Bergaul dan berteman

6 Kepribadian untuk Memahami Diri dan Menjadi Lebih Piawai Bergaul

posted in: Ilmu Sukses | 2

Terkadang kita heran dengan sikap dan tingkah laku teman/kolega kita. Ada satu yang pendiam, yang lain banyak bicara, dan ada ucapannya tidak peduli perasaan orang.

Setiap kepribadian itu memang unik, tapi pada dasarnya ada kesamaannya dan mereka bisa dikelompokkan ke dalam 6 macam kepribadian.

Artikel ini saya bagi ke dalam 3 bagian untuk lebih memfokuskan topiknya, yaitu:

  • Manfaat mempelajari tipe-tipe kepribadian.
  • Kepribadian introver dan ekstrover
  • Kepribadian DISC: Dominant – Influential – Steady – Compliance

Manfaat mempelajari tipe-tipe kepribadian

Alasan saya memulai dari manfaat-manfaatnya  adalah karena kalau orang tahu gunanya mempelajari sesuatu dan dapat melihat kaitannya dengan dirinya maka dia akan lebih ingin mempelajarinya.

Ada empat manfaat mempelajari tipe-tipe kepribadian:

1. Bisa memahami diri sendiri dan menerima diri

Kita tumbuh dengan melewati masa-masa krisis identitas. Kita bertanya-tanya siapa sesungguhnya diri kita? Mengapa kita merasakan berbagai emosi yang kita rasakan?

Well, Kamu tidak sendiri dan semoga artikel ini dapat memberikan pencerahan.

Apakah ada yang salah dengan dirimu?

Apakah kamu pernah merasa, bahwa dirimu berbeda (bukan dalam arti yang positif)?

Sebagai contoh saya termasuk orang yang pendiam, tidak banyak bicara, dan teman pun tidak banyak. Saya tidak terlalu suka berada di dalam suatu acara yang ramai, seperti kondangan, kumpul-kumpul, dll.? Karena secara instingtif selalu ada perasaan tidak nyaman dan bosan. Hal ini sudah saya rasakan sejak kecil.

Nah, seringkali sifat semacam ini dianggap sebagai sifat yang bermasalah atau dilihat sebagai kepribadian yang secara sosial tidak benar.

Melalui persepsi orang lain saya pun awalnya berpikir demikian. Lalu saya mencoba memperbaikinya dengan menjadi lebih banyak berinteraksi dan bicara. Hal tersebut bisa saja saya lakukan dan tidak ada salahnya, tetapi itu bukan sifat alami saya.

Pencerahan

Setelah saya mendengarkan Susan Cain, seorang penulis dari buku ‘Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking’, saya menjadi semakin dibukakan, bahwa kepribadian saya yang dikenal sebagai introver, memang memiliki tingkah laku seperti. Perlu diakui memang ada kekurangannya tetapi ada juga kelebihannya.

Kepribadian introver bukanlah sesuatu yang perlu diperbaiki/diganti, melainkan dilengkapi.

Setelah menyadari ini akhirnya saya mulai merangkul siapa diri saya yang sebenarnya, dan berfokus pada kekuatan saya, daripada hanya berkutat di kelemahan-kelemahannya saja. Semoga kamu pun demikian.

Ada seorang pintar berkata:

Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid.

Semua orang itu jenius. Tetapi jika kamu menilai seekor ikan dari kemampuannya memanjat pohon, dia akan hidup sepanjang umurnya dengan mempercayai, bahwa ia bodoh. Ini adalah kata-kata dari om Albert Einstein.

Memang manusia bukan ikan atau monyet, dan manusia memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi. Namun demikian kita harus mengakui memang orang itu bisa bagus di satu hal, namun belum tentu di hal yang lain.

Karena itu kita membutuhkan satu sama lain untuk saling melengkapi, contohnya saja Steve Wozniak dan Steve Jobs.

2. Bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain dengan lebih baik

Memahami berbagai tipe kepribadian bisa membantu kita memilih gaya komunikasi yang lebih cocok dengan lawan bicara.

