muncul di posisi atas di laman hasil pencarian atau Search Engine Result Page (SERP).

Namun demikian Google dapat menilai, backlink mana yang alami dan tidak. Backlink yang tidak alami biasanya memiliki rasio anchor text yang sama dengan jumlah yang banyak. Google bisa menganggap ini sebagai spam dan memberikan penalti.

Ingat, tim webspam Google ada dua divisi, para engineer yang mengurus bagian algoritma, dan tim webspam manual. Meskipun kamu bisa mengakali sisi algoritma, bisa saja ada orang yang melaporkan kamu dan tim webspam manual akan bergerak untuk cek.

Akibatnya bukan rangking atas malah hilang dari SERP.

Jenis backlink yang meningkatkan ranking adalah yang no.1. Kalau dilihat koding HTMLnya seperti ini:

<a href=”http://dapur-uang.com/…”>belajar backlink</a>

Backlink yang no.2 ada atribut rel=”nofollow” di dalamnya.

<a href=”http://dapur-uang.com/…” rel=”nofollow”>belajar backlink</a>

Tag rel=”nofollow” memberitahukan Googlebot untuk tidak menghitung link dan kata kuncinya.

Metode-Metode Backlink Building Populer

Beberapa metode backlink building yang populer:

  1. Meninggalkan link di komentar.
  2. Memasang link di widget gratisan untuk dibagikan.
  3. Membangun Network blog.
  4. Guest blogging.
  5. Pasang link di signature forum.
  6. Submit URL otomatis.
  7. Bayar untuk mendapatkan backlink (paid link).
  8. dan lain-lain.

Sekilas ini adalah cara yang jitu, namun Google tidak menyukai cara-cara ini.

Alasan Google Tidak Menyukai Cara-Cara di Atas

Google melihat link sebagai suatu bentuk “pemilihan” netizen akan sebuah laman. Jika suatu laman ditaut artinya ada sesuatu yang menarik atau penting dari laman tersebut.

Berbagai cara yang disebutkan di atas akan mengaburkan hal tersebut. Sebab semua itu sama saja dengan memilih diri sendiri dan bukan dipilih oleh orang lain. Oleh karena itu Google tidak mendorong penggunaannya.

Google menyarankan untuk “bekerja” mendapatkan link-link tersebut. Caranya adalah dengan membuat konten berkualitas tinggi dan mencuri hati pembaca. Dengan demikian mereka mau link ke konten yang kamu buat.

Tentu saja kita bertanya-tanya, bagaimana mau mencuri, mereka ngumpulnya di situs tetangga.

Itulah kenapa ngeblog itu mirip seperti bisnis. Sebuah bisnis kalau baru berdiri juga tidak ada yang tahu. Satu-satunya cara untuk dikenal orang, ya harus marketing/promosi.

Alasan Google Mendorong Konten Berkualitas

Kenapa Google selalu berkata buatlah konten yang berkualitas? Karena Google ingin menyuguhkan hasil pencarian terbaik kepada para user yang menggunakan Google search engine.

Konten yang informatif atau menghibur biasanya di link. Orang ingin mereferensikannya ke teman-temannya. Link ini membantu Google untuk mengindentifikasi konten yang telah dipilih oleh netizen.

Pengguna yang senang mendapatkan info berkualitas dari Google akan kembali lagi menggunakan mesin pencari Google.

Semakin banyak orang menggunakannya, semakin banyak orang yang ingin pasang iklan. Pada akhirnya Google dapat duit, pengusaha dapat uang, publisher Adsense kecipratan untungnya.

Catatan

Setiap orang memiliki jalannya masing-masing untuk berhasil di internet. Kalau kamu mengandalkan Google dalam keberhasilan jangka panjang, sebaiknya kamu mengikuti aturan mainnya.

Bisa saja kamu memilih berada di sisi yang berseberangan dengan Google. Selalu mencoba untuk mengakali algoritma Google. Akan tetapi perlu diingat Google akan selalu memperbaikinya untuk menangkal aktifitas-aktifitas yang mengarah ke spam atau black hat.

Sebab apabila kualitas hasil mesin pencarinya turun, maka Google akan kehilangan bisnisnya. Perusahaan raksasa seperti Google pasti akan melakukan segala cara untuk menjaga kualitasnya.

Apakah kamu mau bertanding melawan Google?

3 Responses

    • Juan Feju

      Makasih kembali, sekedar info saya sedang menulis 300+ Tanya Jawab tentang SEO dari Google Webmaster yang masih ongoing. Nantinya disana orang bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan seputar search engine, seperti konten duplikat, kalau dipenalti Google apa yang harus dilakukan, dsb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.