3 Pelajaran Penting dari Penjualan Buku Yang Melempem

posted in: Lain-lain | 5

Halo dUSer semuanya, kali ini saya ingin berbagi sebuah cerita tentang kabar penjualan buku Toko Online WordPress dalam 1 Hari.

Bagi yang belum tahu, saya pernah menerbitkan sebuah buku komputer lewat Elex Media dan ini adalah buku pertama saya.

Dari pengalaman yang hendak saya bagikan, semoga bila kelak Anda menerbitkan sebuah buku, hasil panennya bisa lebih memuaskan.

Toko online dalam 1 hari

Buku ini sebenarnya termasuk sebagai sebuah pencapaian di dalam hidup saya, karena:

  1. Tidak ada di keluarga saya yang pernah menerbitkan buku.
  2. Buku ini langsung diterima saat diajukan.
  3. Buku ini dicetak oleh salah satu penerbit besar di Indonesia.

Buah tangan saya ini terbit pada bulan Februari 2015 dan saya menerima royalti pertama sebagai uang muka. Lumayanlah buat makan bakso sapi sampai teler. 6 bulan kemudian, tepatnya bulan Agustus adalah saatnya pembayaran royalti berikutnya, Yeeee….

Untuk sekedar informasi Elex Media membayar royalti penulisnya setiap bulan Agustus dan Februari.

Saya hubungi pihak Elex Media via email untuk menanyakan kabar penjualan buku. Balasannya, bukunya baru terjual 462 eksemplar dari 2000 eksemplar yang dicetak. Royalti terhitung Rp. 1.313.760. Belum menutup uang muka pertama. Oleh karena itu belum ada pembayaran royalti kedua (╯°□°)╯ Yaaah…

laskar pelangiBayangan buku laris manis bak karya Andrea Hirata mendadak buyar ಥ_ಥ.

Terkadang saya berpikir, nasib buruh itu masih lebih baik secara finansial. Gaji buruh Jakarta hampir 3 juta per bulan, sedangkan buku ini 6 bulan penghasilannya 1/3 nya. Hiks.

Masalahnya teknologi itu cepat berganti dan ilmu toko online ini bisa cepat tak up to date. Daya jualnya akan semakin menurun.

Nah, dari sini pelajaran yang bisa Anda ambil:

1. Buatlah buku yang ever green
Sebaiknya jangan membuat buku yang cepat menjadi tidak relevan. Karena usia produktifnya (menghasilkan uang) ada batasnya. Nanti bisa tidak sebanding dengan waktu dan tenaga yang sudah Anda keluarkan.

Baca juga: Sebuah Tips Penting Untuk Penulis Buku Komputer

2. “Pertempuran” belum selesai dengan hanya menulis dan menerbitkan
Proses melahirkan buku ini lebih lama daripada mengandung seorang bayi:

  1. Mulai dari pembelajaran mencoba ini dan itu, salah ini dan itu,
  2. Merevisi ilmu ini berkali-kali
  3. Memutuskan menjadikannya buku
  4. Mengajukan proposal
  5. Mengedit kembali
  6. Hingga akhirnya terbit

Fiuh lelahnya… Tapi sayang sekali pertempuran belum selesai. Buku itu harus dipasarkan dan dijual. Di sinilah biasanya penulis gugur. Marketing itu tidak bisa hanya mengandalkan penerbit semata.

3. Pentingnya mailing list
Saya introver dan saya sebenarnya tidak terlalu menyukai pemasaran. Di dalam hati, saya berharap besarnya jalur distribusi yang dimiliki oleh Gramedia tidak mengharuskan saya marketing. Ternyata tidak bisa demikian, itu terlihat dari angka penjualan.

Di sinilah gunanya mailing list. Saya pernah mendengar podcast Pat Flyn yang mewawancarai Chalene Johnson. Chalene Ia adalah seorang instruktur fitness yang menulis buku berjudul “Push” tentang 30 hari untuk menghidupkan kebiasaan, tubuh yang energik dan hidup yang layak Anda dapatkan.

Ia mengatakan “Push” pada saat diterbitkan berhasil masuk ke peringkat New York Best Seller Lists pada minggu pertama. Ia mengaku, prestasi itu bukan karena semata konten buku tersebut, melainkan karena ia memiliki mailing list dengan 400.000 subscriber. Jadi ia memiliki jalur untuk menggapai 400.000 fans seketika dan mengumumkan perihal buku barunya.

Mungkin Anda bertanya-tanya berapa ya biayanya untuk memiliki 400.000 subscriber? Kalau di Aweber, 25.000 susbcriber saja biayanya $149/bulan. Lebih dari itu Anda harus meminta penawaran. Wah, berapa ya kira-kira jatuhnya? Tapi berapa juga keutungan dengan memiliki penggemar sebanyak itu?

biaya email marketing aweber

Penutup

Saya adalah orang yang percaya, bahwa belajar dari ketidakberhasilan orang lain adalah jauh lebih beharga daripada hanya mempelajari keberhasilannya saja. Oleh karena itu saya juga membagikan naik turunnya perjalanan mencari uang saya.

Semoga dengan artikel ini, bila Anda berniat membuat buku, Anda dapat lebih strategis sehingga panennya melimpah.

Jika Anda ingin menerbitkan buku komputer di Elex media:
Cara Menerbitkan Buku Komputer ke PT Elex Media Komputindo

Apabila Anda ingin berdiskusi, kita bisa mengobrol di forum dUS.

PS: Meskipun dari angka penjualan sebenarnya kurang memuaskan, pertanyaan saya selanjutnya adalah. Berapa banyak orang yang terbantu dengan ilmu yang saya berikan?

5 Responses

  1. ardy

    Thanks infonya gan.,
    Sy juga baru2 ini nulis dan sudah terbit. Nunggu royalti dari penerbit di bulan Agustus atau gk september.
    Jadi agak pesimis baca artikel diatas, -_-” alsannya karena sy juga menulis buku tentang komputer dan butuh waktu yang lama buat selesain tulisannya..

  2. ZACK

    Wah pengalaman yang jarang di share oleh pengarang sebuah buku. Biasanya bagi kita-kita yang belum pernah menjadi penulis ga tau hal hal kaya gini. taunya mbuat buku bisa jadi pasive income.. haha

    Menarik ini mas, membuat buku sama seperti membuat sebuah bisnis. ada resiko, ada modal yang ditanam dan ada biaya yang dikeluarkan. harus ada plan dan strategi yang digunakan.

    Terima kasih sharingnya mas feju, kalau menurut saya hal minimal yang dapat kita peroleh bagi seorang penulis adalah, kita bisa mengikat ilmu yang kita punyai dan share ke semua orang. Walaupun faktor return juga jadi pertimbangan utama.. :D

Leave a Reply