Sebagai contoh ada orang yang sifat alaminya ingin serba cepat. Orang semacam ini tidak tahan kalau harus selalu diajak bicara detil. Jadi kalau dengan mereka bicara intinya saja.

Contoh lain, kalau kamu tipe orang yang cenderung berfokus pada pekerjaan, di dalam kerja kelompok mungkin kamu orientasinya work…work…work… Ini bisa menjadi masalah juga, ketika ada anggota lain yang sifatnya ingin have fun. Kamu akan membuat stress makhluk-makhluk pesta ini.

Nah, dengan mengetahui sifat alami mereka, kamu bisa beradaptasi atau menyesuaikan suasana kerja kelompok dengan orang-orang di dalamnya.

3. Mengetahui kekuatan dan kelemahan diri dan orang lain

Hemat waktu

Dengan mengetahui kelemahan diri, kamu bisa menghemat waktu untuk tidak menghabiskan waktumu di daerah itu. Sebab di dalam kelemahan kamu, bagaimana pun kamu berusaha, perkembangannya tidak akan sepesat jika kamu memfokuskan dirimu pada kekuatan-kekuatanmu.

Ibarat jika kamu adalah seekor ikan, melatih dirimu untuk memanjat pohon tidak akan memberikan hasil yang maksimal. Tetapi jika kamu melatih dirimu menghadapi predator di dalam air, kamu bisa mencapai kemajuan yang lebih pesat. Berada di habitatnya bukan berarti ikan tidak memiliki masalah, bukan?

Memilih karir yang lebih tepat

Dari sisi karir, kamu juga akan dapat lebih mudah untuk memilih jalur yang bisa membuatmu berkembang. Tidak semua pekerjaan itu cocok dengan tipe-tipe kepribadian tertentu. Bahkan perusahaan pun menyaring orang-orang yang diterimanya bekerja berdasarkan jenis kepribadian tertentu.

Sebagai contoh praktik di lapangan perusahaan akan cenderung memilih orang-orang yang outgoing untuk pekerjaan yang memerlukan interaksi dengan orang. Sementara untuk urusan administrasi mereka akan mencari orang-orang yang tipe introver yang tidak banyak bicara dan memiliki ketelitian serta cenderung perfeksionis.

Bahkan mereka pun merancang iklan-iklan lowongan mereka dengan menggunakan kata-kata yang menarik bagi kepribadian-kepribadian tertentu.

Memilih partner kerjasama yang bisa saling melengkapi

Selain itu dengan mengetahui kelemahan dan kekuatan orang lain, kamu akan bisa memilih dengan siapa kamu akan bekerjasama untuk bisa saling melengkapi, misalnya saja kamu itu pribadi pionir, kamu senang memulai sesuatu, tapi kamu memiliki kelemahan untuk mengurus apa yang kamu mulai. Untuk itu kamu akan perlu pribadi-pribadi lain yang dapat mengisi kekuranganmu.

4. Membangun hubungan yang lebih baik dengan pasangan

Di dalam hubungan itu kita perlu belajar menerima sifat pasangan kita. Relationship tidak akan bisa berjalan dengan baik, jika masing-masing melihat, bahwa kepribadian yang satu sebagai sebuah kesalahan, dan menginginkan yang lain menjadi sama seperti diri mereka.

Dengan menyadari sifat dasar pasangan kita bisa mencegah atau mengurangi konflik di masa depan. Karena dengan demikian kita akan memiliki ekspektasi-ekspektasi yang lebih realistis dari pasangan kita.

Kenapa saya bisa mengatakan ini, karena saya belajar dari pengalaman saya sendiri.

Kalau kalian ingin meningkatkan kualitas hubungan kalian, mungkin pasangan kalian juga perlu diajak membaca artikel ini He..he..

Manusia memang makhluk yang kompleks, tapi dengan mengetahui 2 tipe kepribadian saja kamu sudah bisa menjadi lebih ahli tentang manusia.

Di tulisan kali ini kamu akan belajar tentang kepribadian yang namanya introver dan ekstrover. Kedua istilah ini dipopulerkan oleh seorang psikiater Swiss bernama Carl Jung (1875 – 1961).

Carl Jung
Carl Jung, kakek yang mempopulerkan istilah introver dan ekstrover

Kamu mungkin sudah pernah mendengar atau tahu tentang kedua temperamen ini. Jika demikian artikel tentang kepribadian DISC mungkin akan lebih menarik bagi kamu.

Akan tetapi jika kamu belum tahu dan ingin tahu silahkan baca seterusnya artikel ini.

Kepribadian introver dan ektrover

Gamblangnya kedua jenis kepribadian ini adalah tentang bagaimana manusia memberikan respon terhadap stimulus yang datang dari luar, termasuk stimulus sosial.

Ekstrover lapar akan stimulus-stimulus eksternal. Sumber energi mereka berasal dari luar, sehingga mereka senang berada di lingkungan yang ramai atau aktivitas yang melibatkan banyak orang, seperti pesta, hangout bareng, dll.

Sementara introver merasa jauh lebih hidup dan dapat berkerja optimal pada saat mereka sedang berada di lingkungan yang lebih tenang, tidak banyak orang atau sendiri saja. Tidak selalu, tetapi sebagian besar waktu.

Otak introver lebih peka terhadap stimulasi, sehingga mereka lebih menyukai jumlah stimulus yang lebih sedikit dibandingkan ekstrover.

Sebagai catatan Introversi berbeda dengan perasaan malu. Perasaan malu adalah perasaan takut akan penilaian orang lain terhadap diri sendiri. Dengan demikian ekstrover pun bisa merasa malu.

Tidak ada orang yang murni introver atau ekstrover, masing-masing memiliki kadarnya masing-masing. Umumnya ada satu kepribadian yang lebih dominan

Dari dua kerpribadian di atas masih ada satu lagi yang berada di tengah-tengah spektrum, disebut dengan ambiver. Ambiver bisa mengambil keuntungan dari kedua belah dunia.

Perlu diketahui apa pun yang kamu baca tentang dua kepribadian ini di artikel ini, bisa saja berbeda dengan dirimu atau orang yang kamu kenal. Sebab manusia itu kompleks dan berbagai perubahan bisa terjadi dipengaruhi oleh lingkungan, keadaan dan pengalaman, misalnya saja seorang introver yang bekerja di dunia hiburan, akan berubah menjadi lebih ekstrover karena tuntutan pekerjaan.

Mari kita lihat Introver di bawah kaca pembesar

Afgan introver
Afgan salah satu artis Indonesia yang introver

Sosial

Jika diberikan pilihan, introver akan lebih memilih menggunakan energi sosialnya dengan orang-orang yang paling dia care, misalnya berkumpul bersama dengan seorang teman dekat dibandingkan di sebuah pesta penuh dengan orang yang tidak dia kenal.

Pribadi tertutup

Umumnya orang melihat seorang introver sebagai pribadi yang tertutup. Memang demikian. Ia tidak akan membuka dirinya kepada sembarang orang.

Bagi sebagian orang mungkin ini membuat frustasi. Karena ketika mereka mencoba masuk tetapi pintu tertutup rapat.

Secara natural seorang introver tidak merasa nyaman untuk membuka hati dan pikirannya. Tetapi bila ia sampai melakukannya denganmu, berarti kamu telah mendapatkan kepercayaannya.

Hati-hati jangan sampai kamu merusak kepercayaannya. Sebab jika tidak selanjutnya kamu akan seribu kali lebih sulit untuk bisa bicara dari hati ke hati atau bahkan kamu dicoret dari daftar temannya.

Biasanya kepribadian ini tidak banyak bicara dan kadang tidak pandai bicara, mungkin karena kebanyakan diam.

Dia tidak terlalu ekspresif dengan emosi yang ada di dalam dirinya, berbeda dengan ekstrover yang menunjukkannya dengan segala bahasa tubuhnya dan nada suaranya.

Kombinasi dari hal-hal inilah yang membuat seorang introver terkesan dingin dan tidak ramah. Meskipun bukan berarti ia tak friendly.

Suka tenggelam

Introver suka tenggelam di dalam dunia yang ada di dalam dirinya dan di dalam pekerjaannya.

Suka membaca buku

Introver pada umumnya suka membaca buku. Lebih baik bergumul dengan buku daripada dengan manusia.

Mengekspresikan dirinya melalui tulisan

Verbal bukanlah bakat alamiahnya, maka tulisan adalah cara dia mengekspresikan dirinya ke dunia luar.

Sebagian introver memilih menghindari percakapan langsung di telpon, dan lebih memilih bentuk percakapan teks menggunakan SMS atau email untuk berkomunikasi.

Namun demikian oleh karena keadaan, maka seorang introver pun bisa merubah dirinya menjadi seorang ahli dalam bicara, salah satu contohnya adalah Dale Carnegie.

Pemikir dan pengamat

Introver itu tipe pemikir. Terkadang hal ini dianggap sebagai sesuatu yang tidak berguna oleh ekstrover yang mementingkan action! action! action!

Namun demikian karena ia tipe pemikir inilah, bila kamu bertanya sesuatu atau meminta nasihat kepadanya, ia bisa memberikan jawaban yang mendalam, sebab ia memikirkannya dengan dalam.

Sebagai orang yang suka berpikir maka salah satu kekuatannya adalah kemampuan mengamati sesuatu dan kemampuan analisanya.

Tidak sembarangan berbicara

Ia tidak suka berbasa-basi seperti layaknya ektrover. Selain karena mungkin ia tidak tahu apa yang harus diucapkan, ia meletakkan nilai yang tinggi pada setiap kata-kata yang dikeluarkan.

Hubungan pertemanan yang dalam

Dia mungkin tidak memiliki banyak teman, tetapi setiap teman yang dimilikinya cenderung memiliki hubungan yang dalam.

Pendengar yang baik

Salah satu kekurangan introver adalah tidak banyak bicara, tetapi kekurangan itu adalah juga kelebihannya. Oleh karena ia tidak banyak bicara maka ia bisa menjadi pendengar yang baik.

Lebih menyukai beraktifitas sendiri daripada melakukan aktivitas kelompok

Mereka menyukai beraktivitas sendirian. Bukan berarti mereka tidak akan pernah melakukan aktivitas kelompok.

Pengambilan risiko

Umumnya introver tidak terlalu suka mengambil risiko yang tinggi dan pelan dalam urusan dalam pengambilan risiko. Pertimbangannya banyak. Hal ini bisa membuatnya terhindar dari perangkap atau bisa juga malah menjadi lumpuh karena kebanyakan analisa . Hal ini bisa dilihat sebagai kelebihan dan kekurangan.

Tidak cepat beradaptasi

Introver lebih pelan untuk bisa beradaptasi di lingkungan baru.

Keunggulan Kelemahan
1. Dapat bekerja sendirian, tidak banyak bicara, fokus pada kerjaan. 1. Tidak cocok jadi sales atau bekerja di dunia entertainmen yang memerlukan keahlian berbicara.
2. Tidak memerlukan perhatian orang sebanyak ekstrover. 2. Tidak banyak teman karena sifatnya yang tertutup.
3. Tenang. 3. Dianggap kepribadian yang salah oleh masyarakat.
4. Banyak pertimbangan, sehingga menghindarkan dirinya dari perangkap. 4. Banyak pertimbangan  bisa membuatnya lumpuh karena analisa.
5. Tidak sembarangan berbicara. Ucapannya berbobot. 5. Susah/ tidak bisa  basa-basi, sehingga tidak smooth dalam percakapan.
6. Memiliki kebebasan akan keinginan akan kekayaan dan status sosial. 6. Bisa dianggap tidak ramah.
7. Hubungannya dengan orang lain biasanya merupakan hubungan yang dalam. 7. Karena jarang berinteraksi, sering ketinggalan informasi. Hal ini bisa terjadi misalnya di kampus. Informasi dari dosen seringkali munculnya tiba-tiba dan dalam waktu singkat.
8. Memiliki persistensi yang besar dan kegigihan untuk menyelesaikan masalah yang kompleks.
9. Suka mengamati dan memiliki kemampuan analisa.

Ekstrover di bawah kaca pembesar

Uya Kuya ekstrover
Uya Kuya artis ekstrover

Dia menyukai kehidupan sosial dan merasa berenergi dengan berinteraksi dengan teman-teman atau orang yang tak dikenal.

Dia secara aktif berinteraksi dengan dunia di sekelilingnya dan dia akan berperfoma pada puncaknya saat dia mengambil energi dari dunia sekitarnya.

Salah satu kelebihannya adalah dapat berpikir cepat dan relatif nyaman berhadapan dengan konflik.

Pribadi terbuka

Kepribadian ektrover itu menyenangkan, ceria, dan terbuka. Mereka bisa mengekspresikan diri mereka dengan lugas.

Ada fleksibilitas di dalam tingkah laku dan kata-katanya. Jika kamu dengarkan cara bicaranya, kata-kata mereka memiliki nada-nada yang lebih dinamis atau hangat dibandingkan dengan ektrover yang biasanya lebih datar atau kadang terkesan kaku/ dingin.

Sosial

Mereka senang bergaul. Jika kamu memiliki saudara yang jarang di rumah dan kerjanya kelayapan. Itu bisa jadi tanda-tanda, bahwa dia adalah seorang ekstrover.

Orang ekstrover biasanya memiliki banyak teman. Bisa kalian cek daftar telpon HPnya, mungkin ada ratusan nama di dalamnya.

Setiap akhir pekan, kemungkinan mereka sudah memiliki rencana-rencana untuk menghabiskan waktu mereka bersama teman-temannya di suatu tempat.

Berinteraksi dengan orang lain adalah kebutuhan. Oleh karena itu mereka cocok untuk urusan-urusan yang harus berhubungan dengan orang lain.

Jika di dalam sebuah pesta, kalian melihat satu orang yang dikerubungi oleh banyak orang selagi orang itu bicara. Well, biasanya itu ekstrover.

Mereka pandai untuk memulai pembicaraan, mereka bisa basa-basi.

Pengambilan risiko

Ekstrover lebih risk taking dibandingkan dengan introver. Jika dia melihat sesuatu yang mereka inginkan, mereka akan langsung mengejarnya. Karena secara kerja otak, hal tersebut memberikan semacam perasaan senang.

Sisi buruknya adalah seringkali mereka tidak melihat sinyal-sinyal bahaya yang mengintai.

Cepat beradaptasi

Karena sifatnya yang senang berada di tempat-tempat yang baru, hal ini membuat ektstrover lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Keunggulan Kelemahan
1. Cepat beradaptasi dengan lingkungan baru 1. Tidak terlalu suka bekerja sendiri
2. Memiliki toleransi terhadap yang lebih besar terhadap konflik daripada ekstrover 2. Tidak menyukai pekerjaan-pekerjaan administratif atau yang detil
3. Pengambil risiko 3. Karena suka mengambil risiko, mereka juga rentan terhadap konsekuensi dari risiko
4. Mudah bergaul 4. Memerlukan banyak perhatian dari orang
5. Memiliki pribadi yang disukai orang 5. Uang sering habis untuk jalan-jalan
6. Pandai bicara atau memulai pembicaraan 6. Kata-katanya mudah berubah-ubah bagai air
7. Masyarakat memuja pribadi ekstrover atau dianggap pribadi yang secara sosial benar
8. Fleksibel
9. Antusias

Kuis kepribadian introver ekstrover

Kuis sederhana di bawah ini diambil dari situs web Susan Cain, penulis dari Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking, kamu bisa gunakan untuk melihat tipe kepribadianmu.

Pilihlah benar jika kamu merasa diri kamu sesuai dengan pertanyaan/pernyataan di bawah ini dan salah jika sebaliknya.

Kumpulkan berapa total benar dan salahnya.

Semakin banyak kamu menjawab benar semakin kamu masuk ke dalam spektrum Introver, jika sebaliknya maka kamu masuk ke spektrum ekstrover. Jika jawaban benar dan salah kurang lebih seimbang, maka kemungkinan kamu masuk ke dalam spektrum ambivert, yaitu kamu berada di tengah-tengah dari kedua dunia.

Gunanya kamu memahami temperamen kamu adalah agar kamu dapat membuat pilihan-pilihan hidup yang sesuai dengan kepribadianmu dan mendapatkan energi darinya.

Sebaliknya jika kamu menghabiskan waktu melawan sifat alamimu, kamu akan kehabisan energi dan kamu akan membeci dengan apa yang kamu lakukan.

  1. Saya lebih menyukai percakapan 1 lawan 1 dibandingkan melakukan aktivitas grup.
  2. Saya sering mengekspresikan diri saya ke dalam tulisan?
  3. Saya menikmati kesendirian?
  4. Saya lebih tidak terlalu peduli tentang kekayaan, ketenaran dan status dibandingkan teman saya?
  5. Orang bilang saya adalah pendengar yang baik?
  6. Saya orangnya tidak suka mengambil risiko yang tinggi?
  7. Saya menyukai pekerjaan yang memungkinkan saya untuk ‘tenggelam’ tanpa banyak gangguan?
  8. Saya suka merayakan ulang tahun dalam skala keci, dengan hanya satu atau dua orang teman dekat atau anggota keluarga?
  9. Orang menggambarkan saya sebagai pendiam/tertutp atau melow?
  10. Saya lebih memilih untuk tidak mendiskusikan pekejraan saya hingga selesai?
  11. Saya cenderung berpikir sebelum berbicara?
  12. Saya cenderung membiarkan telpon masuk ke voice mail?

Jadi apakah kepribadianmu?

Pada artikel ini kamu akan belajar 4 kepribadian lain, DISC untuk meningkatkan keahlianmu dalam bergaul.

Sekitar 1 abad yang lalu ada seseorang yang bernama William Moulton Marston melakukan penelitian tentang tingkah laku manusia dan menelurkan sebuah teori yang disebut dengan teori DISC.

Seiring waktu teori tersebut terus dikembangkan dan kini bisa digunakan untuk tes profil kepribadian yang sekarang suka dipakai oleh perusahaan untuk menaksir kepribadian karyawannya.

DISC adalah singkatan dari kata Dominance – Influential – Steady – Compliance. Untuk lebih jelasnya ikuti terus artikel ini.

Apakah perbedaan teori DISC dengan teori introver dan ekstrover?

Keduanya sama-sama meruapakan pemetaan tentang kepribadian manusia, hanya saja teori DISC ini lebih detil.

Manfaat mengetahui DISC

Teori ini dapat memberikanmu sebuah perspektif tentang kepribadian manusia. Selain itu kamu akan dapat lebih memahami sifat dan karakter dari masing-masing kepribadian, apa yang mereka suka, dan apa yang tidak mereka suka, serta interaksi mereka satu sama lain

Bagan DISC

DISC

Pertama kita lihat keempat istilah yang berada di luar bagan, yaitu:

  1. Tugas, orientasi terhadap pekerjaan.
  2. Orang, orientasi terhadapa relasi dengan manusia lain.
  3. Terbuka, ekspresi.
  4. Tertutup, kepribadian yang lebih menahan diri.

Selanjutnya kita akan membahas tentang DISC – Dominance – Influential – Steady – Compliance.

Tipe D – dominance

Kepribadian yang rebuka dan berorientasi/mementingkan pada pekerjaan.

Orang tipe D senang dengan kontrol dan dominasi, oleh karena itu mereka lebih suka menjadi pemimpin dan memberikan perintah.

Mereka tidak terlalu jago dalam mengikuti perintah. Sebab mereka sering merasa cara merekalah yang paling benar.

Tipe D kalau bekerja untuk orang lain biasanya  berada di posisi kepemimpinan atau jika tidak dia akan berwiraswasta.

Kepribadian tipe D ini bisa terasa terlalu kuat bagi orang lain, mereka percaya diri, bicara apa adanya, blak-blakan mengutarakan isi hatinya. Terkadang hal ini bisa menyinggung perasaan orang lain dan membuat mereka terlihat sombong.

Contoh orang tipe D: Lord Sugar – Pengusaha ternama Inggris.

Jangan kaget kalau kalian merasa orang tipe D terasa tidak terlalu ramah, sebab mereka tidak merasa perlu melakukan itu. Jadi jangan juga terlalu ramah dengan mereka.

Ciri khas orang tipe D, mereka ingin banyak pekerjaan bisa diselesaikan sekaligus dan dengan cepat.

Sifatnya yang suka cepat itu membuat mereka lebih memilih mendengarkan penjelasan yang singkat berupa rangkuman daripada penjelasan yang panjang lebar.

Orang tipe D cocok dengan orang tipe C, karena keduanya sama-sama mementingkan pekerjaan daripada bercakap-cakap dengan orang lain. Namun untuk urusan yang detil, hal ini bisa menjadi masalah, sebab orang D tidak suka dengan hal-hal yang berbau detil. Jadi mereka bisa tidak sabaran kalau harus menjelaskan sesustu secara satu-satu, sementara orang tipe C perlu instruksi yang rinci.

Orang tipe D cukup cocok dengan tipe S karena orang tipe S tidak perlu diberikan instruksi detil seperti tipe C.

Orang tipe D kadang keliru bahwa orang tipe S lebih inferior karena mengira sikap tertutupnya sama dengan kurangnya rasa percaya diri. Seringkali orang tipe S memiliki rasa percaya diri yang tinggi tetapi merasa tidak perlu menunjukkannya. Hal ini berbeda dengan tipe D

Tipe I

Kepribadian yang terbuka dan berorientasi pada orang.

Kalau kalian melihat orang-orang yang sepertinya populer, ramah, hangat, menyenangkan, banyak tertawa; kalau bicara biasanya jadi pusat perhatian, mudah bergaul dengan orang yang baru dikenal, ini adalah ciri-ciri orang tipe I. Mereka itu senang berbicara.

Contoh orang tipe I, Lettice Rowbotham – Peserta acara Britain Got Tallent

Kalau orang tipe I marah, biasanya hanya sebentar kemudian lupa dan dia tidak ingin diingatkan lagi tentang hal tersebut, sudah lewat. Hal ini kadang jadi masalah kalau berselisih dengan orang tipe C. Walaupun tipe C tidak suka atau jarang marah, tapi kalau sekali marah bisa lama dan diingat terus.

Orang tipe I sukanya melakukan sesuatu yang populer, mereka tidak suka dengan sesuatu yang detil dan menghabiskan banyak waktu mereka. Oleh karena itu kalau urusan pekerjaan biasanya jengah dengan urusan administrasi atau yang sifatnya birokrasi. Bagi mereka itu sesuatu yang tidak menyenangkan.

Mereka lebih senang bekerja di lingkungan yang berubah-ubah. Makanya kalau sales biasanya lebih cocok orang tipe I, karena mereka dapat bertemu orang-orang baru dan jalan-jalan ke berbagai tempat.

Saat bicara biasanya mereka akan melihat mata dan nada suaranya bervariasi dan ekspresif, banyak senyum dan ceria serta tawa.

Suaranya bisa terdengar agak keras dari tipe pribadi lain, kecuali pribadi D yang juga bisa bicara dengan dengan penuh percaya diri dan keras, walau tidak selalu terdengar ramah, bahkan bisa terdengar seperti sedang marah. Apalagi kalau di telpon yang ekspresi wajahnya tidak kelihatan.

Kemudian mengenai toleransi dalam pengambilan risiko tipe I dan D lebih tinggi dibandingkan tipe C dan S. Hal ini bisa dilihat sebagai sesuatu yang baik dan buruk. Baik, karena mereka lebih berani dalam melangkah namun dalam kasus tertentu tingkat “celakanya” juga lebih tinggi. Untuk itu biasanya mereka diimbangi dengan orang-orang tipe C dan S yang cenderung lebih banyak melakukan perhitungan.

Pada umumnya I bisa bergaul dengan semua tipe kepribadian. Tetapi mereka bisa mengganggu tipe C dan D karena mereka orang-orang yang berorientasi dengan pekerjaan dan mereka hanya ingin pekerjaannya selesai, tanpa terlalu banyak macam-macam.

Keramahan mereka bisa menjadi keunggulan mereka tapi disisi lain, karena mereka senangnya berbicara dengan orang, pekerjaan mereka bisa jadi terlantar. Jadi mereka perlu belajar melakukan hal-hal yang detil. Sebab dalam situasi tertentu hal tersebut dibutuhkan.

Tipe S

Ini adalah mahkluk yang senang dengan keadaan yang stabil. Tidak suka terburu-buru. Saat orang lain panik, orang tipe S bisa tenang. Pertimbangannya panjang dan mereka tidak suka mengambil keputusan yang cepat.

Tipe ini disukai oleh banyak orang karena mereka gampang bergaul dan “tidak berbahaya.” Orang mengagumi ketenangannya.

Contoh orang tipe S, Robert Herjavec – Salah satu investor di dalam acara TV Amerika, Shark Tank

Kalau urusan pekerjaan pasti selesai, walaupun tidak cepat.

Orang tipe S cocok dengan orang tipe D karena mereka tenang-tenang saja kalau orang tipe D meeberikan perintah.

TIpe S juga bisa membuat rencana dan membantu mengerem tipe D. TIpe D biasanya menikahi orang tipe S.

Tipe S dan I bisa cocok bersama karena keduanya berorientasi dengan orang. S itu tipe tenangnya dari I. Saat bekerja mereka berdua bisa terlau bersanang-senang, sebab mereka bukan orang yang berorientasi dengan pekerjaan.

Dibandingkan dengan kedua tipe kepribadian lain, untuk urusan kecepatan menyelesaikan pekerjaan biasanya lebih pelan.

S dan C keduanya tipe tertutup, mereka menggunakan lebih banyak waktu sebelum mengambil keputusan.

S tidak suka dengan perubahan, mereka senangnya melakukan sesuatu yang berulang-ualng.

Tipe C

Orang tipe C itu detil, senang mengumpulkan data dan fakta. Kadang mereka gagap ketika hendak mengatakan sesuatu, entah karena tegang atau memikirikan kata-kata yang sempurna untuk menyampaikan pikiran mereka.

Orang C senangnya melakukan segala sesuatunya dengan sempurna.

Contoh tipe orang J.K. Rowling – Penulis Buku Harry Potter

Terkdang mereka stress sendiri atas tuntutan kesempurnaan terhadap dirinya sendiri. Dan mereka kadang susah melihat gambar besarnya karena berkutat dengan hal-hal yang detil.

Orang tipe C senangnya melakukan pekerjaan sendiri, karena merasa orang lain tidak bisa melakuan pekerjaan sebaik mereka. Lagipula karena pada dasarnya orang tipe C termasuk tertutup maka biasanya ia tidak terlalu ramah dengan orang lain yang bukan keluarga.

Kalau bicara senangnya memberikan banuak data, karena dia berpikir itu yang diinginkan orang.

Mereka ingin segalanya serba sempurna sebelum melakukan sesuatu.

Orang tipe C perlu diberikan petunjuk yang detil sebelum melakukan sesuatu.

Sifat I yang berorientasi dengan orang dan Sifat C yang berorientasi kepada pekerjaan bisa menimbulkan konflik. Orang I berpikir orang C itu banyak menghabiskan waktu pada hal-hal yang tidak penting, sedangkan orang C ingin orang I lebih memikirkan tugas dan jangan terlalu ramah. Sebaliknya orang I menginginkan orang C lebih friendly.

Jika keduanya bekerja, kalau mereka bisa mengesampingkan perbedaan mereka, maka I bisa mengurangi C agar tidak terlalu introver sementara C bisa mengurangi I agar lebih berkonsentrasi dengan pekerjaan.

Orang C kadang menentang perubahan karena mereka memiliki caranya sendiri untuk melakukan segala sesuatunya. Mereka lebih resisten untuk menerima cara yang berbeda meskipun lebih baik.

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.